Kegiatan FSMS

FSMS “Reborn”


15975061_1891131337789673_3609069199333197911_oAlhamdulillah setelah beberapa lama FSMS tidak aktif sekarang akan dihidupkan kembali. Telah disusun kepengurusan utama dan telah diplanning beberapa program kerja. Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi Koordinator Umum  FSMS: Ilham Rusydi (PENS, Informatika 2015) atau Bendahara sekaligus Humas : Ade Ilham Fajri (ITS, Informatika 2013).

Kesekretariatan FSMS berada di Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya (http://thaybah.id/).

Kajian

KAJIAN ONLINE UKHUWAH ISLAMIAH (KUI)


kui-info1MOTO   :

“TERUSLAH MEMBACA DAN BELAJAR!”

 

MATERI                :

Materi utama KUI meliputi ilmu-ilmu dasar dalam islam mulai dari akidah, akhlak, ibadah, muammalah dan lainnya. Materi akan disampaikan secara sistematis dan terjadwal (lihat dibawah). Peserta bisa memberi masukan untuk materi utama yang akan dibahas.

 

ATURAN PESERTA:

Setiap muslim (laki-laki atau perempuan) boleh gabung KUI. Peserta boleh gabung KUI dan berhenti KAPAN PUN. Boleh berhenti KUI ditengah jalan?? Boleh! Yang penting TERUSLAH MEMBACA DAN BELAJAR, baik dengan KUI atau yang lainnya. Jika telah berhenti, boleh gabung KUI lagi? Boleh, asal kuota masih ada. Peserta dapat mengikuti kajian SESUAI KONDISI dan KESIBUKAN masing-masing. Peserta bisa mengikuti kajian KUI secara intensif (ikut tanya jawab dan evaluasi) atau sekedar gabung untuk mendapat faedah.

 

MEDIA/SARANA               :

Media belajar KUI diusahakan variatif, mulai dari tulisan ilmiyah, rekaman audio, maupun dalam bentuk video.  Peserta bisa mengakses materi lewat salah satu media berikut:

Portal informasi dan dokumentasi KUI: http://ukhuwahislamiah.com/kui/

Continue reading “KAJIAN ONLINE UKHUWAH ISLAMIAH (KUI)”

Assunnah, Biografi

Perjalanan Hidup Nabi Muhammad


muhammad-rasool-allahPada tulisan ini kami ingin membahas secara singkat sirah (perjalanan hidup) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Saya sertakan tahun Hijriyah dan Masehi untuk memudahkan memahami kronologi perjalanan hidup beliau.  Tidak dipungkiri ada beberapa perbedaan pendapat para ulama dan ahli sejarah tentang penetapan tanggal untuk beberapa peristiwa  dalam sirah Nabi Muhammad. Namun, agar ringkas dan mudah dicerna disini saya menyampaikan sesuai yang dikuatkan oleh syaikh Shofiyurrahman Mubarakfuri dalam kitab sirah beliau Ar Rahiqu Al Makhtum. Semoga bermanfaat.

Kelahiran Nabi Muhammad (9 Rabi’ul Awwal /20 atau 22 April 571 M)

Nabi Muhammad dilahirkan di tahun gajah, tahun dimana Abrahah dengan pasukan bergajahnya gagal menyerang Ka’bah. Lahir pada hari Senin berdasarkan sabda Nabi tatkala ditanya tentang puasa hari Senin (HR Muslim 1162). Adapun bulan dan tanggal kelahirannya terjadi perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat pada tanggal 12 dari bulan Rabi’ul Awal dan sebagian ulama’ berpendapat pada tanggal 9 dari bulan yang sama. Bapak beliau bernama Abdullah bin Abdilmuthallib bin Hasyim dari suku Quraisy, sedang ibu beliau bernama Aminah. Bapak beliau meninggal di Yatsrib (Madinah) saat beliau masih dalam kandungan. Continue reading “Perjalanan Hidup Nabi Muhammad”

Adab & Akhlak

Hukum dan Adab Terkait Safar


siluet-untaKehidupan manusia tidak terlepas dari safar (berpergian) baik itu untuk belajar, bekerja, berdagang, mengunjungi saudara, haji, umrah atau yang lainnya. Penting bagi seorang muslim mengetahui hukum-hukum dan adab berkaitan dengan safar.

