Beranda > Manhaj > Memahami Ayat yang Seolah Bertentangan…

Memahami Ayat yang Seolah Bertentangan…


al quran

al quran

Syaikh Al-Albany ditanya:
Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 85 berfirman:”Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima.”

Sementara dalam surat Al-Maidah ayat 69 disebutkan:”Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi’in, dan orang-oang Nasrani apabila mereka beriman kepada Allah dan hari akhir serta beramal shalih, maka tidak ada ketakutan dan kesedihan yang akan menimpa mereka.”Bagaimana caranya kita memahami dua ayat yang seolah-olah bertentangan ini ?

Jawaban:
Tak ada pertentangan antara dua ayat tersebut. Ayat yang pertama (Ali Imran : 85) berlaku bagi kaum yang telah sampai dakwah Islam kepada mereka, sedangkan ayat yang kedua (Al-Maidah : 69) berlaku bagi kaum yang hidup pada zaman mereka masing-masing (dengan cara mengikuti syariat dari nabi/rasul mereka masing-masing sebelum datangnya dakwah Islam).

Adapun tentang kaum shabi’in (shabi’ah) yang dikenal selama ini sebagai penyembah bintang, sebetulnya mereka dulunya adalah orang-orang yang bertauhid, akan tetapi setelah lewat masa yang panjang, sedikit demi sedikit mereka terjatuh ke dalam kemusyrikan dan akhirnya mereka menyembah bintang. Hal ini sama saja dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang hari ini juga semuanya sudah terjatuh dalam kemusyrikan.

Nah… siapapun di antara mereka (shabi’ah, Yahudi, Nasrani) yang berpegang teguh dengan agamanya masing-masing dan mereka hidup sebelum datangnya Islam, maka mereka tidak akan ditimpa ketakutan dan kesedihan. Dan mereka adalah termasuk orang-orang yang beriman. Akan tetapi, setelah Allah mengutus Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan dakwah Islam telah sampai kepada mereka, maka Allah tidak akan menerima agama mereka sebelum mereka masuk Islam.

Adapun orang yang sama sekali belum pernah mendengar dakwah Islam, maka orang seperti ini tidak akan langsung divonis masuk neraka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Orang yang meninggal dalam keadaan belum pernah mendengar dakwah Islam sama sekali, akan mendapat perlakuan khusus dari Allah di akhirat dengan mengutus seorang rasul kepada mereka, orang-orang ini akan diuji oleh Allah lewat rasul tersebut, seperti Allah telah menguji manusia di dunia. Apabila orang-orang tersebut menyambut seruan rasul dan mentaatinya maka dia akan dimasukkan ke surga. Jika tidak, maka dia akan masuk neraka.

Saat ini… ada satu masalah yang sangat besar yang menimpa sebagian kaum muslimin, yaitu orang-orang yang mengira bahwa mereka telah memeluk agama Islam dan telah menjalankan syariat Islam tetapi sebenarnya mereka telah keluar dari Islam dan telah jatuh dalam kekafiran karena aqidah dan keyakinan mereka telah sesat dan menyimpang, sehingga membatalkan ke-Islam-an mereka. Mereka itu adalah kelompok yang disebut “Ahmadiyah Qodiyan” yang berkeyakinan bahwa ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka ini sudah tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 69 di atas, karena hujjah sudah tegak di hadapan mereka. Apabila mereka mengaku sebagi muslim, tentu mereka telah membaca (mendengar) dari Al-Qur’an dan hadits tentang bagaimana prinsip-prinsip aqidah Islam.

Dikutip dari “Kaifa yajibu ‘alaina annufasirral qur’anil karim” edisi bahasa Indonesia “Tanya Jawab dalam Memahami Isi Al-Qur’an”

Kategori:Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: