Perjalanan Hidup Nabi Muhammad

September 21, 2016 Tinggalkan komentar

muhammad-rasool-allahPada tulisan ini kami ingin membahas secara singkat sirah (perjalanan hidup) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Saya sertakan tahun Hijriyah dan Masehi untuk memudahkan memahami kronologi perjalanan hidup beliau.  Tidak dipungkiri ada beberapa perbedaan pendapat para ulama dan ahli sejarah tentang penetapan tanggal untuk beberapa peristiwa  dalam sirah Nabi Muhammad. Namun, agar ringkas dan mudah dicerna disini saya menyampaikan sesuai yang dikuatkan oleh syaikh Shofiyurrahman Mubarakfuri dalam kitab sirah beliau Ar Rahiqu Al Makhtum. Semoga bermanfaat.

Kelahiran Nabi Muhammad (9 Rabi’ul Awwal /20 atau 22 April 571 M)

Nabi Muhammad dilahirkan di tahun gajah, tahun dimana Abrahah dengan pasukan bergajahnya gagal menyerang Ka’bah. Lahir pada hari Senin berdasarkan sabda Nabi tatkala ditanya tentang puasa hari Senin (HR Muslim 1162). Adapun bulan dan tanggal kelahirannya terjadi perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat pada tanggal 12 dari bulan Rabi’ul Awal dan sebagian ulama’ berpendapat pada tanggal 9 dari bulan yang sama. Bapak beliau bernama Abdullah bin Abdilmuthallib bin Hasyim dari suku Quraisy, sedang ibu beliau bernama Aminah. Bapak beliau meninggal di Yatsrib (Madinah) saat beliau masih dalam kandungan. Baca selanjutnya…

Hukum dan Adab Terkait Safar

September 21, 2016 Tinggalkan komentar

siluet-untaKehidupan manusia tidak terlepas dari safar (berpergian) baik itu untuk belajar, bekerja, berdagang, mengunjungi saudara, haji, umrah atau yang lainnya. Penting bagi seorang muslim mengetahui hukum-hukum dan adab berkaitan dengan safar.

Hukum-hukum berkaitan dengan safar:

  1. Orang yang safar diberi keringanan untuk mengqashar sholat. Allah befirman yang artinya, “Dan jika kamu berpergian di atas muka bumi maka tidak mengapa bagimu mengqashar sholat” (QS. An Nisa’: 101). Keringanan ini berlaku mulai dari dia meninggalkan daerah tempat tinggalnya sampai dia kembali. Kecuali jika dia berniat tinggal di tempat yang dia tuju atau singgahi lebih dari 4 hari maka tidak mengqashar sholat.
  2. Diperbolehkan saat wudhu mengusap khuf (sejenis sepatu), kaos kaki dan lainnya sampai tiga hari. Sebagaimana disebukan dalam hadits, “Rasulullah menjadikan (kebolehan mengusap khuf) tiga hari-tiga malam bagi seorang yang safar dan sehari-semalam bagi orang yang mukim” (HR. Muslim no. 276).
  3. Diperbolehkan bertayamum jika kesulitan mendapatkan air atau ada halangan menggunakan air. (Lihat QS. An Nisa’: 43)
  4. Keringanan berbuka puasa bagi orang yang safar. Allah befirman yang artinya, “Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 184)
  5. Diperbolehkan sholat sunnah diatas kendaraan sesuai dengan arah kendaraan berjalan. Jabir bin Abdillah mengatakan, “Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukan sholat sunnah diatas kendaraan tanpa menghadap kiblat” (HR. Bukhari no. 1094)
  6. Diperbolehkan menjamak (menggabungkan) sholat dhuhur dengan ashar atau sholat magrib dengan isyak saat dalam perjalanan. (Lihat HR. Muslim 705).

Baca selanjutnya…

Fiqih Ringkas Makanan (ath’imah)

November 4, 2015 Tinggalkan komentar

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi kita Muhammad, keluarga, sahabat serta pengikutnya.

Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Makanan memiliki pengaruh yang sangat besar baik pada jasmani maupun rohani kita. Allah memerintahkan untuk memakan makanan yang halal dan thoyib (baik). Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS Al Baqarah: 168) Baca selanjutnya…

Jalan Keselamatan dari Fitnah Syubhat dan Syahwat

Agustus 20, 2015 Tinggalkan komentar

Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Fitnah syahwat dan syubhat (kerancuan pemikiran) adalah dua penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Dua fitnah ini yang ditakutkan Rasulullah menimpa umatnya, beliau bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan” (HR Ahmad)

Apalagi kita hidup di akhir zaman yang mana fitnah syahwat maupun syubhat semakin meraja lela. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan sarana komunikasi selain membawa manfaat juga menyembabkan keburukan begitu mudah menyebar.   Apalagi dengan adanya internet dan smartphone, jerat-jerat syubhat dan syahwat seolah mampu menjangkau seluruh manusia.  Betapa banyak pribadi-pribadi yang awalnya nampak pada dirinya tanda kebaikan ternyata begitu cepat terjerumus dalam kubangan syubhat maupun syahwat. Lalu bagaimana caranya agar kita selamat dari kedua fitnah ini? Baca selanjutnya…

Tinggalkan Perselisihan dan Perpecahan – Syaikh Fauzan –


imagesAllah memerintahkan kita untuk bersatu dan meninggalkan perselisihan. Persatuan adalah rahmat sedang perselisihan adalah adzab. Allah berfirman,

 

وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ* إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ

Mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.” (QS Huud: 118-119)

 

Namun sangat disayangkan akhir-akhir ini banyak sekali jama’ah dan kelompok yang mana masing-masing memiliki manhaj (metode) dan kepemimpinan tersediri sehingga banyak menimbulkan perselisihan di tengah umat.  Ditambah lagi adanya perpecahan diantara penuntut ilmu, masing-masing menisbahkan pada syaikh (atau ustadz) tertentu. Tidak mengambil ilmu kecuali dari syaikh tertentu dan mentahdzir dari masyayikh lainnya. Padahal diantara syaikh tersebut tidak ada perbedaan dalam hal aqidah dan manhaj, melainkan hanya sekedar ta’ashub semata.   Hal ini tentu akan membahayakan ahlussunnah wal jama’ah dan memberi kesempatan ahli bid’ah dan orang-orang munafiq untuk berkembang.

 

Sudah semestinya kaum muslimin dan khususnya penuntut ilmu meninggalkan perselihan dan perpecahan seperti ini. Hendaknya benar-benar menjaga kesatuan kalimat dan persatuan diantara mereka. Wala’ dan bara’ (loyalitas) hendaknya semata-mata atas Al Kitab, As Sunnah dan manhaj ahlussunnah waljama’ah.

Baca selengkapnya nasehat Syaikh Dr Saleh Al Fauzan hafidzahullah di: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14338

Marhaban Yaa Ramadhan


ramadhanKita bersyukur sebentar lagi insyaallah kita akan dipertemukan dengan bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang memiliki begitu banyak keutamaan dan disyariatkan di dalamnya berbagai macam ibadah yang mulia. Maka sudah sepantasnya kita bergembira menyambut bulan yang mulia ini.

Dahulu saat bulan Ramadhan datang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kabar gembira bagi para sahabatnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

 

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ. فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikannya, maka ia telah terhalangi.” [HR. Ahmad dan an-Nasa`i. Dishahihkan Syaikh Albani]

Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqih Tag:, , ,

Syaikh Fauzan Ditanya Tentang Pernikahan Nabi Yusuf dan Zulaikha [Jawaban Ajaib!!]

Februari 27, 2014 3 komentar

Pembaca soal: Fadhilatusy syaikh, semoga Allah menetapkan Anda diatas kebenaran, (penanya) berkata apakah benar diriwayatkan bahwa istri al Aziz (penguasa Mesir) kemudian menikah dengan Nabiyullah Yusuf alahissalam?

Syaikh: Wallahi, saya tidak menghadiri (walimah) pernikahannya.

Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=8XFUeFGUo4I

Faedah:
– Kadang kala ulama tidak menjawab pertanyaan penanya jika pertanyaannya tidak terlalu penting atau mengadung hal yang takalluf (memberatkan diri).
– Sesekali seorang alim menyelingi majelisnya dengan canda.

Baca selanjutnya…

Kategori:Ilmu Tag:, ,