Beranda > Adab, Aqidah, Manhaj, Nasehat > Pentingnya Taubat ketika Musibah Melanda

Pentingnya Taubat ketika Musibah Melanda


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Kali ini, pembahasan kita mengenai  pentingnya taubat dikala musibah melanda, kami yakin banyak artikel telah membahas hal ini terkait banyaknya musibah yang akhir-akhir ini melanda. Kami mengharapkan tulisan singkat ini dapat memberi tambahan ilmu dan manfaat bagi kita semua. Artikel ini kami sarikan dari kutaib (baca: kitab kecil) berjudul Wujuubut Taubah ilallah wadh  Dharaa’ah ‘inda Nuzulil Mashaa-ib oleh Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah bin Baz rahimahullah*.

Allah suhbanahu wa ta’ala sebagaimana hikmahNya telah menguji manusia dengan nikmat dan musibah,  kelapangan dan kesempitan, serta kesenangan dan kesedihan. Barangsiapa bersyukur dikala mendapatkan nikmat dan bersabar disaat mendapatkan musibah serta bermunajat kepadaNya, maka ia termasuk orang-orang yang beruntung. Karena pada hakekatnya Allah member nikmat dan menurunkan musibah bagi hambaNya tidak lain hanya untuk mengujinya. Allah ta’ala berfirman,

الم. أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ.

Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankaabut: 1-3)

Allah juga berfirman,

وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS. Al- A’raaf: 168)

Allah ta’ala befirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(ar Ruum: 41)

Makna ayat diatas, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mentakdirkan terjadinya kerusakan di muka bumi (seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus dan lainnya) disebabkan karena perbuatan (dosa) manusia. Keadaan tersebut Allah takdirkan supaya manusia kembali kepada kebenaran, yaitu dengan bersegera bertaubat dari dosa-dosa yang telah mereka kerjakan dan kembali kepada ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Sebab, kekufuran dan maksiat adalah sumber dari segala bencana dan kejelekan di dunia dan akhirat.

Allah berfirman,

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu . (QS. Asy- Syuraa: 30)

Sebagaimana kita ketahui bersama, di zaman kita ini fitnah dan musibah terjadi hampir di seluruh bagian negara-negara kaum muslimin. Sebagai contoh yaitu penindasan yang dilakukan orang-orang kufar atas kaum muslimin di Afghanistan, Filipina, Palestina dan lainnya. Banjir, angin topan, gempa dan bencana bumi lainnya di beberapa negara kaum muslimin (seperti akhir-akhir ini yang terjadi di negara kita, Indonesia) telah merusak harta benda serta menelan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Semua musibah tersebut adalah ujian dan adzab dari Allah karena kekufuran dan maksiat yang telah dilakukan manusia serta jauhnya dari ketaatan kepada Allah dan mengikuti syahwat dunia semata.

Hendaknya dikala musibah melanda setiap hamba segera bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Ada sebuah kisah dari Khalifah Ar Rasyid Umar Bin Aziz rahimahullah yang cukup menarik dalam hal ini -semoga kit dapat mengambil pelajaran darinya-. Dulu saat terjadi gempa di zamannya dia menulis surat untuk pegawainya dan menyuruhnya untuk memerintahkan seluruh kaum muslimin untuk bertaubat dan mendekatkan diri pada Allah serta beristighfar dari dosa-dosa mereka.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS. At-Tahriim: 8)

Allah juga berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.

Itulah janji Allah dan Dia tidak pernah menyelisihi janjiNya. Barangsiapa beriman dan beramal shalih Dia akan mengubah keadaannya dari yang semula penuh rasa takut menjadi aman. Ketakutan dan kesempitan karena musibah yang bertubi-tubi diganti dengan keamanan dan ketenangan serta diturunkannya  nikmat dan kesejahteraan. Namun, barangsiapa tetap kufur dan tidak mau bertaubat dari kesalahan dan kemaksiatan yang telah dilakukan maka tunggulah adzab berikutnya (baik di dunia maupun akhirat)!!

Allah berfirman,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raaf: 96)

Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya.

 

Selesai disusun di Riyadh, 3 Rabi’ul Awwal 1432 H (6 Februari 2011)

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: http://www.thaybah.or.id / www.ukhuwahislamiah.com

Catatan:

*) Risalah tersebut dapat dilihat di kitab beliau Majmuu’ Fataawaa wa Maqaalaat Mutanawi’ah (juz 2 hal. 126-132 cet. ke-2 1416H)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: