Beranda > Fiqih, Manhaj > Amalan di Bulan Ramadhan

Amalan di Bulan Ramadhan


{ Bagian ketiga dari 3 tulisan tentang puasa }

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Berkaitan dengan pembahasan sebelumnya, yaitu tentang puasa. Pada kesempaan kali ini kami akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan bulan ramadhan, khususnya amalan-amalan yang ada didalamnya.

Keutamaan bulan Ramadhan

Diantara keutamaan bulan ramadhan yaitu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) (QS. Al-Baqarah: 185).

Pada bulan ini setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka.

Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan. [1]

Awal Ramadhan

Diwajibkan berpuasa ketika diketahui telah masuk bulan Ramadhan. Untuk mengetahui masuknya bulan Ramadhan ada tiga cara yaitu:

1. Melihat hilal.

Allah berfirman,

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa (QS. al Baqarah: 185).

Rasulullah juga bersabda, “…berpuasalah karena melihatnya (yaitu hilal).” [2]

2. Persaksian atas melihat hilal dari orang yang adil dan mukalaf.

Sebagaimana perkataan ibnu Umar, “Banyak orang berusaha melihat hilal. Kemudian aku mengabarkan kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa aku sungguh-sungguh melihatnya. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa.” [3]

3. Menggenapkan bulan Sya’ban 30 hari.

Sebagaiman hadist dari Abu Hurairah, “Jika kalian terhalang dari melihat bulan maka genapkanlah (Sya’ban )30 hari.” [4]

Amalan di bulan Ramadhan:

1. Puasa

Puasa ramadhan termasuk salah satu rukun Islam. Puasa ramadhan hukumnya wajib berdasar dalil-dalil dari Kitab dan Sunnah dan ijma’ kaum muslimin. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. al Baqarah:183).

Tentang keutamaan puasa di bulan ramadhan ini dapat dilihat dalam hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala dari Alloh maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” [5]

2. Shalat tarawih

Shalat tarawih termasuk shalat sunnah yang ditekankan (muakkadah), yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Dinamakan shalat tarawih karena orang-orang duduk istirahat antara setiap empat rakaat, karena mereka memanjangkan bacaan. Dalil pensyariatannya adalah Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam, “Barangsiapa berdiri (shalat) dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [6] Tidak ada masalah shalat tarawih dengan 23 raka’at atau 11 raka’at.

3. Iktikaf

Allah berfirman,

ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid (QS. al Baqarah: 187).

Disunnahkan beriktikaf di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh malam yang terakhir. ‘Aisyah berkata,”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ber-i’tikaf di sepuluh hari terakhir pada bulan Romadhon.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Carilah malam lailatul qodar di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon.” [7]

4. Membaca al Qur’an

Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi ketika bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) (QS. Al-Baqarah: 185).

5. Shadaqah

Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” [8]

6. Umrah di bulan Ramadhan

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar:

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Kalau bulan Ramadhan telah tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji. [9]

Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan para sahabatnya.

Selesai ditulis di Riyadh, 15 Jumadil Akhir 1432 H (18 Mei 2011)

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: http://www.thaybah.or.id / http://www.ukhuwahislamiah.com

Notes:

[1]. HR. Al-Bukhari dan Muslim

[2]. Bukhari (1909),Muslim (19/1081)

[3]. Abu Dawud (2342), Ibnu Hibban (3447), Hakim (1541), Daruquthny (2127). Di shahihkan Ibnu Hibban dan Hakim.

[4]. Bukhari (1909), Muslim (1083)

[5]. Muttafaqun ‘alaihi. Bukhori (1901), Muslim (760)

[6]. Dari hadist Abu Hurairah, Bukhari (37), Muslim (759)

[7]. Bukhori (2020)

[8]. HR. Bukhari (6)

[9]. Bukhari (1782), Muslim (1258)

  1. Ade
    Juli 18, 2011 pukul 4:28 am

    Amin…

  2. Juli 31, 2011 pukul 10:06 pm

    Assalaamu’alaikum wr.wb
    Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin
    Salam Kenal.

  3. deviana agustputranti
    Juli 8, 2013 pukul 4:19 am

    aslm wrwbt. Pak mau tanya seputar ibadah di bulan ramadhan. Mengapa tidak ada penganjuran sholat tahajud di bulan ini. Padahal kan lebih mudah dilaksanakan karena pada seprtiga malam terakhir kita pasti sudah bangun untuk menyiapkan sahur. Bolehkah sholat tahajud itu dilakukan pada bulan ramadhan? terimakasih.

  4. Juli 12, 2013 pukul 7:15 am

    Wa’alaikumsalam warahamtullah.

    Tidak benar jika dikatakan tidak ada penganjuran untuk sholat tahajud di bulan Ramadhan. Bahkan sebalikknya, sangat dianjurkan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berdiri (sholat malam) dibulan Ramadhan maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [HR Bukhari dan Muslim]. Diantara bentuk sholat sholat malam adalah sholat tahajud, sholat witir dan sholat tarawih dibulan Ramadhan.

  5. Juli 12, 2013 pukul 7:16 am

    Wa’alaikumsalam. Amien

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: