Assunnah, Biografi

Perjalanan Hidup Nabi Muhammad


muhammad-rasool-allahPada tulisan ini kami ingin membahas secara singkat sirah (perjalanan hidup) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Saya sertakan tahun Hijriyah dan Masehi untuk memudahkan memahami kronologi perjalanan hidup beliau.  Tidak dipungkiri ada beberapa perbedaan pendapat para ulama dan ahli sejarah tentang penetapan tanggal untuk beberapa peristiwa  dalam sirah Nabi Muhammad. Namun, agar ringkas dan mudah dicerna disini saya menyampaikan sesuai yang dikuatkan oleh syaikh Shofiyurrahman Mubarakfuri dalam kitab sirah beliau Ar Rahiqu Al Makhtum. Semoga bermanfaat.

Kelahiran Nabi Muhammad (9 Rabi’ul Awwal /20 atau 22 April 571 M)

Nabi Muhammad dilahirkan di tahun gajah, tahun dimana Abrahah dengan pasukan bergajahnya gagal menyerang Ka’bah. Lahir pada hari Senin berdasarkan sabda Nabi tatkala ditanya tentang puasa hari Senin (HR Muslim 1162). Adapun bulan dan tanggal kelahirannya terjadi perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat pada tanggal 12 dari bulan Rabi’ul Awal dan sebagian ulama’ berpendapat pada tanggal 9 dari bulan yang sama. Bapak beliau bernama Abdullah bin Abdilmuthallib bin Hasyim dari suku Quraisy, sedang ibu beliau bernama Aminah. Bapak beliau meninggal di Yatsrib (Madinah) saat beliau masih dalam kandungan. Continue reading “Perjalanan Hidup Nabi Muhammad”

Fiqih, Manhaj

Berjihad di Jalan Allah


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Allah telah mensyariatkan kaum muslimin untuk berjihad di jalanNya, untuk meninggikan kalimatNya dan menolong agamaNya serta menghadang musuh-musuhNya. Jihad di jalan Allah memiliki kedudukan yang sangat penting dan agung. Dia adalah adalah puncak bangunan islam dan seutama-utamanya ibadah [1]. Bahkan sebagian ulama’ memasukkannya sebagai rukun yang ke-enam dalam islam.

Dalil Disyariatkannya Jihad

Jihad di jalan Allah disyariatkan berdasar Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’. Allah berfirman,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ

Telah diwajibkan atas kamu berperang. (Al Baqarah: 216)

Rasulullah pun berjihad dan memerintahkan untuk berjihad [2], beliau juga bersabda, Barangsiapa mati dan belum pernah berperang dan belum meniatkan dirinya untuk berperang, maka ia mati diantara cabang-cabang kenifaqkan [3].

Definisi dan Macam-Macam Jihad

Jihad secara bahasa berasal dari mashdar/kata dasar jaahidun artinya bersunggu-sungguh dalam memerangi musuh. Adapun secara syar’I artinya memerangi orang-orang kufar, dan dimutlakkan makna jihad lebih umum dari berperang. Berkata al alamah Ibnu Qoyim rahimahullah, Dan ditetapkan bahwa jihad adalah fardhu ‘ain baik dengan hati, atau dengan lisan, atau dengan harta, atau dengan harta. Maka hendaknya setiap muslim berjihad dengan salah satu jenis diantara jenis-jenis jihad ini [4].

Dimutlakkan juga makna jihad yaitu memerangi diri sendiri (jihadun nafs), jihadus syaithan, jihadul kufar dan jihadul fusaq/orang-orang fasiq. Adapun jihadun nafs yaitu dengan belajar agama, mengamalkannya serta mengajarkannya. Jihadus syaithan dengan menolak apa yang datang darinya berupa syubhat dan syahwat. Jihadul kufar dengan tangan, harta, lisan dan hati. Sedang jihadul fusaq yaitu dengan tangan, jika tidak bisa lalu dengan tangan, lalu dengan hati, yaitu sesuai dengan derajat kemampuan dalam mengingkari kemungkaran.

Continue reading “Berjihad di Jalan Allah”