Beranda > Adab Islami, Assunnah, Manhaj > Bercanda dengan Senjata

Bercanda dengan Senjata


Senjata Tajam!!

Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud meriwayatkan, bahwa para sahabat pernah berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dalam suatu perjalanan. Salah seorang di antara mereka tidur dan sebagian mereka menuju wabl (senjata)nya dan mengambilnya. Tatkala orang tadi terbangun secara spontan ia merasa takut, sedangkan yang lainnya tertawa. Maka berkatalah orang tadi, “Apa yang menyebabkan kalian tertawa?” Mereka menjawab, “tidak ada apa-apa, hanya saja kami mengambil senjata ini, tiba-tiba ia merasa ketakutan.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam    bersabda,

.

.

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

Tidak halal (haram) bagi seorang muslim untuk menakuti-nakuti muslim lainnya.

Imam Syaukani mengatakan, “Di dalam hadits ini mengandung dalil atas tidak bolehnya menakut-nakuti seorang muslim walaupun hanya bercanda”.
Di dalam hadits riwayat Abu Hurairah -radhiallahu anhu- yang disepakati keabsahannya, Rasulullah -shallallah alaihi wa sallam- bersabda:

لاَ يُشِيْرُ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيْهِ بِالسِّلاَحِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَحَدُكُمْ لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ

Janganlah seseorang diantara kalian mengacungkan senjata kepada saudaranya karena sesungguhnya kalian tidak tahu bisa jadi setan merenggut (nyawanya) melalui tangannya sehingga mengakibatkannya masuk ke lubang api neraka. (HR. Muslim)

Ibnu Hajar -rahimahullah- mengatakan, “Dalam hadits ini mengandung larangan terhadap segala hal yang bisa mengantarkan kepada bahaya, walaupun bahaya tersebut belum pasti terjadi, baik hal itu dilakukan dengan serius maupun bercanda”.
Dalan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- beliau berkata, Abul Qosim Rasulullah -shallallah alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيْهِ بِحَدِيْدَةٍ فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى يَدَعَهُ وَإِنْ كَانَ أَخَاهُ لأَبِيْهِ وَأُمِّهِ

Barangsiapa mengacungkan senjata tajam kepada saudaranya, maka para malaikat akan melaknatnya sampai dia meninggalkan perbuatan tersebut, walaupun saudara tersebut adalah saudara kandung sebapak dan seibu.

Dan dalam hadits Jabir yang disepakati keabsahannya, “Bahwa pernah ada seorang membawa beberapa busur panah di dalam masjid dengan menampakkan mata panah, maka orang tadi diperintahkan untuk mengambil mata panahnya agar tidak melukai orang muslim”.
Untuk itulah, apabila menakut-nakuti orang lain walaupun dalam bentuk canda dengan tanpa sengaja adalah tidak diperbolehkan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: