Fiqih, Fiqih

Tatacara Tayamum


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya

Setelah membahas tentang wudhu dan mandi wajib, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang tatacara tayamum. Tulisan ini kami sarikan dari kitab Mulakhos Fiqhiyah karangan guru kami, Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan hafidzahullah ta’ala .

Kadang kala seseorang terhalang menggunakan air untuk bersuci, maka baginya ada keringanan yaitu bertayamum. Ini termasuk bukti sempurna dan mudahnya agama islam. Seseorang diperbolehkan bertayamum jika tidak mendapatkan air atau terhalang menggunakan air karena suatu sebab. Allah berfirman,

وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيداً طَيِّباً فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih). sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.. (al Ma’idah: 6)
Continue reading “Tatacara Tayamum”

Iklan
Fiqih, Fiqih

Tatacara Mandi Wajib


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya

Setelah membahas tentang wudhu, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang tatacara mandi. Tulisan ini kami sarikan dari kitab Mulakhos Fiqhiyah karangan guru kami, Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan hafidzahullah ta’ala . Mandi disini maksudnya adalah mandi untuk mengangkat hadas besar, sebagaiman wudhu untuk mengangkat hadas kecil. Hukum dari mandi (karena hadas besar) ini adalah wajib, sebagaimana firman Allah,

وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُواْ

Dan jika kamu junub maka bersucilah (mandilah) (al Maidah: 6)

Sebab Mandi Wajib

Sebelum membahas tatacara mandi, berikut adalah hal-hal yang menyembabkan seseorang wajib mandi.

Pertama, keluar mani, baik laki-laki maupun perempuan. Continue reading “Tatacara Mandi Wajib”

Fiqih, Manhaj

Tata Cara Wudhu Rasulullah


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. al Ma’idah: 6)

Dalam kesempatan kali ini kami meringkas tentang tata cara wudhu yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Tulisan ini kami sarikan dari kitab Mulakhos Fiqhiyah karangan guru kami, Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan hafidzahullah ta’ala. Didalamnya terkandung hal yang diwajibkan dan yang disunnahkan dalam berwudhu. Tata cara wudhu dalam kitab tersebut berdasarkan dalil-dalil dari al-qur’an dan as-sunnah. Semoga memudahkan bagi yang ingin menjalankan wudhu dengan cara yang benar.

Tata cara berwudhu:

1. Berniat untuk wudhu.

Niat letaknya dalam hati jadi tidak perlu dilafadzkan. Continue reading “Tata Cara Wudhu Rasulullah”

Fiqih

Larangan-Larangan Bagi yang Berhadas


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Agama Islam adalah agama yang sempurna. Salah satu bentuk kesempurnaannya adalah syariatnya mencakup setiap lini kehidupan manusia. Tidak ada satu pun yang berkaitan dengan kehidupan manusia kecuali telah diatur dalam agama ini. Tidak terkecuali  dalam masalah kebersihan dan kesucian, syariat islam telah menjelaskan begitu detail dan terperinci dalam masalah ini. Syariat Islam menjelaskan cara bersuci dari hadas (baik dengan wudhu maupun mandi), dan juga bagaimana bersuci dari najis, bahkan menjelaskan dengan detail bagaimana adab-adab dalam  membuang hajat. Sehingga tidak berlebihan jika katakan “agama islam adalah agama kebersihan dan kesucian”.

Berkaitan masalah bersuci (thaharah) tulisan kali ini akan membahas tentang beberapa larangan bagi seorang yang berhadas. Pembahasan ini kami sarikan dari kitab Mulakhos Fiqhiyah karangan guru kami, Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan hafidzahullah ta’ala ( Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Ar Raudh Al Murbi’ Syarh Zaad al Mustaqni’). Semoga bermanfaat.

Terdapat beberapa amalan yang dilarang bagi setiap orang  yang berhadas selama ia belum bersuci dari hadasnya, baik hadas besar maupun kecil. Selain itu terdapat juga beberapa amalan yang khusus  dilarang bagi orang yang berhadas besar saja.

Pertama, Hal-hal yang dilarang bagi seorang yang berhadas (baik besar maupun kecil):

1. Menyentuh mushaf Al Qur’an.

Seorang yang berhadas dilarang menyentuh (tanpa pembatas) mushaf Al Qur’an sebagaimana Allah berfirman,

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

 

“ tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”(QS. Al-Waqiah: 79)

Maksudnya “الْمُطَهَّرُونَ” adalah suci dari hadas baik karena junub maupun yang lainnya. Hal ini sebagaimana dikatakan sebagian ulama bahwa yang dimaksud “الْمُطَهَّرُونَ” dalam ayat diatas adalah dari golongan manusia. Akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa “الْمُطَهَّرُونَ” dalam ayat di atas maksudnya adalah malaikat yang disucikan. Meskipun ditafsirkan bahwa yang dimaksud dalam ayat di atas adalah para malaikat yang mulia maka tercakup juga didalamnya hukum (larangan) bagi manusia dengan dalil isyarat akan hal itu.

Continue reading “Larangan-Larangan Bagi yang Berhadas”