Assunnah

Jalan Keselamatan dari Fitnah Syubhat dan Syahwat


Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Fitnah syahwat dan syubhat (kerancuan pemikiran) adalah dua penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Dua fitnah ini yang ditakutkan Rasulullah menimpa umatnya, beliau bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan” (HR Ahmad)

Apalagi kita hidup di akhir zaman yang mana fitnah syahwat maupun syubhat semakin meraja lela. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan sarana komunikasi selain membawa manfaat juga menyembabkan keburukan begitu mudah menyebar.   Apalagi dengan adanya internet dan smartphone, jerat-jerat syubhat dan syahwat seolah mampu menjangkau seluruh manusia.  Betapa banyak pribadi-pribadi yang awalnya nampak pada dirinya tanda kebaikan ternyata begitu cepat terjerumus dalam kubangan syubhat maupun syahwat. Lalu bagaimana caranya agar kita selamat dari kedua fitnah ini? Continue reading “Jalan Keselamatan dari Fitnah Syubhat dan Syahwat”

Ilmu

20 Cara Mengagungkan Ilmu


multazimSegala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Ilmu adalah harta yang paling berharga, ia adalah warisan para Nabi. Dengan ilmu tercapai kebahagian dunia dan akhirat. Bagian seorang hamba dalam ilmu selaras dengan pengagungan dan penghormataannya terhadap ilmu. Barangsiapa hatinya dipenuhi dengan pengagungan terhadap ilmu maka akan semakin mudah mendapatkan ilmu. Sebaliknya, semakin kurang pengagungannya terhadap ilmu maka akan sulit mendapatkan ilmu. Benarlah perkataan hikmah berikut,

من لا يكرمُ العلمَ لا يكرمه العلمُ

Barangsiapa tidak memuliakan ilmu maka ilmu tidak akan menjadikannya mulia…”

Berikut ini beberapa hal utama untuk meningkatkan pengagungan ilmu dalam diri kita:

  1. 1.       Membersihkan bejana ilmu – yaitu hati-

Hati yang bersih dan suci akan lebih mudah untuk didiami ilmu. Kesucian hati kembali pada dua hal penting yaitu:

–          bersih dari syubuhat (kerancuan pemikiran) dan,

–          bersih dari syahwat (nafsu).

  1. 2.       Mengikhlaskan niat

Niat yang benar dalam menuntut ilmu kembali pada 4 hal utama: Continue reading “20 Cara Mengagungkan Ilmu”

Ilmu

Kitab-kitab bagi Penuntut Ilmu


ilmuSyaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

 Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

 

Masih melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang adab menuntut ilmu, pada kesempatan ini kita akan menyebutkan beberapa kitab yang dapat dijadikan pengangan seorang pentuntut ilmu untuk memulai pengembaraanya di samudera ilmu.  Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah merekomendasikan penuntut ilmu untuk memulai tahap belajarnya dengan membaca dan mempelajari kitab-kitab berikut:

 

Di Bidang Aqidah:

  1. Tsalaatsatul Al Ushuul
  2. Al Qawa’idul Arba’
  3. Kasyfu Asy Syubuhaat
  4. Kitabu At Tauhid

Keempat kitab tersebut karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi rahimahullah

  1. Al Aqidah Al Waasithiyyah
  2. Al Hamawiyah
  3. At Tadmuriyah

Ketiga kitab tersebut karangan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah rahimahullah

  1. Al Aqidatu Ath Thahawiyah karya syaikh Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath Thahawiy rahimahullah
  2. Syarah Al Aqidati Ath Thahawiyah karya Abi Al Hassan Aly bin Abi Al Izz rahimahullah
  3. Duraru As Saniyah fi Ajwibah Al Najdiyah karya Abdurrahman bin Qasim rahimahullah
  4. Durratu Al Madhiyah fi Aqidati Al Firqatu Al Mardhiyah karya Muhammad bin Ahmad as Safaaraniy Al Hambali rahimahullah (Ada didalamnya beberapa hal yang menyelisihi madzhab ahlussunnah wal jama’ah)

Continue reading “Kitab-kitab bagi Penuntut Ilmu”

Ilmu

Rihlah Para Ulama’ dalam Menuntut Ilmu


rihlah ilmuTelah menjadi kebiasaan para ulama melakukan rihlah(perjalanan jauh) untuk menuntut ilmu. Mereka bersabar hidup jauh dari sanak kerabat dan orang2 yg dicintai demi mendapatkan warisan para Nabi(yaitu ilmu). Mereka memahami benar bahwa ilmu itu perlu dicari dan didatangi, dia tidak datang dengan sendirinya. Hal ini sebagaimana dikatakan,

العلم يؤتى ولا يأتي

“Ilmu itu didatangi, dan tidak datang (dengan sendirinya)”

Sebelumnya tentu kita ingat kisah Nabi Musa mengikuti Khidir alaihimassalam. Dengan susah payah Nabi Musa berusaha mencari Khidir lalu mengikutinya untuk mendapatkan ilmu yang ia belum miliki atau ketahui (lihat kisah selengkapnya di dalam surat al Kahfi ayat 60-82). Begitu juga dengan kisah para sahabat yang datang dari segala penjuru untuk menemui dan belajar dari Rasulullah. Mereka bertanya tentang urusan agama mereka. Setelah mereka memiliki ilmu yang cukup maka Rasulullah mengutus mereka kembali untuk mengajari kaum mereka.

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu pernah mengadakan perjalanan selama satu bulan menuju Syam hanya untuk mendapatkan satu hadits. Beliau di Syam menemui Abdullah bin Unais untuk mendengar sebuah hadits dari Rasulullah sholallahu alahi wasallam. Para tabi’in dan ulama’-ulama’ setelah mereka juga demikian. Tidak sedikit dari mereka yang menempuh perjalanan yang begitu jauh untuk menuntut ilmu. Ilmu adalah sesuatu yang agung maka tidak mengherankan untuk mendapatkannya perlu perjuangan. Continue reading “Rihlah Para Ulama’ dalam Menuntut Ilmu”

Nasehat

Pena Bermata Dua


Pena Bermata Dua

Pena Bermata Dua

 Nasehat Bagi Para Penulis

 Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr [1]

Semoga Allah subhanahu wata’ala  memuliakan pena sebagai makhluk pertama ciptaan-  Nya[2], sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah shalallohu’alaihi wasallam. Dan Allah telah bersumpah dengan pena karena kemuliaan yang dimilikinya dan kemuliaan dari tujuan diciptakannya. Allah subhanahu wata’ala berfirman :

ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

Nun, demi qolam (pena) dan apa yang mereka tulis.” (QS. Al-Qolam :1)

Allah subhanahu wata’ala bersumpah dengan pena bahwa dakwah agama Islam bersandar kepada seorang Nabi yang ma’shum yang sempurna akal dan kekuatannya. Oleh sebab itu, Allah meneruskan ayat di atas dengan firman-Nya :

مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ

“Berkat nikmat Rabb-mu, kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.” (QS. Al-Qolam:2)

Sebab, gila merupakan penyakit yang dapat menghalangi diri dari menjalankan kewajiban agama dan menyampaikan dakwah, juga merupakan salah satu factor penyebab melampau batas.   Continue reading “Pena Bermata Dua”

Assunnah, Ilmu, Manhaj

Kesalahan-Kesalahan yang Harus Dihindari Penuntut Ilmu


Gambar

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Masih melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang adab menuntut ilmu , pada kesempatan ini kita akan membahas tentang kesalahan-kesalahan yang harus dihindari oleh seorang pentuntut ilmu. Pembahasan ini kami ringkas dari Kitabul Ilmi karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Semoga bermanfaat.

 

Sebagian Kesalahan yang Dilakukan Penuntut Ilmu yang Hendaknya Dihindari:

Pertama: Hasad

Definisi hasad adalah tidak sukanya seseorang atas nikmat yang Allah berikan pada orang lain. Definisi ini sebagaimana disampaikan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah  rahimahullah. Hasad tidaklah mendatangkan bagi pemiliknya kecuali bahaya dan kerugian, diataranya:

–          Dengan hasad berarti ia benci dengan apa yang Allah telah takdirkan.

–          Hasad memakan kebaikan, sebagaimana api melahap kayu bakar.

–          Muncul dalam hatinya kesusahan dan kesedihan

–          Tasyabuh dengan sifat yahudi yang suka hasad

–          Meskipun ia hasad tidak mungkin dengannya ia dapat menghilangkan nikmat orang lain

–          Hasad menafikan sempurnanya iman. Rasulullah bersabda, Tidak sempurna keimanan salah satu diatara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya (HR Bukhari dan Muslim). Continue reading “Kesalahan-Kesalahan yang Harus Dihindari Penuntut Ilmu”

Ilmu, Manhaj

Hal-hal yang Membantu dalam Menuntut Ilmu


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang adab menuntut ilmu , pada kesempatan ini kami ringkaskan beberapa hal yang dapat membantu dalam menuntut ilmu. Pembahasan ini kami ringkas dari Kitabul Ilmi karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Semoga bermanfaat.

Hal-hal yang Membantu dalam Menuntut Ilmu:
Pertama: Taqwa

Allah berfirman,

يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada ALlah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (QS Al Anfaal: 29)

Keataqwaan akan menambah petunjuk dan ilmu pada seseorang, yang dengannya ia bisa membedakan yang haq dengan yang batil, yang benar dengan yang salah, yang bermanfaat dengan yang bermudharat. Berkata imam Syafi’I

“Saya mengadu kepada Waqi’ (gurunya) tentang buruknya hafalanku. Ia pun menasehati saya untuk meninggalkan maksiat. Ia berkata, ketahuilah sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan pada ahli maksiat ”
Continue reading “Hal-hal yang Membantu dalam Menuntut Ilmu”