Fiqih

Fiqih Ringkas Makanan (ath’imah)


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi kita Muhammad, keluarga, sahabat serta pengikutnya.

Makanan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Makanan memiliki pengaruh yang sangat besar baik pada jasmani maupun rohani kita. Allah memerintahkan untuk memakan makanan yang halal dan thoyib (baik). Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (QS Al Baqarah: 168) Continue reading “Fiqih Ringkas Makanan (ath’imah)”

Fiqih, Manhaj

Bolehkan Makan Sampai Kenyang ?


Makan Kenyang, Tanya Kenapa ?

Oleh: Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz-rohimahulloh-

Tanya:
Kami tidak tahu apakah hadits berikut shohih, yaitu hadits:

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع

“Kami adalah suatu kaum, yang tidak akan makan hingga merasa lapar, jika kami makan maka tidak sampai kenyang”

Jawab:
Hadits ini diriwayatkan dari beberapa jalan dan sanadnya dho’if. Diriwayatkan dari Nabi Sholallohu ‘alihi wa alihi wa salam (bersabda):

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنالانشبع

Makna hadits ini shohih, akan tetapi sanadnya dho’if. (Lihat di Zaadul Ma’ad dan al Bidayah karya Ibnu Katsir). Makan bermanfaat bagi manusia ketika dalam kondisi lapar dan membutuhkan jika (makan dilakukan) tidak secara berlebih-lebihan dan tidak sampai kekenyangan. Adapun kenyang yang tidak memadhorotkan, maka tidak mengapa.
Continue reading “Bolehkan Makan Sampai Kenyang ?”