Hukum-hukum berkaitan dengan safar:

  1. Orang yang safar diberi keringanan untuk mengqashar sholat. Allah befirman yang artinya, “Dan jika kamu berpergian di atas muka bumi maka tidak mengapa bagimu mengqashar sholat” (QS. An Nisa’: 101). Keringanan ini berlaku mulai dari dia meninggalkan daerah tempat tinggalnya sampai dia kembali. Kecuali jika dia berniat tinggal di tempat yang dia tuju atau singgahi lebih dari 4 hari maka tidak mengqashar sholat.
  2. Diperbolehkan saat wudhu mengusap khuf (sejenis sepatu), kaos kaki dan lainnya sampai tiga hari. Sebagaimana disebukan dalam hadits, “Rasulullah menjadikan (kebolehan mengusap khuf) tiga hari-tiga malam bagi seorang yang safar dan sehari-semalam bagi orang yang mukim” (HR. Muslim no. 276).
  3. Diperbolehkan bertayamum jika kesulitan mendapatkan air atau ada halangan menggunakan air. (Lihat QS. An Nisa’: 43)
  4. Keringanan berbuka puasa bagi orang yang safar. Allah befirman yang artinya, “Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 184)
  5. Diperbolehkan sholat sunnah diatas kendaraan sesuai dengan arah kendaraan berjalan. Jabir bin Abdillah mengatakan, “Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukan sholat sunnah diatas kendaraan tanpa menghadap kiblat” (HR. Bukhari no. 1094)
  6. Diperbolehkan menjamak (menggabungkan) sholat dhuhur dengan ashar atau sholat magrib dengan isyak saat dalam perjalanan. (Lihat HR. Muslim 705).

Continue reading “Hukum dan Adab Terkait Safar”

Fiqih

Fiqih Ringkas Makanan (ath’imah)


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi kita Muhammad, keluarga, sahabat serta pengikutnya.

Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Makanan memiliki pengaruh yang sangat besar baik pada jasmani maupun rohani kita. Allah memerintahkan untuk memakan makanan yang halal dan thoyib (baik). Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS Al Baqarah: 168) Continue reading “Fiqih Ringkas Makanan (ath’imah)”

Assunnah

Jalan Keselamatan dari Fitnah Syubhat dan Syahwat


Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Fitnah syahwat dan syubhat (kerancuan pemikiran) adalah dua penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Dua fitnah ini yang ditakutkan Rasulullah menimpa umatnya, beliau bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan” (HR Ahmad)

Apalagi kita hidup di akhir zaman yang mana fitnah syahwat maupun syubhat semakin meraja lela. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan sarana komunikasi selain membawa manfaat juga menyembabkan keburukan begitu mudah menyebar.   Apalagi dengan adanya internet dan smartphone, jerat-jerat syubhat dan syahwat seolah mampu menjangkau seluruh manusia.  Betapa banyak pribadi-pribadi yang awalnya nampak pada dirinya tanda kebaikan ternyata begitu cepat terjerumus dalam kubangan syubhat maupun syahwat. Lalu bagaimana caranya agar kita selamat dari kedua fitnah ini? Continue reading “Jalan Keselamatan dari Fitnah Syubhat dan Syahwat”

Nasehat

Tinggalkan Perselisihan dan Perpecahan – Syaikh Fauzan –


imagesAllah memerintahkan kita untuk bersatu dan meninggalkan perselisihan. Persatuan adalah rahmat sedang perselisihan adalah adzab. Allah berfirman,

 

وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ* إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ

Mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.” (QS Huud: 118-119)

 

Namun sangat disayangkan akhir-akhir ini banyak sekali jama’ah dan kelompok yang mana masing-masing memiliki manhaj (metode) dan kepemimpinan tersediri sehingga banyak menimbulkan perselisihan di tengah umat.  Ditambah lagi adanya perpecahan diantara penuntut ilmu, masing-masing menisbahkan pada syaikh (atau ustadz) tertentu. Tidak mengambil ilmu kecuali dari syaikh tertentu dan mentahdzir dari masyayikh lainnya. Padahal diantara syaikh tersebut tidak ada perbedaan dalam hal aqidah dan manhaj, melainkan hanya sekedar ta’ashub semata.   Hal ini tentu akan membahayakan ahlussunnah wal jama’ah dan memberi kesempatan ahli bid’ah dan orang-orang munafiq untuk berkembang.

 

Sudah semestinya kaum muslimin dan khususnya penuntut ilmu meninggalkan perselihan dan perpecahan seperti ini. Hendaknya benar-benar menjaga kesatuan kalimat dan persatuan diantara mereka. Wala’ dan bara’ (loyalitas) hendaknya semata-mata atas Al Kitab, As Sunnah dan manhaj ahlussunnah waljama’ah.

Baca selengkapnya nasehat Syaikh Dr Saleh Al Fauzan hafidzahullah di: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14338