Adab & Akhlak

Hukum dan Adab Terkait Safar


siluet-untaKehidupan manusia tidak terlepas dari safar (berpergian) baik itu untuk belajar, bekerja, berdagang, mengunjungi saudara, haji, umrah atau yang lainnya. Penting bagi seorang muslim mengetahui hukum-hukum dan adab berkaitan dengan safar.

Hukum-hukum berkaitan dengan safar:

  1. Orang yang safar diberi keringanan untuk mengqashar sholat. Allah befirman yang artinya, “Dan jika kamu berpergian di atas muka bumi maka tidak mengapa bagimu mengqashar sholat” (QS. An Nisa’: 101). Keringanan ini berlaku mulai dari dia meninggalkan daerah tempat tinggalnya sampai dia kembali. Kecuali jika dia berniat tinggal di tempat yang dia tuju atau singgahi lebih dari 4 hari maka tidak mengqashar sholat.
  2. Diperbolehkan saat wudhu mengusap khuf (sejenis sepatu), kaos kaki dan lainnya sampai tiga hari. Sebagaimana disebukan dalam hadits, “Rasulullah menjadikan (kebolehan mengusap khuf) tiga hari-tiga malam bagi seorang yang safar dan sehari-semalam bagi orang yang mukim” (HR. Muslim no. 276).
  3. Diperbolehkan bertayamum jika kesulitan mendapatkan air atau ada halangan menggunakan air. (Lihat QS. An Nisa’: 43)
  4. Keringanan berbuka puasa bagi orang yang safar. Allah befirman yang artinya, “Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 184)
  5. Diperbolehkan sholat sunnah diatas kendaraan sesuai dengan arah kendaraan berjalan. Jabir bin Abdillah mengatakan, “Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukan sholat sunnah diatas kendaraan tanpa menghadap kiblat” (HR. Bukhari no. 1094)
  6. Diperbolehkan menjamak (menggabungkan) sholat dhuhur dengan ashar atau sholat magrib dengan isyak saat dalam perjalanan. (Lihat HR. Muslim 705).

Continue reading “Hukum dan Adab Terkait Safar”