Beranda > Buku, Hadits, Resensi > Puasa Bulan Rojab

Puasa Bulan Rojab


Puasa Rojab

Terdapat beberapa hadits yang berhubungan dengan keutamaan dan amal ibadah tertentu pada bulan Rojab, namun semuanya lemah, di antaranya :

“Rojab bulan Allah, Sya’ban bulanku, dan Romadhon bulan umatku.”

Derajat : Lemah

Diriwayatkan oleh al-Ashbahani dalam at-Targhib: 1/226 dari Qurroh bin Tammam, dari Yunus, dari Hasan secara marfu’. “Hadits ini lemah karena Hasan al-Bashri langsung meriwayatkan dari Rosulullah shallahu ‘alaihi wassalam, padahal dia seorang tabi’in. Dan Qurroh bin Tammam seorang yang shoduq, terkadang salah.

(lihat adh-Dho’ifah : 4400)

Juga hadits :

“Rosulullah apabila memasuki bulan Rojab beliau berdo’a, “Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan ROjab dan Sya’ban, lalu sampaikanlah kami pada bulan Romadhon.”

Derajat : Lemah

Diriwayatkan oleh Ahmad (1/259), al-Bazzar (426), Thabrani dalam al-Ausath:3951, Ibnus Sunni (659), Abu Nu’aim dalam Hilyah:6/269, dan Baihaqi(3815), dari berbagai jalan dari Zaidah bin Abu Riqod berkata, “Telah menceritakan kepadaku Ziyad an Namiri, dari Anas secara marfu’.”

Berkata Baihaqi, “Hadits ini hanya diriwayatkan oleh an-Namiri, dan dari dia hanya oleh Zaidah. Berkata Bukhori : ‘Zaidah jikalau meriwayaktan dari Ziyad an-Namiri haditnsya munkar.’ An-Namiri ini juga orang yang lemah.”

Serta Hadits :

“Sesungguhnya di surga terdapat sungai, namanya ROjab, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis daripada madu. Baragnsiapa yang puasa satu hari pada bulan Rojab, maka Allah akan memberinya minum dengan air sungai tersebut.”

Derajat : Bathil

Diriwayatkan oleh Abu Muhammad al-Kholla dalam Fadhlu Sahri Rojab 1/11,  dan ad-Dailami (1/2/281) dari jalan Manshur bin Yazid al-Asadi berkata : ” Saya mendengar Anas bin Malik berkata : … (dengan hadits di atas, pen.) secara marfu’.” Sisi cacatnya adalah Manshur bin Yazid. Berkata adz-Dzahabi, “Dia tidak dikenal, dan hadits ini bathil.”

Syaikh al-Albani berkata, “Musa bin Imron tidak saya kenal.”

(Lihat ad-Dho’ifah:1898)

Abu Yusuf berkata, “Tidak ada satu pun hadits shohih yang berhubungan dengan puasa bulan Rojab, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : ‘Adapun mengkhususkan puasa bulan Rojab maka semua haditsnya lembah, bahkan palsu. Para ulama tidak ada yang menjadikanya sebagai dalil, karena kelemahanya bukan sebuah kelemahan yang bisa diamalkan dalam masalah fadhilah amal, namun kebanyakan adalah termasuk hadits palsu dan dusta. Dan telah shohih dari Umar bin Khotob radhiallahu ‘anhu bahwa beliau memukul tangan manusia agar mereka mau makan pada bulan Rojab seraya berkata : “Jangan engkau samakan dia dengan bulan R0madhon.” Pada suatu ketika Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu melihat keluarganya membeli tempat air dan mereka bersiap-siap untuk puasa, maka beliau berkata : “Air apa ini?” Mereka menjawab:”Sekarang bulan Rojab.” Maka Abu Bakar radhiallahu ‘anhu berkata : “Apakah kalian akan menyamakan dengan bulan Romadhon?” Maka beilau pun memcahkan tempat air tersebut.’

(Lihat Majmu’ Fatawa : 25/290)

Namun jika ada seseorang yang berpuasa pada bulan ini bukan karena bulan Rojabnya, namun karena sesuatu yang lain maka tidak mengapa. Misalnya, puasa Senin Kamis, puasa tanggal 13,14,dan 15, puasa Dawud, atau lainya yang itu semua bisa di kerjakan setiap bulan.Wallahu a’lam.”

[Disalin dari buku : “Hadits lemah dan palsu yang  populer di Indonesia” hal.176-178]

Kategori:Buku, Hadits, Resensi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: