Beranda > Manhaj, Nasehat > Agama itu Mudah tetapi Jangan Bermudah-mudahan dalam Beragama

Agama itu Mudah tetapi Jangan Bermudah-mudahan dalam Beragama


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Sedikit melanjutkan tulisan sebelumnya “Agama Islam itu Mudah”. Agama islam adalah agama yang mudah. Namun, tidak dibenarkan bersikap bermudah-mudahan dalam menjalankan syariat.

Jangan Bermudah-mudahan dalam Beragama

Sebagian orang melakukan hal-hal yang menyimpang lalu mengatakan “Islam itukan agama yang mudah”. Yang diinginkan mereka adalah pembenaran terhadap perbuatan mereka yang menyelisihi syari’at. Bagi mereka kalimat itu adalah kalimat haq, namun yang diinginkan dengannya adalah sebuah kebatilan.

Dalam sebuah hadistnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى. قيل: يا رسول الله من يأبى؟ قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى

Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Lalu Rasulullah ditanya: Siapa orang yang enggan ya Rasulallah? Rasulullah menjawab: Barang siapa mentaatiku akan masuk surge, barangsiapa memaksiatiku maka ia adalah orang yang enggan.[1]

Benar, kita dapati sekarang banyak orang yang enggan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya. Sama sekali hatinya tidak ada kecodongan kepada agama Allah. Padahal tidaklah Allah menurunkan agama untuk mempersulit manusia melainkan demi kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Beramallah Sesuai Kemampuan

Hendaknya seorang muslim yang baik berusaha dengan sekuat tenaga menjalankan agamanya sesuai kemampuan yang dimiliki. Rasulullah bersabda,

ما نهيتكم عنه فاجتنبوه ، وما امرتكم به فاتوا منه ما استطعتم

Apa-apa yang aku larang maka jauhillah, dan apa-apa yang aku perintahkan kerjakan semampu kalian. [2]

Jangan Pula Ghuluw

Sebagaimana seorang muslim dilarang bermudah-mudahan dalam menjalankan agama maka dilarang juga bersikap berlebihan dalam beragama. Bersikap berlebihan selain mempersulit diri sendiri juga dapat mendatangkan kerusakan baik bagi diri sendiri, bagi orang lain maupun bagi agama. Sehingga Rasulullah melarang umatnya untuk bersikap ghuluw dalam beragama. Sebagaimana hadist yang masyhur tentang 3 orang yang mendatangi istri beliau lalu bertanya tentang amalan Rasulullah. Mereka pun berazam untuk melakukan amalan-amalan (yang ghuluw), saat mendengar hal itu Rasulullah bersabda,

فمن رغب عن سنتي فليس مني

Barangsiapa enggan terhadap sunnahku maka bukan golongan kami. [3]

Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya.

Selesai disusun di Riyadh, 26 Rabi’ul Awwal 1432 H (1 Maret 2011)

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: http://www.thaybah.or.id / http://www.ukhuwahislamiah.com

Note:

[1]. Diriwayatkan Bukhari dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

[2]. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

[3]. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Kategori:Manhaj, Nasehat Tag:, , ,
  1. abah
    April 1, 2011 pukul 3:58 pm

    Sekarangkan jamannya yang praktis Klo perlu salatnya juga praktisss
    bagaimana Guru
    astagufirullah ampuni aku ya Allah

  2. April 1, 2011 pukul 4:03 pm

    bagaimana gur

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: