Aqidah

Rekaman Kajian Kitab Tauhid Lengkap


Rekaman kajian Kitab Tauhid dari awal sampai selesai.

  1. Muqadimah-Bab 2: https://goo.gl/72ltRW (41 menit, 20MB)
  2. Bab 3-4: https://goo.gl/ouxPp7 (30 menit, 16MB)
  3. Bab 5-6: https://goo.gl/KGqcbU (30 menit, 16MB)
  4. Bab 7-10: https://goo.gl/Z88pSt (40 menit, 20MB)
  5. Bab 11-13: https://goo.gl/53bMQE (22 menit, 11MB)
  6. Bab 14-16: https://goo.gl/8C3YHV (30 menit, 16MB)
  7. Bab 17-20: https://goo.gl/ZGH2eD (30 menit, 16MB)
  8. Bab 21-26: https://goo.gl/s4sWpN (30 menit, 15 MB).
  9. Bab 27-33: https://goo.gl/nQcfbz (44 menit, 21 MB).
  10. Bab 34-38: https://goo.gl/7oaWi3 (46 menit, 22 MB).
  11. Bab 39-50: https://goo.gl/YR9b6E (60 menit, 28 MB).
  12. Bab 51-57: https://goo.gl/9Tb9vm (37 menit, 18 MB).
  13. Bab 58-65: https://goo.gl/q9sD1R (39 menit, 19 MB).

Materi kajian Kitab Tauhid (terjemahan bahasa Indonesia) dapat didownload di https://islamhouse.com/id/books/70872/

Semoga kajian ini bermanfaat.

Pemateri: Abu Zakariya Sutrisno, M.Sc

——

✅ Info detail dan dokumentasi kajian KUI: http://ukhuwahislamiah.com/kui/

✅ Join channel Telegram: telegram.me/ukhuwahislamiahcom

✅ IG: ukhuwahislamiahcom

✅ FB: https://www.facebook.com/ukhuwahislamiahcom

Iklan
Aqidah, Manhaj

Siapakah Al Firqatu An Najiyah di Zaman Ini dan Apa Ciri Khas Mereka?


salafSyaikh Dr Saleh Al Fauzan hafidzahullah pernah ditanya:

Siapakah Al Firqatu An Najiyah Al Manshuroh (golongan yang selamat dan yang ditolong oleh Allah) di zaman ini? Dan apa saja sifat serta cirri khas mereka?

 

Beliau Menjawab:

Al Firqatu An Najiyah Al Manshuroh di zaman ini – dan sampai kiamat kelak- adalah mereka yang dikatakan Rasulullah dalam sabdanya,

افْتَرَقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً. كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً» ، قَالُوا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي/.

Umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan. Umat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. Seluruhnya di neraka kecuali satu.” Para sahabat bertanya, “Siapa mereka wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Barangsiapa berada diatas seperti apa yang saya dan sahabat saya diatasnya.”  [1]

Allah berfirman tentang mereka,

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS At Taubah: 100)

Diantar sifat golongan ini : Continue reading “Siapakah Al Firqatu An Najiyah di Zaman Ini dan Apa Ciri Khas Mereka?”

Adab, Adab & Akhlak, Adab Islami, Aqidah, Fiqih, Ilmu, Manhaj

Kitab Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah ( Beberapa Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat)


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah memberi penjelasan ringkas hal-hal penting yang perlu diketahui kaum muslimin dalam kitabnya yang berjudul Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah. Kiranya kitab yang ringkas ini dapat menjadi tahapan awal untuk mendalami agama islam dan sebagai pegangan para da’I dalam membimbing umat. Ebook kitab dapat didownload di : Http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_Pelajaran_Penting_Untuk_Seluruh_Umat.pdf

Berikut daftar isi dari kutaib tersebut yang kami beri link beberapa tulisan kami yang berkaitan dengan point-point yang disebutkan syaikh. Semoga bermanfaat.

Pelajaran Ke:

1. Mempelajari Surat Al fatihah dan Surat2 pendek lainnya dari al-Zalzalah sampai An-Nas
2. Makna dan Syarat La ilaha illallah
3. Rukun Iman
4. Pembagian Tauhid dan Syirik
5. Rukun Islam (Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji) Continue reading “Kitab Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah ( Beberapa Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat)”

Aqidah, Manhaj

10 Pembatal Keislaman


Syaikh Muhammad at Tamimi rahimahullah (wafat 1206 H)

Ketahuilah bahwa pembatal-pembatal keislaman itu ada 10:

Pertama: Syirik dalam beribadah kepada Allah. Allah berfirman,

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (an-Nisa` : 48)

Dan Allah berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (al Maidah: 72)

Diatara bentuk kesyirikan adalah menyebelih untuk selain Allah, seperti menyembelih untuk jin atau kuburan.

Continue reading “10 Pembatal Keislaman”

Aqidah, Manhaj

Ulasan Ringkas Tentang Dua Kalimat Syahadat


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

أشهد ان لا اله إلا الله و اشهد ان محمّد عبده رسوله

Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.

Pendahuluan

Dua kalimat syahadat adalah kalimat yang sangat agung. Syahadat adalah salah satu pilar islam [1], ia juga merupakan kunci surga [2]. Persaksian yang membedakan antara muslim dan kafir, yang barangsiapa mengucapkannya maka haram jiwa, harta, dan kehormatannya [3]. Lalu sebenarnya apa makna yang terkandung di dalam dua kalimat tersebut? Dan apa saja hal-hal penting yang berkaitan dengannya?

Bagian Pertama: Syahadat “an laa ilaha illallah” {شهادة ان لا اله إلا الله}

Makna لا اله إلا الله :

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala.”

Allah berfirman,

شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada sesembahan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada sesembahan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (al Imran: 18)

Rukun لا اله إلا الله :

1. Nafyu (لا اله): Penafian seluruh yang disembah kecuali Allah Ta’ala

2. Itsbat (إلا الله) : Menetapkan ibadah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya.

Syarat-Syaratnya :

Syahadat ini memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sah saat mengucapkannya. Syarat-syaratnya yaitu: Harus disertai dengan ilmu, keyakinan, penerimaan, ketundukan, kejujuran, keikhlasan, keciantaan, dan pengingkaran terhadap seluruh sesembahan selain Allah. Terhimpun dalam dua bait syair berikut :

عِلْمٌ يَقِيْنٌ وَإِخْلاَصٌ وَصِدْقُكَ مَعَ مَحَبَّةٍ وَانْقِيَادٍ وَالْقَبُوْلِ لَهَا

و زيد ثامنها الكفران منك بما سوى الاله من الاشياء قد الها

Ilmu, yakin dan ikhlas berikut kejujuranmu bersama kecintaan, ketundukan dan kepasrahan menerimanya. Ditambah (syarat) yang kedelapan (adalah pengingkaran) terhadap seluruh yang disembah selain Allah.[4]

Konsekuensi: Tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah semata.

Bagian Kedua: Syahadat “wa anna Muhammad abduhu wa rasuluhu” { ان محمّد عبده رسوله}

Makna:

“Sesunggunhya Muhammad adalah hamba dan utusanNya”

Jadi dalam satu sisi beliau adalah Abdullah (hamba Allah) sebagaimana makhluq lainnya yang beribadah kepada Allah. Di sisi lain beliau adalah Rasulullah (utusan Allah) yang diutus kepada manusia untuk menyampaikan wahyu dari Allah. Allah berfirman,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya (Tuhan) sesembahan kalian itu adalah (Tuhan) sesembahan yang Maha Esa”. (al Kahfi: 110)

Rukun dari syahadat ini [5]:

1. Mentaati apa yang ia perintahkan [6]

2. Membenarkan apa yang ia kabarkan [7]

3. Menjauhi apa yang ia larang dan peringatkan [8]

4. Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang ia tuntunkan [9]

Syaikh Abdul Aziz alu Syaikh mengatakan, “ Adapun kebenaran bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah , maka mengandung beberapa perkara, kepala dan dasarnya adalah beriman dengannya. Dan hal itu dengan iman dan keyakinan yang sempurna bahwa beliau adalah utusan Allah yang sebenarnya. Allah berfirman, Muhammad itu adalah utusan Allah (QS. al-Fath:29)” [10].

Lalu beliau memberi rincian penjelasan, yang ringkasnya sebagai berikut: Sesungguhnya risalahnya mencakup semua manusia, bangsa arab dan ajam (non arab)[11]. Bahkan risalahnya mencakup bangsa jin juga [12]. Beriman bahwa beliau adalah seorang hamba yang tidak disembah dan utusan yang tidak didustakan. Beriman bahwa beliau adalah penutup para nabi dan rasul [13], dan sesungguhnya kitabnya al-Qur`an adalah kitab terakhir yang diturunkan yang membenarkan atasnya, dan syari’atnya menasakh syari’at-syari’at sebelumnya [14]. Di antara kebenaran bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah: mencintai [15], membela, loyal , dan mengagungkannya [15] , dan setelah wafatnya adalah membela sunnahnya .

Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulallah serta keluarga dan sahabatnya.

Selesai ditulis di Riyadh, 14 Rajab 1432 H (16 Juni 2011).

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: http://www.thaybah.or.id / http://www.ukhuwahislamiah.com

Notes:

[1]. Sebagaimana hadist Ibnu Umar, Bukhari (8), Muslim (16)

[2]. Lihat HR. Muslim (149) dari Ubadah bin Shamit , tetang orang yang bersyahadat… dst dipersilahkan masuk lewat ke 8 pintu surga dari mana ia suka.

[3]. Sebagaimana hadist Ibnu Umar, Bukhari (25) dan Muslim (22)

[4]. Sebagaimana yang disebutkan syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz dalam kutaibnya ad Durrusu al Muhimmah li ‘Aammati al Ummah (Pelajaran yang Penting Untuk Segenap Ummat) tentang syarat-syarat La ilaha illallah.

[5]. Sebagaimana disebutkan Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah dalam Tsalatsatul Ushul

[6]. lihat QS an Nisa: 59

[7]. lihat QS an Najm: 3-4

[8]. Lihat QS al Hasyr: 7

[9]. Lihat QS al Ahzab 21

[10]. Lihat kutaib Haqiqatu Syahaadah anna Muhammadar Rasulullah, karangan syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad alu Syaikh hafidzahullah (hal 70)

[11]. lihat QS. al-A’raaf:158 dan HR. al-Bukhari (1/86) dan Muslim (521) dari Jabir bin Abdillah

[12]. lihat QS. al-Ahqaaf :29-32

[13]. Lihat QS. al-Ahzaab:40

[14]. Lihat QS. Ali Imran :85

[15]. Sesuai hadist Anas bin Malik, HR. Muslim (44 dan 70)

[16]. Lihat QS. al-A’raf:157

Aqidah, Manhaj

Sudahkah Kita Memahami Rukun Iman?


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Pendahuluan

Segala sesuatu memiliki rukun-rukun (pokok-pokok) yang mendasari hal tersebut. Begitu juga dengan keimanan, maka ia juga memiliki pokok-pokok yang menjadi asas atas bagian-bagiannya. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Allah dan rasulNya telah menjelaskan kepada kita bahwa rukun dari keimanan itu adalah: iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitabNya, para rasul, hari akhir dan iman pada takdir. Allah berfirman,

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi …” (Al Baqarah: 177).

Tentang takdir, Allah berfirman,

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Continue reading “Sudahkah Kita Memahami Rukun Iman?”

Aqidah, Manhaj

Empat Kaidah Memahami Kesyirikan


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Syirik adalah dosa yang paling besar dan paling berbahaya bagi manusia. Agar tidak jatuh didalamnya seorang muslim hendaknya berusaha mengetahuinya dan memahaminya dengan baik. Barangsiapa yang tidak tahu akan sesuatu akan terjatuh padanya. Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan memahami kaidah-kaidah dasarnya. Dengan mengetahui kaidah-kaidahnya maka mudah untuk membedakan suatu perbuatan termasuk kesyirikan atau bukan. Berikut kami ringkas tulisan seorang ulama besar, syaik Muhammad At Tamimi, yang berjudul al Qowaaidul Arba’ yang memaparkan kaidah memahami kesyirikan secara ringkas, jelas dan mengena.

Antara Tauhid dan Syirik

Manusia tidak diciptakan kecuali untuk beribadah kepadaNya dan memurnikan ibadah tersebut hanya semata untukNya. Allah berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-Dzariyaat: 56)

Pokok dari ibadah adalah tauhid [1]. Untuk itu hendaknya setiap muslim berusaha untuk menjaga ibadahnya jangan sampai bercampur kesyirikan. Ibadah yang bercampur dengan kesyirikan akan merusak ibadah tersebut bahkan akan menggugurkan amal pelakunya dan diancam kekal di neraka. Selain itu dosa syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni oleh Allah , sebagaimana firmanNya,

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An- Nisaa’: 48)

Continue reading “Empat Kaidah Memahami Kesyirikan”