Beranda > Keluarga, Nasehat, Remaja, Wanita > Bersegera Menikah VS Sibuk Bicara Nikah

Bersegera Menikah VS Sibuk Bicara Nikah


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya

Renungan..

Masalah penikahan adalah masalah yang selalu aktual dan hangat untuk dibicarakan tak terkecuali oleh para thulabul ilmi. Seolah tidak mengenal istilah usang, kapan dan dimanapun topik ini selalu terasa update dibahas. Namun, disayangkan sebagian penuntut ilmu terlalu berlebihan dalam membicarakan masalah ini sehingga menghabiskan waktu dan bahkan tak jarang menimbulkan penyakit dalam hati1.

Cukup menarik apa yang disampaikan sebagian asatidz yang kurang lebih demikian:  “Kalau memang sudah mampu dan memiliki azam yang kuat untuk menikah ahsan segera menikah. Namun, kalau belum mampu jangan banyak membicarakannya malah menimbulkan penyakit dalam hati!!2

Bersegera Nikah

Tidak diragukan lagi, ini termasuk sunnah Nabi sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لمَ ْيَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya bersegera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu hendaknya dia bershaum (puasa) karena itu adalah pemutus syahwatnya.” 3

Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena wanita adalah salah satu fitnah terberat bagi laki-laki dan nikah adalah salusi yang paling manjur agar untuk meredam fitnah tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan dalam sebuah haditsnya;

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada (fitnahnya) wanita.”4

Sibuk Bicara Nikah

Tidak tercela bicara masalah nikah atau berdiskusi tentangnya untuk menambah ilmu sebagai persiapan menuju pernikahan. Namun, -sebagaimana kami sampaikan diatas- disayangkan sebagian penuntut ilmu terlalu berlebihan dalam membicarakan masalah ini sehingga menghabiskan waktu . Sebagai penuntut ilmu tentunya kita menyadari betapa berharganya waktu. Sungguh sayang adaikata kita sia-siakan hanya untuk membicarakan sesuatu yang kurang berfaedah, Rasulullah bersabda,

من حسن إسلام المرء ترك ما لا يعنيه

“Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya”5

Selain itu banyak kita dapati sebagian penuntuk ilmu karena keseringan bicara masalah nikah timbul dalam hatinya penyakit. Hatinya galau, gundah karena pikiran selalu disibukkan dengan banyangan nikah dan jodoh. Yang awalnya semangat belajar dan mengamalkan sunnah akhirnya jadi sering merenung sendirian. Wajahnya yang awalnya senantiasa ceria, cerah dan bersinar – karena kebahagiaan menjalankan sunnah- berubah menjadi sayu, lesu seolah menyimpan kesedihan dan kerinduan.

Saudaraku, apakah engkau mengalami keadaan seperti ni ?? Semoga tidak.

Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulallah serta keluarga dan sahabatnya.

 

Selesai ditulis di Riyadh, 6 Rabi’ul Awwal 1432 H (9 Februari 2011)

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: http://www.thaybah.or.id / www.ukhuwahislamiah.com

 

Catatan :

[1]. Karena keseringan bicara masalah nikah dan qodarullah belum ditakdirkan menikah akhirnya hatinya pun galau, pikiran selalu disibukkan dengan banyangan nikah dan jodoh.

[2]. Salah satunya kami dengar dari Ustadz Abu Zahrah (pengajar di PP Al Furqon,Gresik) saat memberikan ceramah bertemakan “Meyongsong Keluarga Sakinah” di Masjid Thaybah, Surabaya, Ahad 20 Januari 2008.

[3]. HR. Al Bukhari no. 1905 dan Muslim no. 1400

[4]. HR. Al Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880

[5]. Hadist hasan diriwayatkan Tirmidzi (no. 2318) dan selainnya.

  1. Mei 30, 2011 pukul 3:37 am

    assalamu’alaykum.. jazakallahu khoir atas ilmunya..
    http://tentarakecilku.blogspot.com/

  2. dwidaniarti
    Januari 9, 2013 pukul 10:01 am

    Reblogged this on Dani Notes.

  3. Oktober 5, 2013 pukul 1:55 am

    Jazakalloh Khairn. Memang banyak pemuda yang membicarakan perkaran nikah, padahal belum mampu. (Termasuk saya/he@)

  4. Oktober 5, 2013 pukul 1:57 am

    priana :
    Jazakalloh Khairn. Memang banyak pemuda yang membicarakan perkara nikah, padahal belum mampu. (Termasuk saya/he@)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: