Beranda > Aqidah, Manhaj > 10 Pembatal Keislaman

10 Pembatal Keislaman


Syaikh Muhammad at Tamimi rahimahullah (wafat 1206 H)

Ketahuilah bahwa pembatal-pembatal keislaman itu ada 10:

Pertama: Syirik dalam beribadah kepada Allah. Allah berfirman,

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (an-Nisa` : 48)

Dan Allah berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (al Maidah: 72)

Diatara bentuk kesyirikan adalah menyebelih untuk selain Allah, seperti menyembelih untuk jin atau kuburan.


Kedua: Menjadikan perantara (wasilah) antara dirinya dan Allah, menyeru mereka, meminta syafaat dari mereka, bertawakal kepada mereka, maka kafir secara ijma’.

Ketiga: Tidak mengkafirkan orang-orang yang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan madzhab/kepercayaan mereka, maka kafir.

Keempat: Berkeyakinan petujuk selain Rasulullah sempurna baik dari petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, atau menganggap hukum selainnya lebih baik dari hukum beliau seperti orang yang lebih mengutamakan hukum para thagut atas hukum beliau, maka mereka kafir.

Kelima: Barangsiapa benci terhadap sesuatu yang dibawa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam, walaupun mengamalkannya, maka kafir.

Keenam: Barangsiapa mengolok-olok sesuatu yang ada dalam agama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam, atau Allah, atau adzabNya, maka kafir. Dalilnya adalah firman Allah,

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman (Taubah: 65-66)

Ketujuh: Sihir, diantaranya yaitu sharf*) dan athf**), barangsiapa melakukannya atau ridho dengannya maka kafir. Dalilnya firman Allah Ta’ala,

يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ و ما

Dan keduanya tidak mengajarkan (sesuatu dari sihir) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir”. (Al Baqarah: 102)

Kedelapan: Membela dan Menolong orang-orang musyrik melawan kaum muslimin. Dalilnya adalah firman Allah,

وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (al Maidah: 51)

Kesembilan: Barangsiapa berkeyakinan bahwa ada sebagian manusia yang diperbolehkan untuk keluar (tidak mengamalkan) syariat Nabi Muhammad, sebagaimana bolehnya Nabi Khidir keluar dari syariat Nabi Musa alaihimassalam, maka dia kafir.

Kesepuluh: Berpaling dari agama Allah Ta’ala, tidak mempelajari dan mengamalkanya. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (as Sajdah: 22)

Tidak ada bedanya bagi seluruh pembatal ini baik bercanda, serius, atau dengan takut, kecuali jika terpaksa. Semua hal itu adalah hal yang paling berbahaya dan paling banyak terjadi. Maka hendaknya setiap muslim berhati-hati dengannya dan takut darinya atas dirinya.

Kita berlindung kepada Allah dari penyebab murkaNya dan dari pedihnya siksaNya. Shalawat dan salam semoga tercurah untuk sebaik-baik makhluq, Nabi Muhammad, dan atas keluarga serta sahabatnya.

Rujukan teks dalam bahasa arab: Nawaaqidhul Islam karya Syaikh Muhammad at Tamimi rahimahullah, teks diambil dari Mutun Thalibil Ilmi (Kumpulan Matan untuk Penuntut Ilmu) tingkat pertama yang disusun oleh Dr. Abdul Muhsin Qasimi -Iman dan Khatib Masjid Nabawi- hafidzahullah

Selesai diterjemahkan di Riyadh, 16 Rajab 1432 (18 Juni 2011)

Abu Zakariya Sutrisno

Notes: *) Sharf: Guna-guna/pembenci, sihir untuk membuat dua orang (atau suami istri) jadi saling benci

**) Athf: Pelet/perekat, sihir untuk membuat dua orang saling suka

  1. Juli 6, 2011 pukul 11:42 am

    assalamualaikum ustadz. Artikel diatas sangat bermanfaat sekali. Tapi mohon maaf ustadz berhubung ilmu saya yang masih kurang memadai, sepertinya perlu dibahas satu-satu dari sepuluh pembatal islam, mengenai contoh-contoh prilaku pembatal keislaman kita tersebut. terima kasih banyak

  2. Juli 8, 2011 pukul 4:58 am

    Assalamu’alaikum… Berkunjung akhi… Kunjungi balik yah… hehehe http://www.salamhanif.web.id/2011/06/hikmah-dalam-berdakwah.html

  3. Januari 1, 2012 pukul 8:46 am

    syukran jazakumullahu khair

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: