Beranda > Fiqih, Manhaj > Tata Cara Wudhu Rasulullah

Tata Cara Wudhu Rasulullah


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. al Ma’idah: 6)

Dalam kesempatan kali ini kami meringkas tentang tata cara wudhu yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Tulisan ini kami sarikan dari kitab Mulakhos Fiqhiyah karangan guru kami, Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan hafidzahullah ta’ala. Didalamnya terkandung hal yang diwajibkan dan yang disunnahkan dalam berwudhu. Tata cara wudhu dalam kitab tersebut berdasarkan dalil-dalil dari al-qur’an dan as-sunnah. Semoga memudahkan bagi yang ingin menjalankan wudhu dengan cara yang benar.

Tata cara berwudhu:

1. Berniat untuk wudhu.

Niat letaknya dalam hati jadi tidak perlu dilafadzkan.

2. Kemudian membaca “Bismillah..”

3. Kemudian dilanjutkan dengan membasuh telapak tangan tiga kali

4. Berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung (istimsya’) tiga kali

Berkumur dan memasukkan air di hidung dilakukan bersamaan. Setelah itu, air yang dimasukkan dalam hidung tadi dikeluarkan (istimtsar) dengan cara menyemburkannya.

5. Membasuh wajah tiga kali

Daerah wajah yaitu, terletak di antara tumbuhnya rambut di kepala sampai dagu dan antara kedua telinga. Semua harus dibasuh secara sempurna. Termasuk didalamnya jenggot, jika tipis wajib dibasuh semua, jika tebal disunnahkan untuk menyele-nyelanya.

6. Membasuh tangan sampai siku tiga kali.

Batasan tangan yaitu, dari ujung jari -termasuk kuku- sampai siku. Hendaknya sebelum berwudhu menghilangkan sesuatu yang melekat padanya sehingga dapat terbasuh air secara sempurna. Hal ini termasuk menghilangkan kotoran-kotoran yang terdapat di bawah kuku.

7. Mengusap kepala sekali

Termasuk didalamnya kedua daun telinga. Cara mengusapnya yaitu dengan meletakkan kedua telapak tangan yang telah basah dengan air di kepala bagian depan, kemudian mengusapnya sampai belakang kepala[1]. Lalu mengembalikannya -sambil mengusap juga- ke bagian kepala depan lagi. Setelah itu memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga dan ibu jari dibagian luar daun telinga lalu mengusap sambil memutarnya.

8. Terakhir mencuci kaki sampai mata kaki tiga kali

9. Kemudain berdzikir dan berdo’a setelah wudhu

Setelah selesai membasuh seluruh anggota wudhu disunnahkan membaca dzikir dan do’a setelah wudhu. Salah satu dzikir yang diriwayatkan dari nabi adalah,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya”.[2]

Adapun salah satu do’a yang diriwayatkan dari nabi adalah,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci”. [3]

Syarat sah wudhu

Syarat wudhu ada delapan. Yang pertama sampai empat yaitu: islam, berakal, tamyiz, dan niat. Kelima, airnya harus suci, jika airnya najis maka tidak sah [4]. Keenam, airnya mubah (boleh digunakan oleh kita,misal air yang disediakan di masjid), jika air curian maka tidak sah. Ketujuh, beristinja’ dan berijtimar jika sebelumnya buang hajat. Kedelapan, termasuk syarat berwudhu adalah menghilangkan apa-apa yang melekat pada badan yang dapat mencegah masuknya air ke anggota wudhu.

Rukun-rukun wudhu

Yang termasuk rukun (wajib) wudhu ada enam yaitu membasuh wajah (termasuk didalamnya berkumur dan memasukkan air kehidung), membasuh kedua tangan, mengusap kepala (termasuk didalamnya telinga), membasuh kedua kaki, tertib, dan muwalah (perbuatan satu dan lainnya tidak diselingi jeda waktu yang lama) [5]. Adapun tentang tasmiyah (membaca “bismillah”) ada khilaf dikalangan ulama, apakah ia sunnah atau wajib [6].

Sunnah-sunnah wudhu

Diantara sunnah berwudhu yaitu bersiwak, membasuh kedua telapak tangan, memulai dengan berkumur dan memasukkan air kehidung sebelum membasuh muka, menyela jenggot, tayaamun (memulai dari yang kanan). Termasuk sunnah berwudhu juga yaitu membasuh lebih dari sekali (dibatasi sampai tiga kali), kecuali mengusap kepala.

Membasuh anggota wudhu secara sempurna

Hendaknya membasuh anggota wudhu secara sempurna sehingga tidak ada yang terlewatkan dari terkena air. Diriwayatkan dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam ada seorang laki-laki yang berwudhu tetapi ada bagian dari kakinya yang tidak terkena air lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda padanya, Ulangi dan perbaiki wudhumu! [7]. Namun, sempurna dalam membasuh anggota wudhu bukan berarti berlebihan dalam menggunakan air. Betapa banyak orang yang menggunakan air secara berlebihan tetapi tidak sempurna dalam membasuh anggota wudhu! Dalam shahihain disebutkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berwudhu dengan satu mud dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud [8].

Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya.

Selesai ditulis di Riyadh, 24 Rabi’u Tsaani 1432 H (29Maret 2011)

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: http://www.thaybah.or.id / http://www.ukhuwahislamiah.com

Note:

[1]. Perbedaan antara mengusap dan mencuci yaitu mencuci membutuhkan aliran air sedangkan mengusap tidak.(Syarhul Mumti’ 1/185)

[2]. Muslim (234)

[3]. Tirmidzi (55), Lihat Shahih At-Tirmidzi (1/18)

[4]. Baca tulisan kami sebelumnya tetang hukum air

[5]. Rukun-rukun wudhu ini berdasar firman Allah dalam surat al maidah ayat 6 diatas.

[6]. Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata ”Membaca tasmiyah bukanlah hal yang wajib, baik dalam wudhu maupun mandi wajib ”(Syarhul Mumti’, 1/358). Beliau juga menjelaskan khilaf yang terjadi dalam hal ini dalam Syarhul Mumti’ (1/158).

[7]. Dikeluarkan Muslim dari hadist Umar radhiyallahu ‘anhu (575)

[8]. Bukhari (201), Muslim (325). Satu mud adalah satu cankupan kedua tangan. Satu sha’= empat mud.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: