Beranda > Assunnah > Jalan Keselamatan dari Fitnah Syubhat dan Syahwat

Jalan Keselamatan dari Fitnah Syubhat dan Syahwat


Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Fitnah syahwat dan syubhat (kerancuan pemikiran) adalah dua penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Dua fitnah ini yang ditakutkan Rasulullah menimpa umatnya, beliau bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan” (HR Ahmad)

Apalagi kita hidup di akhir zaman yang mana fitnah syahwat maupun syubhat semakin meraja lela. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan sarana komunikasi selain membawa manfaat juga menyembabkan keburukan begitu mudah menyebar.   Apalagi dengan adanya internet dan smartphone, jerat-jerat syubhat dan syahwat seolah mampu menjangkau seluruh manusia.  Betapa banyak pribadi-pribadi yang awalnya nampak pada dirinya tanda kebaikan ternyata begitu cepat terjerumus dalam kubangan syubhat maupun syahwat. Lalu bagaimana caranya agar kita selamat dari kedua fitnah ini?

Bersegera dalam beramal

Salah satu cara agar selamat dari fitnah adalah bersegera dalam beramal. Sungguh indah wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا.

Bersegeralah kalian melakukan amal kebaikan (sebelum datangnya) fitnah-fitnah bagaikan malam yang gelap gulita, seseorang dalam keadaan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, atau di sore hari dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari, dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR Muslim)

Istiqomah dalam beramal

Selain bersegera dalam mengerjakan amal kebaikan maka hendaknya kita juga berusaha istiqomah diatasnya. Amalan yang sedikit tetapi istiqomah itu lebih baik daripada banyak tetapi hanya sesaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Amal yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Orang yang bersegera dalam amal kebaikan (baik ibadah atau yang lainnya), kemudian dia istiqomah diatasnya maka ia akan sibuk dengan amalnya tersebut. Hal ini akan meminimalisir pengaruh fitnah terhadap dirinya. Sebaliknya orang yang jauh dari amal kebaikan maka akan mudah terpengaruh dengan fitnah bahkan ia akan sibuk dengan fitnah tersebut dan akhirnya terjerumus di dalamnya. Dikatakan dalam sebuah perkataan hikmah,

من لم يشغل نفسه بالطاعة شغلته بالمعصية

Barangsiapa tidak menyibukkan jiwanya dengan ketaatan maka jiwanya akan menyibukkan dengan kemaksiatan

Jangan bermain-main dengan fitnah!

Betapa banyak orang terjerumus dalam fitnah syahwat maupun syubhat gara-gara menyepelekan hal tersebut. Jangan merasa “shalih” atau “alim” karena sesungguhnya hati manusia begitu lemah. Betapa banyak yang terfitnah dengan lawan jenis gara-gara bermudah-mudahan dalam berinteraksi dengannya baik lewat HP, internet atau yang lainnya. Disisi lain banyak yang terseret dengan aliran atau pemikiran yang menyimpang gara-gara hanya sekedar ingin tahu awalnya.  Sungguh indah perkataan salah seorang salaf dalam sya’irnya,

خل الذنوب صغيرها وكبيرها فهو التقي

واصنع كماش فوق أر ض الشوك يحذر ما يرى

لا تحقرن صغيرة إن الجبال من الحصى

Tinggalkan segala dosa – yang kecil dan yang besarnya- itulah ketaqwaan..

Bertindaklah seperti seorang yang berjalan di tempat berduri, dia berhati-hati yang dia lihat…

Jangan sekali-kali meremehan dosa kecil, sesungguhnya gunung itu tersusun dari kerikil…

Jangan menyendiri atau bergaul dengan teman yang buruk

Jangan juga suka menyendiri karena akan mudah digoda oleh setan. Rasulullah bersabda,

فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ

Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian, dan dia dari dua orang akan lebih menjauh.” [HR Tirmidzy, dishahihkan Albani]

Orang yang menyendiri akan mudah melakukan dosa dan kemaksiatan apalagi saat imannya sedang menurun. Contohnya orang yang suka menyendiri dan menghabiskan waktunya di dunia maya (internet). Dia akan merasa tidak ada orang lain yang melihat dosa atau kemaksiatan yang dia lakukan. Disisi lain, jangan pula bergaul dengan teman yang buruk akhaq atau aqidahnya. Teman memiliki pengaruh yang sangat kuat pada diri seseorang. Rasulullah bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman. (HR Abu Dawud dan Tirmidzy)

Betapa banyak yang terseret pada kubangan nafsu dan syahwat karena bergaul teman yang rusak. Betapa banyak juga yang jatuh pada pemikiran atau aliran yang menyimpang karena bergaul dengan teman yang menyimpang.   Jauhi bergaul dengan teman-teman yang buruk atau menyimpang. Solusinya adalah hendaknya bergaul dengan teman-teman yang shalih dan berilmu. Mereka akan membuat kita termotivasi melakukan kebaikan dan akan mengingatkan kita jika kita lalai.

Bekali diri dengan ilmu dan Ketaqwaan

Syubhat atau kerancuan pemikiran akan mudah menyerang orang-orang yang minim ilmu. Sedang syahwat akan mudah menyerang orang-orang yang minim keimanan dan rasa takut kepada Allah.  Orang yang memiliki ilmu dan pemahaman yang mendalam akan dengan mudah menyaring syubhat-syubhat yang ada.  Sedang orang yang mimiliki ketaqwaan maka akan membentengi dirinya dari syahwat.  Untuk itu dua bekal ini, yaitu ilmu dan ketaqwaan, sangat penting untuk membentengi diri dari fitnah syubhat dan syahwat.

Banyak berdo’a kepada Allah

Do’a adalah silahul mu’min (senjata seorang mukmin). Hendaknya kita banyak berdo’a agar terhindar dari fitnah syubhat maupun syahwat. Hati manusia begitu lemah, Allah memalingkan sesuai kehendakNya. Hendaknya kita mohon keistiqomahan diatas agamaNya. Diantara do’a yang bisa kita baca adalah do’a yang sering Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa ‎sallam panjatkan,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

‎”Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR ‎Tirmidzi)‎

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Semoga kita semua dijauhkan dari fitnah syubhat maupun syahwat. Sesungguhnya orang yang beruntung adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Rasulullah bersabda,

إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ

Sesungguhnya orang yang beruntung adalah orang yang dijauhkan dari fitnah.” (HR Abu Dawud, dishahihkan Albani)

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 05/11/1436H

www.ukhuwahislamiah.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: