Beranda > Nasehat > Al Qur’an VS Novel or film Islamy

Al Qur’an VS Novel or film Islamy


Apakah anda lebih memilih Novel/film Islami dibanding dengan Al Qur’an? Manakah yang akan anda pilih? Di film/novel islami kalian tidak akan menemukan apa itu kebenaran hakiki.

Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, Al-Baqarah:002

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quraan) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quraan itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Al-An`aam:114

Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia, Al-Waqi`aah:077

Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quraan ini? Al-Waqi`aah:081

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Al-Hasyr:021

Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur`an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, Ali-`Imraan:003

Apakah anda menganggap bahwa Al Qur’an merupakan dongengan saja layaknya film/novel islami? Hingga anda lebih terkesima menonton film/membaca novel islami, dibanding al qur’an?

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quraan ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.” Al-An`aam:025

Di Alqur’an dijelaskan sejelas-jelasnya mana orang yang shaleh, mana yang berdosa, namun di Film/Novel Islami apakah ada ? yang ada paling saduran dari Al Qur’an,…

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quraan (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa. Al-An`aam:055

Anda penggemar film di bioskop telah ditipu oleh kehidupan dunia… sampe-sampe ada yang bilang..setelah nonton AAC itu maka gairah membaca Novel Islami disukainya,… lalu di kemanakan Al Qur’an itu…?

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau , dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa`at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. Al-An`aam:070

Bukankah Al Qur’an itu sebagai peraturan yang benar, kitab yang menjelaskan, penjelasan yang sempurna bagi manusia, maka tiada kewajiban saya untuk mengikuti bahwa Film/Novel islami itu dibenarkan menurut Al Qur’an. Meskipun Prof A – Z yang bicara, Kalau saya mengikuti manusia dengan sarannya kepada Film/Novel Islami maka saya mengikuti hawa nafsu mereka….? Dan hanya orang berakal saja yang bisa mengambil pelajaran….

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quraan itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. Ar-Ra`d:037

Thaa Siin, (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quraan, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, An-Naml:001

(Al Quraan) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. Ibrahim:052

Katanya di Film/novel islami bisa diambil hikmah dan pelajaran, orang-orang yang berkata ini mungkin tidak sadar bahwa Al Qur’an lah yang layak diambil hikmahnya dan pelajarannya… KOQ NGAMBIL PELAJARAN DARI FILM/Novel Islami SEHHH….

Inilah ayat-ayat Al Quraan yang mengandung hikmah, Luqman:002

Demi Al Quraan yang penuh hikmah, Yassiin:002

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quraan itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan. Yassiin:069

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quraan ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. Az-Zumar:027

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quraan itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? Al-Fushshilat:053

Masa sih Film/Novel Islami itu mengandung pelajaran yang sesungguhnya, maka bagaimana menurut Al Qur’an, yang notabene-nya Allah yang berbicara?

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:017

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:022

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:032

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Al-Qamar:040

Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quraan). Al-Muddatstsir:055

Keterangan: Setiap ayat yang diulang-ulang oleh Allah dalam Al Qur’an maka hal itu merupakan penguat agar setiap hambanya percaya/yaqin bahwa Al Qur’an itu dimudahkan untuk pengajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Atau apakah anda menghendaki bahwa anda mengambil pelajaran dari AL Qur’an atau dari Film/Novel Islami.

Jika lebih memilih, Film/Novel Islami, maka ayat ini lebih tepat…

Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan beriman? Al-Mursalat:050

Keterangan : Anda penggemar nonton dibioskop ini bercerita dan berpengalaman bahwa ada hikmah, ada pelajaran yang diambil dari Film/Novel AAC itu, anda menduakan Al Qur’an kalau begitu…. Karena Allah berfirman “Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan beriman? Al-Mursalat:050

Semoga saja kita termasuk golongan yang di maksud ayat dibawah ini dibanding dengan novel/Film Islami

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quraan).” Al-Quraan itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat. Al-An`aam:090

Dan ini (Al Quraan) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya ( Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. Al-An`aam:092

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quraan) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. Al-An`aam:115

Dan Al-Quraan itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Al-An`aam:155

Dan supaya aku membacakan Al Quraan (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan”. An-Naml:092

Wallahu’alam bishowab….

Kategori:Nasehat
  1. amilah najwa
    Juli 22, 2008 pukul 7:42 am

    Jazakalloh, materi yang bagus..semoga Alloh sentiasa membimbing ana..krn ana selama ini juga sangat gemar baca novel 2 islami.

    Waiyyaki khairul jaza’…

  2. ariefdj
    Agustus 6, 2008 pukul 8:49 am

    ..Novel Islami.. Film Islami.. Puisi Islami..dst.. sepertinya memang bukanlah dibuat untuk menjadi VS Al Qur’an.. Karena, justru entah itu novel, film, puisi, dst bersumber dari Al Qur’an.. Metode dakwah itu ada berbagai macam, dan lewat karya2 seni tersbut, salah satunya.. Lagipula, jika ber-pandangan seperti tsb di-atas, nti lama2, ada yang koment : ” Al Qur’an VS WebLog Islami”… Maap..

    abu ja’far:

    Sukron atas nasehatnya akhi ( saudaraku seiman). Kalau film Islami jelas disana penuh dengan kepura-puraan, mereka berpura-pura shaleh hanya jika di bayar, uang membeli agama mereka. Dan jelas tidak ada pelajaran yang bisa diambil kecuali Allah menghendaki. Karena aktor dan aktrisnya ajah abis filmnya abis juga agamanya. Itu yang meranin ajah gak dapet apa-apa kecuali kenyang di dunia lah kok mau yang lihat. ‘afwan saudaraku tidak ada maksud ana untuk membatah tapi bener-bener beda film dengan blog kita ini. Novel ana tidak brani komentar banyak tentang ini, ana hanya berharap kita di tunjukkan Allah yang benar itu benar dan di mudahkan untuk menempuhnya dan yang salah itu salah dan dimudahkan untuk menjauhinya. Ana ada komentar dikit buat novel, mungkin kebayakan penggemar novel itu mampu baca novel ampek ratusan lembar dan mereka konsen banget bacanya. Padahal isinyakan fiktif! laen ketika kebanyakan mereka megang Al Quran gak selama dan sekonsen megang novel. Mungkin itu sedikit tanggapan buat novel. Kalau blog…… ana rasa bisa kita bedakan! JazakaAllahu khopir akhi sering kunjungi ya kita sharing nambah ilmu.Wallahua’lam Wasalamu’alaikum

  3. cewekmanis
    Maret 18, 2009 pukul 7:55 am

    Amin… kalau sempat kapan2 kunjungi http://klubbacanavila.blogspot.com ada novel berjudul ISABELLA. penggemar novel islam berdasarkan kisah nyata pasti senang dengan terbitnya karya Maulana Muhammad Saeed Dehlvi di Indonesia ini.

  4. cewekmanis
    Maret 18, 2009 pukul 7:56 am

    assalamu’alaikum… kalau sempat coba kunjungi http://klubbacanavila.blogspot.com di sana ada novel ISABELLA. penggemar novel islam berdasarkan kisah nyata pasti senang dengan terbitnya karya Maulana Muhammad Saeed Dehlvi di Indonesia ini.

  5. April 3, 2009 pukul 11:42 pm

    @ariefdj

    Metode dakwah itu ada berbagai macam, dan lewat karya2 seni tersbut, salah satunya..

    Emnk metode dakwah lewat karya seni spt novel, film yg notabene mendasarkan pd fiksi dan kepura-puraan ada dalilinya dari al quran dan hadits mas? Saya rasa gak ada tuh, sekalipun nash2 yg masih bs diqiyashkan dg itu tetap gak ada sepengetahuan saya.
    Kalopun ada dalilnya, maka saya pasti akan ikut audisi film ato sinetron “Islami” mas, saya jg gak mau ketinggalan mndapatkan pahala berdakwah lwt metode itu KALO EMNK ADA DALILNYA!

    Semoga kita diberi taufiq oleh Alloh Ta’ala untuk meniti jalan yg telah digariskan oleh Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam

  6. afifah
    September 27, 2009 pukul 5:06 am

    assalamu’alaikum…
    mav ka,td diatas ada kat2 kalau kita mengambil pelajaran dari novel atau buku-buku biografi islam lainnya, itu sama dengan menduakan al-Quran?

    sedangkan ada pepatah mengatakan yang intinya kita dapat mengambil ilmu dari mana saja..
    kehidupan seseorang juga bisa dijadikan pelajaran untuk kita…
    Maaf ya ka.. tapi saya masih kurang paham dengan kata-kata yang tadi dibaris 22-24 dari bawah.


    Admin’s answer :

    Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuhu
    Ukhti yang baik, maksud dari perkataan “menduakan alquran” di situ adalah menomorduakan alquran. Mengapa demikian…? Ya, kita semua menyadari bahwa ketika novel – novel tersebut muncul/terbit, maka seketika kaum muslimin terkesiap dengan asyiknya membaca dan menghabiskan waktu mereka untuk membaca novel2 itu dengan tidak ada waktu luang untuk membaca alquran. Mereka asyik untuk menghabiskan novel serta mengikuti alur cerita novel tersebut hingga habis, sementara alquran…? Tak kunjung mereka khatamkan, bukan…?
    Nah, oleh karena itu…keberadaan novel – novel tersebut sedikit banyak telah mempengaruhi kaum muslimin dari alquran. Padahal seandainya mereka pun tau bahwa bagaimana hukum dari cerita FIKTIF itu sendiri, niscaya mereka akan menjauhi.
    Pernah hal ini ditanyakan kepada ulama’ besar di Saudi Arabia, Asy Syaikh Shalih Fauzan.

    “Apa hukum membaca dan menulis kisah fiksi dan cerita yang bisa membangkitkan imajinasi? Dan apakah jika kisah-kisah ini membantu memperbaiki beragam masalah sosial, maka kisah-kisah ini diperbolehkan?”

    Jawab:
    Kisah fiksi seperti ini merupakan kedustaan yang hanya menghabiskan waktu si penulis dan pembaca tanpa memberikan manfaat. Jadi lebih baik bagi seseorang untuk tidak menyibukkan diri dengan perkara ini (menulis atau membaca cerita fiksi-ed).

    Apabila kegiatan membaca atau menulis kisah fiksi ini membuat seseorang lalai dari perkara yang hukumnya wajib, maka kegiatan ini hukumnya haram. Dan apabila kegiatan ini melalaikan seseorang dari perkara yang hukumnya sunnah maka kegiatan ini hukumnya makruh. Dalam setiap kondisi, waktu seorang muslim sangat berharga, jadi tidak boleh bagi dirinya untuk menghabiskan waktunya untuk perkara yang tidak ada manfaatnya.

    (Fatwa Syaikh Fauzan di ad-Durar an-Naadhirah fil-Fataaawa al-Mu’aasirah – Pages 644-645, al-Fowzaan – ad-Da’wah 1516, Jumaada al-Oolaa 1416AH)

    Semoga kita bukan termasuk orang – orang yang seperti disifati oleh Nabi Musa, “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” atau sama hal-nya dengan mengenyampingkan al quran dan beralih pada novel fiksi tersebut.

    Wallahua’lam…

  7. Februari 9, 2011 pukul 12:26 am

    Assalamu’alaikum,
    aku mau nanya tentang hadits.
    “Undhzur ma qola, wa la tandhzur man qola”.
    Lihatlah apa yang dikatakan, tetapi jangan lihat siapa yang mengatakan.
    Bagaimana tentang hadits tersebut? apakah berlaku?
    Maaf kalau ada yang salah.
    Wallahu A’lam.
    Wassalamu’alaikum.

  8. abuzakaria
    Februari 9, 2011 pukul 8:42 am

    Wa’alaikumsalam,
    Allahu A’lam.
    Itu perkataan sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu

    http://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=1847&pid=353381

  9. Maret 9, 2011 pukul 3:32 pm

    abuzakaria :

    Wa’alaikumsalam,
    Allahu A’lam.
    Itu perkataan sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu
    http://www.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=1847&pid=353381

    lantas? adakah peran hadits tersebut dalam tulisan ini?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: