Beranda > Manhaj > FAHAMI… Tentang Apa & Siapa Sururiyyah???

FAHAMI… Tentang Apa & Siapa Sururiyyah???


Susury...???

Surury...???

Terhembusnya kembali fitnah – fitnah dan tuduhan sururiyyah yang ditiupkan kembali oleh sekelompok pemuda yang mengaku penuntut ilmu tapi minim akan ilmu, kepada asatidzah salafiyyun, sungguh sangat menyakitkan hati. Entah apa yang ada di dalam benak mereka, seakan mereka tak pernah membaca Kitabul ‘ilmi oleh Syaikh ‘Allamah al ‘Utsaimin -rahimahullah- tentang berlapang dada dalam permasalahan “ikhtilaf”. Meskipun bagi pemuda – pemuda itu, permasalahan Ihya at Turats bukanlah perkara ikhtilaf, namun Wallahi mereka bukanlah ulama’ yang patut diikuti ucapannya yang tanpa bersandarkan atas ilmu. Hanya-lah nafsu saja yang mereka kedepankan…

Agar tak larut dan tak hanyut dalam permasalahan Fitnah Sururiyyah, kembali-lah fahami perkara ini saudaraku…! Semoga apa yang ditulis oleh Asy Syaikh Musa alu Nashr -hafidzahullah- akan bermanfaat bagi antum semua…

Sururiyah (pemahaman Surur) adalah Jamaah Hizbiyyah. Muncul pada tahun-tahun terakhir ini. Tidak dikenal kecuali pada seperempat akhir abad ini. Karena semenjak dahulu hingga sekarang, ia berselimut Salafiyyah. Pada hakekatnya, Sururiyah memiliki prinsip-prinsip Ikhwanul Muslimin, bergerak secara sirriyah (sembunyi-sembunyi/rahasia). Merupakan pergerakkan politik, takfir, mencela dan menyindir para ulama Rabbaniyyin, seperti Imam-imam kita yang tiga: Bin Baaz, Al-Albani dan Utsaimin. Menuduh mereka sebagai ulama haidh dan nifas. Setelah perang Teluk II serangannya terhadap dakwah Salafiyyah secara terang-terangan, bertambah keras baik secara aqidah dan pemberitaan. Sampai menuduh para masyayikh dan ulama kita bahwa mereka tidak mengetahui waqi’ (situasi dan kondisi/kenyataan), ilmunya dalam perkara nifas dan wanita-wanita nifas. Mereka sesuai dengan ahli bidah zaman dahulu, yang mengatakan: Fiqh (Imam) Malik, Auzai dan lainnya tidak melewati celana perempuan. Alangkah besar dosanya. Kalimat yang keluar dari mulut mereka.

Orang yang tidak menghormati para ulama, dia adalah para penyeru fitnah. Orang-orang yang merendahkan Al-Albani, Bin Baz dan Utsaimin di zaman kita, maka dia tenggelam (di dalam kesesatan), pembuat fitnah, dia berada di pinggir jurang yang dalam. Karena dia berkehendak memalingkan wajah manusia kepadanya dan menghalangi manusia dari para ulama dan imam mereka yang Rabbani.

Sehingga walaupun mereka mengaku beraqidah Salafiyyah, tetapi manhaj mereka Ikhwani. Bahkan (mungkin) mereka lebih berbahaya dari Ikhwanul Muslimin, karena mereka berbaju Salafiyyah.

Kita memohon kepada Allah Taala agar mereka diberi petunjuk menuju jalan yang lurus, dan agar kelak mereka bersama dengan Salafiyyah yang murni, yang para Sahabat Rasulullah dan para tabiin berada diatasnya.

Tambahan Redaksi Majalah As-Sunnah:
Sururiyah adalah nisbat kepada seseorang yang bernama Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin. Dia pernah menjadi guru di Arab Saudi dalam waktu yang cukup lama, sehingga memungkinkan menjalankan rencananya dan menyebarkan racunnya di tengah-tengah para pemuda. Tetapi setelah nampak keburukan niatnya, dia pergi, lalu bermukim di kota London, Inggris, sebuah negara kafir.

Di antara kesesatan dan penyimpangan Muhammad Surur ini adalah:

[1]. Merendahkan Kitab-Kitab Aqidah Salafiyyah Dan Berlebihan Dengan Fiqhul Waqi.
Dia berkata di dalam bukunya, Manhajul Ambiya fi Dakwah Ila Allah I/8: Aku memperhatikan kitab-kitab aqidah, maka aku lihat kitab-kitab itu ditulis bukan pada zaman kita. Sehingga kitab-kitab itu sebagai solusi berbagai permasalahan dan kemusykilan pada zaman ditulisnya kitab-kitab tersebut. Sedangkan pada zaman kita terdapat berbagai kemusykilan yang membutuhkan solusi yang baru. Kerena itulah model kitab-kitab aqidah itu sangat kering, karena hanya berisi nash-nash dan hokum-hukum. Karena inilah kebanyakan pemuda berpaling darinya dan tidak menyukainya.

Perkataan orang ini tentulah sangat menyesatkan, karena kitab-kitab aqidah yang berisi nash-nash dan hukum-hukum merupakan kebenaran hakiki. Sedangkan berpaling darinya akan menjerumuskan kepada pendapat si Fulan dan Fulan yang tidak jelas kebenarannya.

[2]. Beraqidah Takfir Bil Mashiyah, Yaitu Mengkafirkan Kaum Muslimin Dengan Sebab Maksiat.
Dia mengkafirkan para penguasa zhalim, sehingga dia banyak mencela para penguasa dan menerjuni medan politik ala Barat!

Dia berkata di dalam majalahnya yang terbit di London, majalah As-Sunnah no: 26, Jumadal Ula 1413H, hal: 2-3 (Tidak ada hubungan sama sekali dengan Majalah As-Sunnah kita ini): Dizaman ini perbudakan memiliki tingkatan-tingkatan yang berbentuk piramida:

Tingkatan Pertama:
Presiden Amerika Serikat, George Bush, duduk bersila di atas singgasananya, yang besok akan diganti Clinton.

Tingkatan Kedua:
Tingkatan penguasa negara-negara Arab. Mereka ini berkeyakinan bahwa kebaikan dan bahaya mereka di tangan Bush (Bagaimana dia bisa memastikan aqidah mereka seperti itu? Apakah dia telah membedah dada mereka? Atau mereka memberitahukan kepadanya? Maha suci Engkau wahai Allah, sesungguhnya hal ini merupakan kedustaan yang besar!-red). Oleh karena inilah mereka berhajji kepada (mengunjungi) nya, serta mempersembahkan nadzar-nadzar dan kurban-kurban (Perkataan ini merupakan pengkafiran secara nyata kepada Penguasa yang zhalim! -red).

Tingkatan Ketiga:
Para pengiring penguasa negara-negara arab, dari kalangan menteri, wakil menteri, komandan tentara, dan para penasehat. Mereka ini bersikap nifaq kepada tuan-tuan mereka, menghias-hiasi segala kebatilan dengan tanpa malu dan ahlaq.

Tingkatan Keempat, Kelima dan Keenam:
Para penjabat tinggi pada kementerian. Sesungguhnya perbudakan pada zaman dahulu sederhana, karena seorang budak memiliki seorang tuan secara langsung, tetapi sekarang perbudakan itu kompleks. Aku tidak habis fikir, tentang orang yang membicarakan tauhid, tetapi mereka adalah budak-budak, yang dimiliki oleh budak-budak, yang dimiliki oleh budak-budak, yang dimiliki oleh budak-budak, yang dimiliki oleh budak-budak. Tuan mereka yang akhir adalah seorang Nashrani (Alangkah keji dan lancangnya perkataan yang ditujukan kepada para ulama yang dimuliakan oleh Allah Taala ,-red).
Perkataan orang ini dengan jelas menunjukkan kesesatan dan kedustaan yang nyata!.

[3] .Juga Mengkafirkan Rakyat Karena Maksiat Yang Mereka Lakukan.
Dia berkata di dalam bukunya, Manhajul Ambiya Fi Dakwah ila Allah I/158: Tidaklah aneh jika problem laki-laki mendatangi laki-laki (homo seksual) merupakan permasalahan paling penting di dalam dakwah Nabi Luth. Kerena seandainya kaumnya menyambut dakwahnya untuk beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, maka sambutan mereka itu tidak ada maknanya, jika mereka tidak meninggalkan kebiasaan keji yang telah mereka sepakati itu.

Itulah aqidah sesat Surur! Adapun aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah terhadap pelaku dosa besar telah mansyur, yaitu tidak keluar dari iman, tetapi imannya berkurang, dan dia dikhawatirkan terkena siksaaan Allah Taala.

[4]. Memusuhi Dan Mencela Para Ulama Ahlus Sunnah As-Salafiyyin.
Dia berkata di majalahnya yang terbit di London, Majalah As-Sunnah no. 23, Dzulhijjah-1412 H hal. 29-30: Dan jenis manusia yang lain (Yang dimaksudkan adalah para ulama Arab Saudi ,-red) mengambil (yakni mengambil bantuan resmi) dan mengikatkan sikap-sikap mereka dengan sikap para tuan mereka (yang dimaksud dengan tuan mereka disini adalah para penguasa Arab Saudi). Maka jika sang tuan minta bantuan Amerika (Dia membicarakan masalah permintaan tolong kepada Amerika pada waktu perang teluk-red), para budak pun berlomba mengumpulkan dalil-dalil yang membolehkan perbuatan ini, dan mengingkari orang-orang yang menyelisihi mereka. Jika sang tuan berselisih dengan Iran Rafidhah, para budakpun membicarakan kebusukan Rafidhah. Dan jika perselisihan berhenti, para budakpun diam dan berhenti membagikan buku-buku yang diberikan kepada mereka. Jenis manusia ini: mereka berdusta, memata-matai, menulis laporan-laporan, dan melakukan segala sesuatu yang diminta oleh sang tuan kepada mereka. Mereka ini jumlahnya sedikit -al-hamdulillah-, mereka adalah orang-orang asing di dalam dakwah dan amal islami. Dokumen mereka telah terbongkar, walaupun mereka memanjangkan jenggot, memendekkan pakaian, dan menyangka sebagai penjaga sunnah. Adanya jenis manusia tersebut tidaklah membahayakan dakwah Islam. Kemunafikan sudah ada sejak dahulu.

Alangkah sesatnya perkataan ini, karena memperolok-olok sunnah Nabi dapat membawa kepada kekafiran! Membenci ulama Ahlus Sunnah adalah ciri utama Ahli Bidah! Dan kesesatan-kesesatan lainnya.

Lihat:
[1] Fitnah Takfir Wal Hakimiyah, hal: 93, Karya: Muhammad bin Abdullah Al-Husain.
[2] Al-Ajwibah Al-Mufidah An As-ilah Al-Manhaji Al-Jiddah, Bagian Pertama hal. 45-48
[3] Nazharat Fi Kitab Manhajul ambiya Fi Dakwah ila Allah, karya : Syaikh Ahmad Sallam.
[4] Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Farifuuha, karya: Abu Ibrahim Ibnu Sulthan Al-Adnani
[5] Al-Irhab, Karya: Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Makhdali.
[6] Dan lain-lain.

Peringatan:
Sebagian orang menuduh kami (redaksi dan ustad-ustad Salaf lainnya ,-pen) sebagai sururi, yakni mengikuti pemahaman sesat Muhammad bin Surur, kemudian mereka memperingatkan kaum muslimin agar menjauhi kami. Padahal sifat-sifat sururi tidak ada pada kami. Bahkan sifat-sifat itu banyak melekat pada orang-orang yang telah menuduh.

Maka disini kami nasehatkan dengan beberapa ayat dan hadits tentang bahaya menyakiti kaum muslimin, dan memfitnah mereka dengan perkara yang tidak ada pada mereka. Semoga Allah Taala memberikan petunjuk-Nya kepada mereka sehingga segera kembali ke jalan yang benar. Ingatlah bahwa seluruh perkataan pasti akan dicatat dan tidak akan dilupakan!

Allah Taala berfirman:

Artinya : (Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu usapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir [Al-Israa : 17-18]

Ingatlah bahwa seluruh perkataan pasti dimintai pertanggung-jawaban!

Allah Taala berfirman:

Artinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya. [Al-Israa : 36]

Ketahuilah bahwa menyakiti orang-orang mumin dan muminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, merupakan kebohongan dan dosa yang nyata!

Allah taala berfirman:

Artinya : Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mumin dan muminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. [Al-Ahzab :58]

Ketahuilah bahwa satu kalimat saja dapat menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam neraka lebih jauh dari jarak antara timur dan barat!.

Rasulullah bersabda:

Artinya : Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dia fikirkan (baik atau buruknya) pada kalimat itu. Kalimat itu menyebabkan dia terjerumus ke dalam neraka lebih jauh dari timur dan barat. [HR. Bukhari, Muslim, dari Abu Hurairah].

Rasulullah memperingatkan bahaya tuduhan yang tidak benar dengan sabdanya:

Artinya Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan, dan tidaklah dia menuduh orang lain dengan kekafiran, kecuali tuduhan itu kembali kepadanya jika yang dituduh tidak seperti itu. [HR. Bukhari dari Abu Dzar].

Beliau juga memberitakan ancaman bagi orang yang membuat fitnah atas seorang mukmin dengan abdanya:

ÃArtinya : Barangsiapa berbicara tentang seorang mukmin apa yang tidak ada padanya, niscaya Allah tempatkan dia di dalam lumpur racun penghuni neraka sampai dia keluar dari apa yang telah dia ucapkan, dan dia tidaklah akan keluar! [HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Baihaqi, dari Ibnu Umar, di shahihkan Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi di dalam Ruyah Waqiiyyah hal: 84]

Hendaklah saudara-saudaraku mengetahui, kalau hanya sekedar tuduhan, maka dengan sangat mudah setiap orang akan dapat melakukannya.

Tetapi hal itu bukanlah manhaj Salaf. Karena manhaj mereka adalah mengawasi apa saja yang muncul dari lisan, atau apa yang digerakkan oleh lisan, dan menegakkan hujjah terhadap setiap kalimat yang dibicarakan oleh bibir. Adapun melepaskan tuduhan-tuduhan, melepaskan istilah-istilah kasar, menyelinapkan prasangka-prasangka rusak, memunculkan gelar-gelar keji, semua itu merupakan kebatilan dan perkataan yang dusta.

Sesungguhnya Allah Taala mengetahui seluruh isi hati hamba-Nya terakhir, ingatlah sabda Rasulullah :

Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan segala yang telah dia dengar. [HR. Muslim di dalam Muqaddimah dari Hafsh bin Ashim]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VI/1423H/2002. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Kategori:Manhaj Tag:, ,
  1. abdulLathif
    November 10, 2008 pukul 2:46 pm

    JAYYID,TAMBAHKAN PENJELASAN KEKELIRUAN TUDUHAN SURURI KEPADA SEBAGIAN DAKWAH SALAFIAH.BETAPA JAUHNYA TUDUHAN ITU!!!!!
    ABU ZAKARIYA

  2. ummu habibah
    November 14, 2008 pukul 9:12 am

    alhamdulillah ana bertambah ilmu dengan artikel ini…
    jazakallah khoir

  3. November 15, 2008 pukul 5:56 am

    siiipp akhhhh,

  4. November 24, 2008 pukul 4:42 am

    silakan kunjungi pula artikel berikut ini…semoga bermanfaat buat kita semua

    http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/11/24/tanya-jawab-bolehkah-bermuamalah-dengan-para-hizbiyin-dalam-berdakwah/

  5. bayudono
    Januari 21, 2009 pukul 12:58 am

    Maaf saya masih awam..Bagaimana sikap para ulama thd pemerintah arab saudi yang akrab dengan amerika, yang tidak mendukung perjuangan hamas di palestina dan menyalahkan hizbullah di lebanon. Bukankah rakyat palestina itu saudara sesama muslim? Bahkan mereka yang bukan muslim pun akan teriris hatinya melihat penderitaan orang-orang palestina.Untuk kasus hizbullah, apakah perbedaan dalam satu atap yakni islam lebih buruk daripada berbeda agama? Apa dasar pemikiran mereka?
    Saya hanya bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam jika peristiwa seperti ini. Saya yakin beliau tidak akan berpangku tangan saja menyaksikan kaum muslimin dibantai oleh kaum kafir…Mohon pencerahannya, wassalam..


    Admin’s says:

    Afwan akhi fillah yang baik, antum baca ini ya…

    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/fatwa-lajnah-daimah-tentang-serangan-yahudi-kepada-muslim-palestina-di-jalur-gaza.html

    semoga bermanfaat untuk antum akhi…

  6. Maret 9, 2009 pukul 7:51 am

    Ini buat bekal antum kalo ga ngerti sururi.
    Apa lagi yg antum katakan bahwa ihya ut turats masalah ikhtilaf? ikhtilaf yg mana yg antum maksud?

    —+++edited by admin+++—

    Admin’s :
    Masya Allah, tulisan sarat ilmu namun diselewengkan untuk keperluan menjelek2kan dan menghakimi sesama muslim. Na’udzubillah min dzalik. Antum belajar dulu saudaraku, baru berkata…
    Barakallahu Fiyka

  7. Maret 9, 2009 pukul 7:55 am

    Sururiyyah terus melanda muslimin Indonesia
    Penulis: Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
    Sururiyah, 15 – Maret – 2004, 23:05:22

    (Dimulai dengan Khutbatul Haajjah)

    Alhamdulillah, ama ba’du

    Ikhwani fiddin a’azakumullah
    disini ada pertanyaan yang berkaitan dengan fitnah Sururiyyah. Dan berkaitan pula dengan tokoh-tokohnya dan orang-orangnya. Ditanyakan disini dari mulai Abu Qatadah (Da’i Al Sofwah Jakarta, red), Abu Haidar (As Sunnah, Bandung, red),Yazid Jawwas (rekan Abdul Hakim Abdat, da’i Al Sofwah/Al Haramain, red), Abu Nida’ (At Turots, Jogjakarta red), Aunurofiq Gufron (Ma’had Al Furqan, Gresik, red), Yusuf Bai’sa (Ma’had Al Irsyad, Tengaran, Salatiga, red), Abdurrahman Abdul Kholiq, Ainul Harits, Arifin, Abdul hakim Abdat (da’i Al Haramain/Al Sofwah), dan lain-lainnya. dan kemudian ditanyakan pula Al-Sofwa, At Turots, Al Irsyad, dan lain-lain.

    —+++edited by admin+++—

    Admin’s :

    Semoga tulisan sarat ilmu itu tidak digunakan untuk mencela dan mendzalimi seorang muslim yang mengajarkan tauhid & sunnah serta mengajak meninggalkan syirik dan bid’ah.
    Belajar dulu saudaraku…

  8. Nahl Muslim
    April 4, 2009 pukul 10:34 pm

    Assalamu’alaikum

    Akhi…antum fanatik terhadap syaikh Bin Baz, Al-Albani dan Utsaimin. Tolong tunjukkan kalau dalil dari Al-Qur-an dan Sunnah yang menunjukkan bahwa beliau bertiga adalah ulama-ulama yang dimuliakan oleh Allah…? ( ini adalah klaim yang mendahului Ilmu)…
    Begitulah akhi,…perasaan kamipun sama ketika antum dan yang semadzab dengan antum menuduh kami , dan mencela kami . ( teman – teman dari PKS)
    Semoga hal diatas bisa menjadi pelajaran bagi antum dan kita semua,
    Wallahu a’lam bisshowab.

    Admin’s answer:
    Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuhu.
    Tidak saudaraku, kami tidak fanatik kepada beliau bertiga. Dan jelas tidak ada dalil dari alquran dan as sunnah yang menunjukkan bahwa beliau adalah ulama yang dimuliakan Allah.
    Akan tetapi, mereka telah menuntut ilmu, mengamalkan ilmu, berdakwah di atas ilmu serta bersabar di atas ketiganya…itulah yang membuat mereka bertiga insya Allahu ta’ala kami ambil ilmu atasnya tanpa berfanatik buta.
    Iya akhi, semoga Allah mengobati perasaan antum dengan kembali meniti manhaj salaf yang mulia dan meninggalkan hizbiy haraki yang telah nyata kesalahannya…
    Semoga kita belajar dari tulisan ini…

  9. diana
    November 8, 2009 pukul 1:39 pm

    orang yang menuduh sururi itu harus punya bukti. setahu ana salah satu situs mereka salafy.or.id dulu saya pernah membukanya dan isinya, penuh kata-kata yang jelek kepada para ustadz seperti yg ditulis di atas. apakah mereka tidak tabayyun dulu kalau ada berita. Dan kewajiban kita kan husnudzon kepada sesama muslim, terutama sesama ahlus-sunnah. Hanya kepada Alloh-lah kita kembalikan semua urusan.

  10. Abu Ilyas
    Juli 16, 2010 pukul 3:46 am

    akh, tulisan di gambarnya salah. tulisannya Susury

  11. Juli 16, 2010 pukul 11:49 pm

    Abu Ilyas :

    akh, tulisan di gambarnya salah. tulisannya Susury

    Alhamdulillah, jazakallah khoir sudah di koreksi.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: