Beranda > Buletin Bashiroh > Beribadah di Kubur Wali ??

Beribadah di Kubur Wali ??


bonang1.gifTujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah hanya kepada Alloh semata, hal ini sebagaimana firman-Nya “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariyat : 56). Namun sayang banyak umat Islam sekarang ini telah menyimpang dari tujuan penciptaan mereka. Sebagian di antara mereka beribadah kepada wali-wali yang dianggap saleh. Atau mereka memiliki keyakinan bahwa beribadah di dekat kubur orang sholeh adalah suatu hal yang utama.

Penyimpangan dalam peribadahan di kubur wali

            Beribadah di kubur wali merupakan suatu penyimpangan yang sangat besar. Sebagai contoh, orang yang melakukan sholat di kubur wali. Meskipun dia meniatkan sholat tersebut ikhlas untuk Alloh semata, namun dia telah melakukan pelanggaran syariat karena Rosululloh telah melarang hal tersebut, sebagaimana sabdanya “Janganlah kalian menjadikan kubur sebagai masjid. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal tersebut” (HR Muslim). Orang yang melakukan sholat di kubur wali maka pada kenyataaannya dia telah menjadikan kubur wali itu sebagai masjid (Lihat Tahdzirus Sajid karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani). Selain itu, orang yang melakukan sholat di kubur wali telah melakukan sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rosululloh. Selama hidupnya, Rosululloh tidak pernah sholat di kubur kecuali sholat jenazah bagi jenazah yang belum disholatkan. Sehingga dengan demikian, orang yang melakukan sholat di kubur wali maka sholatnya itu tidak diterima oleh Alloh. Karena hal itu tidak sesuai dengan tuntunan rosululloh, meskipun dilakukan dengan ikhlas.

            Lebih parah lagi jika orang yang melakukan sholat itu memaksudkan sholatnya untuk para wali, maka ia telah melakukan syirik besar yang dapat mengeluarkannya dari Islam. Karena dia telah meniatkan ibadah yang seharusnya untuk Alloh tapi dimaksudkan untuk selainNya. Padahal dosa syirik merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Alloh (kecuali bertaubat), sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An-Nisa : 48).

Ibadah-ibadah yang dilarang dilakukan di pekuburan

            Sholat bukanlah satu-satunya ibadah yang dilarang untuk dilakukan di makam wali. Ibadah-ibadah lainnya yang hanya boleh diperuntukkan untuk Alloh, jika dilakukan di kubur wali maka hal ini juga terlarang. Semisal menyembelih di kubur wali, thowaf, berdoa di kubur wali dan  sebagainya. Jika semua ibadah tersebut dilakukan di kubur wali dengan niat untuk Alloh semata, namun dilakukan di kubur wali karena tempat tersebut dianggap lebih afdhol, maka ini adalah  ibadah yang tidak ada contohnya dari Rosululloh, dan di samping Rosululloh juga telah melarang untuk beribadah di pekuburan, Rosululloh juga  tidak pernah menjelaskan bahwa kubur adalah tempat yang berkah dan afdhol untuk beribadah. Oleh karena itu, barangsiapa yang melakukan hal tersebut maka dia telah berdosa dan melakukan suatu hal yang haram.. Namun, jika dia ibadah itu ditujukan untuk sang wali di dalam kubur, maka dia telah melakukan syirik besar yang dapat mengeluarkan dari Islam.

Kubur, tempat mengingat kematian

            Jika kita tidak boleh melakukan berbagai bentuk ibadah di kubur, lalu apakah fungsi kubur di dalam syariat Islam ? Jawabannya adalah, Alloh menjadikan kubur sebagai pengingat kematian. Setiap manusia, bagaimanapun keadaannya, kaya, miskin, cantik, jelek, pintar, ataupun bodoh pasti akan mengalami kematian. Meskipun dia masih muda belia atau pun tua renta maka pasti akan mati juga. Alloh berfirman yang artinya, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Jumu’ah : 8).

Kematian merupakan awal dari kehidupan kita yang hakiki, yaitu kehidupan akhirat yang tidak ada akhirnya. Barangsiapa yang melakukan kebaikan ataupun kejahatan sekecil apapun maka ia pasti akan melihatnya di akhirat kelak, sebagaimana firman Alloh yannng artinyas, “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya.” (Al-Mujaadilah : 6)

            Semoga Alloh senantiasa meneguhkan kita di atas Islam dan mematikan kita di atas sunnah. Wallahu ‘alam ( Boris Tanesia Abu ‘Uzair Al-Jakarty)

 

 

Kategori:Buletin Bashiroh
  1. Imam Mawardi
    Desember 11, 2007 pukul 1:01 pm

    Ayo beri contoh pada mereka cara ziarah yang bener. Ayo rombongan ziarah wali yang bener

  2. abu syilfa
    April 27, 2008 pukul 10:40 am

    kepada yang sering ziarah kubur untuk mencari berkah,tolong jangan lakukan lagi.pelajarilah bagaimana ziarah kubur yang benar sesuai manhaj salaf.jangan asal ziarah.

  3. Mei 15, 2008 pukul 10:55 am

    Ziarah sekarang lebih ke arah Wisata ya ? malah sekarang lebih sering disebut “wisata rohani”, “ngalap berkah” dan lainnya.
    Jadi yang betul ziarah itu hanya mendoakan si ahli kubur saja ya ? nggak ada plus-plus nya ?

    Admin:

    Afawan lama ana tanggapi karena pengennya ana tanyakan ke asatid tapi belum sempet. biar lebih mantep maksudnya. Ya ziarah kubur itu dibolehkan HANYA untuk mengingat mati dan mendoakan yang mati. bukan meminta atau memuliakan yang di kubur. Karena kuburan-kuburan yang dimuliakan itu tidaklah mengingatkan mati (karena sudah di hiasi dengan berbagai pernak-pernik dunia misalnya) dan malah mendatangkan kesyirikan maka dilarang. Wallahua’lam

  4. ummu fathimah
    Juni 20, 2008 pukul 4:30 am

    apakah sholat di masjid yang didekatnya ada kuburan wali itu boleh????

    walaupun antara masjid dan kuburannya sudah dipisahkan oleh tembok???

    jazakumulloh khoir atas jawabannya

    Tidak boleh ukhti…

    Hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُوْرَ أَنْبِياَئِهِمْ مَسَاجِدَ

    “Allah melaknat Yahudi dan Nashara dikarenakan mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Al-Bukhari no. 435 dan Muslim no. 529) Syaikhul Islam rahimahullah dalam Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim hal. 462 berkata: “Termasuk di antaranya shalat di pekuburan meskipun tidak ada bangunan masjid di sana, karena hal itu juga masuk dalam kategori menjadikan kuburan sebagai masjid sebagaimana kata ‘Aisyah radhiallahu ‘anha4: “Kalau bukan karena hal itu maka sungguh kuburan Rasulullah akan ditampakkan5, akan tetapi beliau khawatir (takut) kuburannya akan dijadikan masjid.” Dan bukanlah maksud ‘Aisyah radhiallahu ‘anha pembangunan masjid semata, karena para shahabat radhiallahu ‘anhum tidak akan melakukan pembangunan masjid di sisi kuburan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi maksud Aisyah radhiallahu ‘anha adalah kekhawatiran bahwa orang-orang akan melakukan shalat di sisi kuburan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    Setiap tempat yang dimaksudkan untuk shalat padanya berarti telah dijadikan masjid. Bahkan setiap tempat shalat maka itu dinamakan masjid meskipun tidak ada bangunan masjidnya, sebagaimana kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam6: “Telah dijadikan bumi bagiku sebagai masjid (tempat shalat) dan alat untuk bersuci (dengan tayammum).”

    Walaupun ada tembok atau bukan, tetap dilarang. Ahsan mencari masjid yang lai yang lebih mendekati sunnah.

    Wallahua’alam

  5. Widodo H.R.
    Juli 19, 2010 pukul 4:34 am

    pada dasarnya orang hanya berdoa kepada Allah. Musyrik dan tidak itu tempatnya di hati. Saya senang Ziarah ke tempat wali, bukan minta sama walinya itu keliru. memang di makam wali saya bisa mengingat sejarah wali tersebut, kesholehannya, cintanya kepada Rasul, perjuangannya dan itu menjadi harapan semoga Allah SWT Menolong saya dalam segala Iktiar saya agar menjadi orang sholeh yang diridhloi. dan mampu mencontoh kebaikan wali tersebut. yang penting hati kita dalam segala hal tetap meminta kepada Allah SWT.

  6. Taiminyah
    Agustus 8, 2013 pukul 11:05 am

    Pemahaman. Ziarah sampean cetak banget cuy! Kasian

    Admin : Terimakasih akhi sudah berkenan mengunjungi website kami barakallahufiik.

  1. November 11, 2014 pukul 10:00 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: