Beranda > Assunnah > Rapat dan Luruskan Shof-Shof Kalian!!!

Rapat dan Luruskan Shof-Shof Kalian!!!


makam-basilam.jpgJudul ini merupakan sebuah penggalan perintah sang Umar Al-Faruq rodhiyallohu’anhu kepada makmum sesaat sebelum mengimami sholat berjamaah. Hal itu merupakan wujud perhatian besar beliau terhadap tuntunan Rosulululloh shollallohu ’alaihi wassalam yang mulia ini. Sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas rodhiyallohu’anhu bahwasanya Rosululloh bersabda yang artinya, ”Rapikan (rapat dan lurus) shof kalian, sesungguhnya shof termasuk bagian menegakkan sholat.” (HR. Bukhori 732). Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar rodhiyallohu’anhuma, Rosululloh shollallohu ’alaihi wassalam bersabda, ”Rapikanlah shof, sejajarkan antara bahu, penuhi yang masih kosong(masih longgar), bersikap lunaklah terhadap saudara kalian dan janganlah kalian biarkan kelonggaran untuk setan. Barangsiapa yang menyambung shof, Alloh akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutus shof Alloh akan memutusnya.” (HR. Abu Dawud no. 666). Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang menekankan pentingnya merapatkan & meluruskan shof.

Wajibnya meluruskan dan merapatkan shof

Ternyata Rosululloh tidak hanya memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shof, namun beliau juga mengancam keras orang-orang yang tidak merapikan shof mereka seperti dalam suatu redaksi hadits, ”Sungguh kalian mau merapikan shof kalian atau kalau tidak maka Alloh akan menjadikan perselisihan diantara kalian.”(HR Bukhori-Muslim). Sebuah kaidah dalam Islam menyatakan bahwa asal perintah adalah wajib. Begitu pula mustahil suatu perkara yang mendapatkan ancaman maka hukumnya hanya sampai sunnah saja. Maka pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah wajibnya merapikan shof dan apabila suatu jama’ah sholat tidak merapikan shof mereka maka mereka berdosa. Dan inilah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullohu yang dapat kita lihat dalam kitab Majmu’ Fatawa karangan beliau. Namun bagi yang tidak merapikan sholat maka sholatnya tetap sah berdasarkan perbuatan Anas rodhiyallohu’anhu yang mengingkari mereka yang tidak merapikan sholat tetapi tidak memerintahkan agar mereka mengulanginya.

Bagaimana cara meluruskan shof?

Adapun sifat dan tata cara merapikan shof telah tercantum dalam banyak hadits diantaranya sebuah hadits dari Nu’man bin Basyir rodhiyallohu’anhu, beliau berkata,”Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam pernah menghadap manusia dengan wajahnya seraya mengatakan, Rapikanlah shof-shof kalian (3x). Demi Alloh, kalian merapikan shof kalian, atau kalau tidak maka Alloh akan menjadikan perselisihan diantara hati kalian.’ Nu’man berkata, ’Lalu saya melihat seorang merapatkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan mata kakinya dengan mata kaki temannya.” (HR. Abu Dawud no. 662).  

Hadits-hadits ini menunjukan secara jelas pentingnya merapikan shof dan hal itu termasuk kesempurnaan sholat hendaknya saling lurus dan tidak maju mundur antara satu dengan yang lain, dan saling rapat satu dengan yang lain, dan saling rapat antara bahu dengan bahu, kaki dengan kaki, dan lutut dengan lutut. Namun pada zaman sekarang, sunnah ini dilupakan, seandainya engkau mempraktekkannya, niscaya masyarakat lari seperti keledai. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Adapun kita sesudah mengetahui tentang perintah ini sudah sepantasnya berusaha sekuat kemampuan melaksanakannya. Tidakkah kita ingin merasakan kelezatan menegakkan amalan ini di dalam hati kita. Serta menjadi pemegang tombak syariat di muka bumi ini. Semoga Alloh subhana wata’ala memberikan hidayah kepada kita semua.

Keimpulannya, merapikan shof meliputi hal-hal berikut:

  1. Meluruskan barisan sholat dan merapikannya
  2. Memenuhi shof yang masih renggang
  3. Menyempurnakan shof yang pertama terlebih dahulu dan begitu seterusnya
  4. Saling berdekatan

Sholat di antara dua  tiang ?

Maka konsekuensi dari perintah merapikan dan merapikan shof sholat adalah tidak membuat shof diantara tiang- kecuali dharuri (terpaksa)-sehingga shof sholat terputus. Sebagaimana para sahabat menghindari hal tersebut di zaman Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam. Konsekuensi yang lain adalah seyogyanya mengisi kekosongan dalam shof sekalipun di tengah sholat mengamalkan hadits yang diriwayatkan Thabrani dengan  redaksi terjemahannya ”Tidak ada langkah yang lebih banyak pahalanya daripada pahala seseorang menuju kelonggaran dalam shof untuk menutupinya.” (disarikan dari Majalah Al-Furqon edisi 10 tahun IV oleh Ahmad Al-Bikasy)

 

 

 

 

About these ads
Kategori:Assunnah
  1. my
    April 4, 2008 pukul 1:17 pm

    Assalaamu’alaykum
    afwan,mo tanya klo kita tertinggal sholat dan mendapati shof terakhir jamaah adalah shof yang terputus oleh tiang.
    apakah kita mengisi shof tersebut atau membuat shof baru yang tidak terputus oleh tiang….?

    Admin
    ‘alaykumussalam afwan baru bisa balas, doakan agar pembahasannya bisa kita baca bersama di blog ini, setelah saya tanyakan pada ustad. Wallahua’lam

  2. irsyad al fauzan
    Desember 31, 2008 pukul 9:00 am

    shof sholat berjamaah yang sesuai Sunnah Nabi SAW..
    bisa di lihat di :

    1. http://www.friendster.com/photos/84262494/1/932493711
    2. http://www.friendster.com/photos/84262494/1/300979820

    semoga bermanfaat, jazakallah khoir…

  3. irsyad al fauzan
    Januari 7, 2009 pukul 5:16 am

    atau email ke : shof_sholat@yahoo.com

  4. heru
    Januari 10, 2009 pukul 3:26 am

    bagaimana hadisnya untuk meluruskan shof dalam sholat. (Dalam bahasa arab).

    Admin’s says:
    “Shawwu shufufakum, fa inna tashwiyyatash shufufiy min tama mish shalat…”

  5. Mei 6, 2010 pukul 10:32 am

    “Shawwu shufufakum, fa inna tashwiyyatash shufufiy min tama mish shalat…”

    Assalamu’alaikum…
    afwan kalau surat diatas termasuk dalam alqur’an atau al-hadist?
    kalau alqur’an surat apa dan keberapa?
    kalau al-hadist hadist riwayat siapa?

    Syukron

  6. Mei 7, 2010 pukul 2:09 am

    Wa’alaikumsalam, InsyaAllah HR. Bukhori 732

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: