<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Forum Shilaturahmi Mahasiswa Assunnah</title>
	<atom:link href="http://assunnahsurabaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 00:31:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Hindarilah sifat Hasad!!!!</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/03/02/hindarilah-sifat-hasad/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/03/02/hindarilah-sifat-hasad/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 07:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akhlak Mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Oleh. Ust. Kholid Syamhudi
Ujian Allah
Allah memberikan nimmatNya tidak sama pada semua hambaNya, ada yang diberi banyak dan ada yang sedikit. Semua itu untuk menguji para hambaNya dalam kehidupan dunia ini. Ujian ini bagaikan api membersihkan dan memisahkan emas dari campurannya. Sehingga dengan ujian ini dapat terlihat mana yang benar-benar beriman dan yang tidak. Oleh karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 align="center"><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2008/03/api.jpg" title="api.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2008/03/api.thumbnail.jpg" alt="api.jpg" align="right" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><a href="http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/01/22/hindarilah-sifat-hasad/" title="Hindarilah sifat Hasad!!!!"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Oleh. Ust. Kholid Syamhudi</span></a></span></h2>
<p><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ujian Allah</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Allah memberikan nimmatNya tidak sama pada semua hambaNya, ada yang diberi banyak dan ada yang sedikit. Semua itu untuk menguji para hambaNya dalam kehidupan dunia ini. Ujian ini bagaikan api membersihkan dan memisahkan emas dari campurannya. Sehingga dengan ujian ini dapat terlihat mana yang benar-benar beriman dan yang tidak. Oleh karena itu janga sampai kita kalah dalam ujian tersebut.</span><span id="more-74"></span><span></span></p>
<p><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Adam vs Iblis.</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Karena perbedaan inilah, sering timbul sifat-sifat jelek hamba Allah terhadap yang lainnya. Lihat awal perseteruan Adam dan iblis, ketika Iblis melanggar perintah Allah untuk sujud kepada Adam disebabkan perasaan hasadnya terhadap Adam. Ia merasa Allah tidak adil dalam perintah tersebut, bagaimana tidak? –menurut Iblis-. Ia yang lebih baik dan pantas dari Adam mendapat kemuliaan tersebut, kok malahan diminta sujud padanya, sampai ia mengatakan:<br />
<i>:”Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. 7:12)<br />
</i>Perseteruan itu ada disebabkan hasad kepada Adam yang telah Allah muliakan. Akibatnya Allah kutuk Iblis dan menjadikannya musuh anak Adam sampai hari kiamat.<br />
Demikian juga permusuhan orang kafir terhadap kaum mukminin, sehingga mereka mengerahkan segala kekuatan dan daya upaya untuk menjauhkan kaum mukmin dari keimanan, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firmanNya:<br />
Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguh-Nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:109)</span></p>
<p><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa itu Hasad?</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Hasad atau dengki adalah sifat seseorang yang tidak suka orang lain lebih darinya atau tidak suka orang lain mendapatkan kenikmatan Allah baik dengan keinginan kenikmatan tersebut hilang darinya atau tidak, bila disertai perasaan ingin menghancurkan milik orang lain maka ini merupakan hasad tingkat tinggi dan paling jelek, seperti hasadnya Iblis kepada Adam.<br />
Sifat hasad ini dapat digambarkan dengan contoh, misalnya tetangga kita memiliki kelebihan harta benda, atau anak atau istri yang cantik jelita atau memiliki kedudukan dan nama baik dimasyarakat, lalu kita iri dan dengki kepadanya, baik berusaha jelek merusaknya ataupun tidak. Sifat hasad ini dapat membuat orang berbuat dzolim kepada tetangganya, bahkan juga ngosipin dan menjelek-jelekkannya didepan orang lain. Tentu ini akan menjadikan suasana bermasarakat yang tidak kondusif dan buruk sekali.</span></p>
<p><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">10 Bahaya Hasad</span></b></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hasad sangat berbahaya sekali, diantara bahayanya adalah:<b></b></span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">hasad merupakan sifat orang yahudi yang Allah laknat, sehingga siapa yang memilikinya berarti telah menyerupai mereka. Allah berfirman tentang hal ini:<br />
Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (QS. 4:54)</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">orang yang memiliki sifat hasad tidak dapat menyempurnakan imannya, sebab ia tidak akan dapat mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Padahal Rasululloh bersabda:<br />
tidak sempurna iman salah seorang kalian sampai cinta untuk saudaranya seperti cinta untuk dirinya. (Muttafaqun Alaihi) bahkan lebih dari itu orang yang hasad sangat bahagia dan senang bila saudaranya celaka dan binasa.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span> </span>Ada dalam sifat hasad ini ketidak sukaan terhadap taqdir yang Allah berikan kepadanya, sebab siapa yang memberikan nikmat kepada orang lain tersebut? Tentu saja Allah. Seakan-akan ia ingin ikut berperan aktif dalam penentuan takdir Allah dengan merasa bahwa ia lebih pantas mendapatkan nikmat tersebut dari orang lain.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setiap orang lain mendapatkan kenikmatan, semakin besar dan kuat api hasad dalam dirinya, sehingga ia selalu penasaran dan duka serta hatinya terbakar api hasad tersebut.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">menimbulkan sekap egois yang tinggi dan tidak menyukai kebaikan pada orang lain</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hasad memakan dan melumat kebaikan yang dimilikinya sebagaimana api memakan dan melumat kayu bakar yang kering. Ini yang dinyatakan Rasululloh dalam sabdanya:<br />
Jauhkanlah (oleh kalian) dengki (hasad) karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar (riwayat Abu daud)</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">menyusahkan diri sendiri sebab ia tidak mampu merubah sedikitpun takdir Allah. Allah telah memberikan nikmat pada orang lain dan tidak akan tercegah dan terhalangi oleh ulah orang yang hasad tersebut. Walaupun ia telah berusaha dengan mencurahkan seluruh kesungguhan dan kemampuannya tidak akan mungkin merubah takdir Allah yang sudah ditetapkan. Sehingga semua usahanya hanyalah sia-sia belaka.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>8.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">hasad mencegah pemiliknya dari berbuat amal kebaikan dan kemanfaatan. Hal ini karena ia selalu sibuk dengan memikirkan dan melihat milik orang lain sehingga seluruh hidupnya hanya untuk memikirkan bagaimana datangnya kenikmatan pada orang lain dan bagaimana cara menghilangkannya.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>9.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">hasad dapat memecah persatuan, kesatuan dan persaudaraan kaum muslimin. Memang demikian, karena itulah Rasululloh bersabda:<br />
Janganlah saling hasad dan berbuat najasy dan janganlah saling bermusuhan serta saling mendiamkan dan jadilah kalian bersaudara. (riwayat Muslim)</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>10.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">hidupnya tidak pernah tenang dan tentram, apalagi bahagia. Orang yang hasad selalu dalam keadaan gundah gulana dan resah melihat orang lain lebih darinya. Padahal mesti ada orang ;ain yang memiliki kelebihan darinya.<br />
Oleh karena itu, Rasululloh melarang kita melakukan perbuatan hasad ini.<br />
Alangkah mengerikan bahaya dan kerusakan yang timbul dari dengki (hasad) ini. Oleh karena itu marilah kita berusaha menanggalkan dan menghilangkannya dari diri kita.</span></p>
<p><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">10 Kiat menghindari dan mencegah sifat Hasad.<br />
</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setelah mengetahui bahayanya, tentunya kita harus berusaha menghindari dan manjauhkan diri dari sifat yang satu ini. Untuk itu perlu melihat kiat-kiat berikut ini:</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Belajar dan memahami aqidah islam yang benar, baik tentang keimanan ataupun syari’at serta nmengamalkannya. Kebenaran aqidah merupakan sumber segala perbaikan dan kebaikan. Hal ini dilakukan dengan terus senantiasa menggali isi kandungan Al Qur’an dan Hadits.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">memahami dengan benar konsep takdir menurut syari’at Islam, sehingga faham kalau segala kenikmatan dan rizqi serta yang lainnya tidak lepas dari ketentuan takdir Allah. Dengan memahami ini diharapkan tidak timbul dalam diri kita rasa iri dan dengki terhadap orang lain, karena tahu itu semua tidak lepas dari ketetapan takdir Allah.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">meyakini dengan benar dan kokoh bahwa semua kenikmatan tersebut berasal dari Allah dan diberikan kepada setiap orang sesuai dengan hikmah yang diinginkanNya. Sebab tidak semua kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain itu baik untuknya.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">membersihkan hati dengan berusaha mengamalkan seluruh syari’at islam.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">memandang dunia dengan segala perhiasannya sebagai sesuatu yang akan punah dengan cepat dan sesuatu yang tidak seberapa dibanding akherat. Demikian juga memandang tujuan akhir kehidupannya adalah akherat yang kekal abadi, sebagaimana firman Allah:<br />
<i>Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir. Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).</i> <b>(QS. 10:24-25)</b></span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">selalu mengingat bahaya hasad bagi kehidupan dunia dan akheratnya.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">selalu mencanangkan dalam hatinya kewajiban mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cinta untuk dirinya, sehingga tidak merasa panas melihat saudaranya lebih baik darinya dalam permasalahan dunia. Rasulullah bersabda:<br />
Tidaklah seorang dari kalian sempurna imannya sampai mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya (Mutafaqun Alaihi)</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>8.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">berusaha memenuhi hak-hak saudaranya sesama muslim dan mencari teman baik yang mengingatkan dan menasehatinya.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>9.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">       </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">selalu mengingat kematian dan pembalasan Allah atas kedzoliman dan kerusakan yang ditumbulkan hasad tersebut.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span>10.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">mengingat keutamaan zuhud dan lapang dada terhadap nikmat yang Allah anugrahi kepada orang lain serta kewajiban bersyukur terhadap nikmat yang dianugrahkan kepadanya. Sebab semua ini akan menimbulkan sifat qana’ah dan kaya diri. Sifat qana’ah dan kaya diri ini yang akan membawanya kepada sifat iffah dan takwa. Rasululoh bersabda:<br />
mudah-mudahan dengan selalu berusaha menjauhi dan meninggalkan sifat hasad ini kita semua dimudahkan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><i><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><font color="#0000ff">http://ustadzkholid.wordpress.com/2008/01/22/hindarilah-sifat-hasad/</font></span></i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=74&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/03/02/hindarilah-sifat-hasad/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2008/03/api.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">api.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Asyura 10 Muharram Antara Sunnah Dan Bid’ah *</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/hari-asyura-10-muharram-antara-sunnah-dan-bid%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/hari-asyura-10-muharram-antara-sunnah-dan-bid%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 07:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/hari-asyura-10-muharram-antara-sunnah-dan-bid%e2%80%99ah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Ustadz Aris Munandar bin S.Ahmadi
Sejarah Dan Keutamaan Puasa Asyura
Sesungguhnya hari Asyura (10 Muharram) meski merupkan hari bersejarah dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid&#8217;ah di dalamnya. Adapun yang dituntunkan syariat kepada kita pada hari itu hanyalah berpuasa, dengan dijaga agar jangan sampai tasyabbuh dengan orang Yahudi.&#8220;Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Oleh<br />
Ustadz Aris Munandar bin S.Ahmadi</p>
<p><b>Sejarah Dan Keutamaan Puasa Asyura</b><br />
Sesungguhnya hari Asyura (10 Muharram) meski merupkan hari bersejarah dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid&#8217;ah di dalamnya. Adapun yang dituntunkan syariat kepada kita pada hari itu hanyalah berpuasa, dengan dijaga agar jangan sampai tasyabbuh dengan orang Yahudi.</span><span id="more-72"></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">&#8220;Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.&#8221; [1]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">&#8220;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya :&#8221;Apa ini?&#8221; Mereka menjawab :&#8221;Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :&#8221;Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.&#8221; [2]</p>
<p>Dua hadits ini menunjukkan bahwa suku Quraisy berpuasa pada hari Asyura di masa jahiliyah, dan sebelum hijrahpun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukannya. Kemudian sewaktu tiba di Madinah, beliau temukan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu, maka Nabi-pun berpuasa dan mendorong umatnya untuk berpuasa.</p>
<p>Diriwayatkan pada hadits lain.</p>
<p>“Artinya : Ia adalah hari mendaratnya kapal Nuh di atas gunung “Judi” lalu Nuh berpuasa pada hari itu sebagai wujud rasa syukur”[3]</p>
<p>“Artinya : Abu Musa berkata : “Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulllah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasalah kalian pada hari itu” [4]</p>
<p>“Artinya :Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa di hari Asyura, maka beliau menjawab : “Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa kecil) pada tahun kemarin” [5]</p>
<p><b>Cara Berpuasa Di Hari Asyura</b><br />
<b>[1]. Berpuasa selama 3 hari tanggal 9, 10, dan 11 Muharram</b><br />
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafadz sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa 2/2:</p>
<p>&#8220;Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.&#8221;</p>
<p>Dan pada riwayat ath-Thahawi menurut penuturan pengarang Al-Urf asy-Syadzi:</p>
<p>&#8220;Puasalah pada hari Asyura dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya dan janganlah kalian menyerupai orang Yahudi.&#8221;</p>
<p>Namun di dalam sanadnya ada rawi yang diperbincangkan. Ibnul Qayyim berkata (dalam Zaadud Ma&#8217;al 2/76):&#8221;Ini adalah derajat yang paling sempurna.&#8221; Syaikh Abdul Haq ad-Dahlawi mengatakan:&#8221;Inilah yang Utama.&#8221;</p>
<p>Ibnu Hajar di dalam Fathul Baari 4/246 juga mengisyaratkan keutamaan cara ini. Dan termasuk yang memilih pendapat puasa tiga hari tersebut (9, 10 dan 11 Muharram) adalah Asy-Syaukani (Nailul Authar 4/245) dan Syaikh Muhamad Yusuf Al-Banury dalam Ma’arifus Sunan 5/434</p>
<p>Namun mayoritas ulama yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan untuklebih hati-hati.Ibnul Qudamah di dalam Al-Mughni 3/174 menukil pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.</p>
<p><b>[2]. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram</b><br />
Mayoritas Hadits menunjukkan cara ini:<br />
“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Para</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> shahabat berkata:&#8221;Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi.&#8221; Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.&#8221;, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.&#8221;[6]</p>
<p>Dalam riwayat lain :<br />
&#8220;Artinya : Jika aku masih hidup pada tahun depan, sungguh aku akan melaksanakan puasa pada hari kesembilan.&#8221;[7].</p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata (Fathul Baari 4/245) :&#8221;Keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak hanya berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari kesepuluh. Kemungkinan dimaksudkan untuk berhati-hati dan mungkin juga untuk menyelisihi kaum Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat, yang itu ditunjukkan sebagian riwayat Muslim”</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari &#8216;Atha&#8217;, dia mendengar Ibnu Abbas berkata:&#8221;Selisihilan Yahudi, berpuasalah pada tanggal 9 dan 10”.</p>
<p><b>[3]. Berpuasa Dua Hari yaitu tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram</b><br />
&#8220;Berpuasalah pada hari Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”<br />
Hadits marfu&#8217; ini tidak shahih karena ada 3 illat (cacat):<br />
[a]. Ibnu Abi Laila, lemah karena hafalannya buruk.<br />
[b]. Dawud bin Ali bin Abdullah bin Abbas, bukan hujjah<br />
[c]. Perawi sanad hadits tersebut secara mauquf lebih tsiqah dan lebih hafal daripada perawi jalan/sanad marfu&#8217;</p>
<p>Jadi hadits di atas Shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan al-Ma&#8217;tsurah karya As-Syafi&#8217;i no 338 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar 1/218.</p>
<p>Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma&#8217;arif hal 49):&#8221;Dalam sebagian riwayat disebutkan atau sesudahnya maka kata atau di sini mungkin karena keraguan dari perawi atau memang menunjukkan kebolehan….&#8221;</p>
<p>Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/245-246):&#8221;Dan ini adalalah akhir perkara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dahulu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam suka menyocoki ahli kitab dalam hal yang tidak ada perintah, lebih-lebih bila hal itu menyelisihi orang-orang musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan Islam menjadi termahsyur, beliau suka menyelisihi ahli kitab sebagaimana dalam hadits shahih. Maka ini (masalah puasa Asyura) termasuk dalam hal itu. Maka pertama kali beliau menyocoki ahli kitab dan berkata :&#8221;Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian (Yahudi).&#8221;, kemudian beliau menyukai menyelisihi ahli kitab, maka beliau menambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi ahli kitab.&#8221;</p>
<p>Ar-Rafi&#8217;i berkata (at-Talhish al-Habir 2/213) :&#8221;Berdasarkan ini, seandainya tidak berpuasa pada tanggal 9 maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 11&#8243;</p>
<p><b>[4]. Berpuasa pada 10 Muharram saja</b><br />
Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/246) :&#8221;Puasa Asyura mempunyai 3 tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9, dan tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9 dan 11. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Wallahu a&#8217;lam.&#8221;</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H-2001M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[*]. Diolah oleh Aris Munandar bin S Ahmadi, dari kitab Rad’ul Anam Min Muhdatsati Asyiril Muharram Al-Haram, karya Abu Thayib Muhammad Athaullah Hanif, tahqiq Abu Saif Ahmad Abu Ali<br />
[1]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 3/454, 4/102-244, 7/147, 8/177,178, Ahmad 6/29, 30, 50, 162, Muslim 2/792, Tirmidzi 753, Abu Daud 2442, Ibnu Majah 1733, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/319,320, Al-Humaidi 200, Al-Baihaqi 4/288, Abdurrazaq 4/289, Ad-Darimy 1770, Ath-Thohawi 2/74 dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya 5/253<br />
[2]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 4/244, 6/429, 7/274, Muslim 2/795, Abu Daud 2444, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/318, 319, Ahmad 1/291, 310, Abdurrazaq 4/288, Ibnu Majah 1734, Baihaqi 4/286, Al-Humaidi 515, Ath-Thoyalisi 928<br />
[3]. Hadits Riwayat Ahmad 2/359-360 dengan jalan dari Abdusshomad bin Habib Al-Azdi dari bapaknya dari Syumail dari Abu Hurairah, Abdusshomad dan bapaknya keduanya Dha’if.<br />
[4]. Hadits Shahih Riwayat Bukahri 4/244, 7/274, Muslim 2/796, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/322 dan Al-Baihaqi 4/289<br />
[5]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/818-819, Abu Daud 2425, Ahmad 5/297, 308, 311, Baihaqi 4.286, 300 Abdurrazaq 4/284, 285<br />
[6]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/796, Abu Daud 2445, Thabary dalam Tahdzibul Atsar 1/24, Baihaqi dalam Al-Kubra 4/287 dan As-Shugra 2/119 serta Syu’abul Iman 3506 dan Thabrabi dalam Al-Kabir 10/391<br />
[7]. Hadits Shahih Muslim 2/798, Ibnu Majah 736, Ahmad 1/224, 236, 345, Baihaqi 4/287, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanafnya 3/58, Thabrani dalam Al-Kabir 10/401, Thahawi 2/77 dan lain-lain</p>
<p></span></p>
<p><b><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Bid’ah-Bid’ah Di Hari Asyura</span></b><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><br />
[1]. Shalat dan dzikir-dzikir khusus, sholat ini disebut dengan sholat Asyura<br />
[2]. Mandi, bercelak, memakai minyak rambut, mewarnai kuku, dan menyemir rambut.<br />
[3]. Membuat makanan khusus yang tidak seperti biasanya.<br />
[4]. Membakar kemenyan.<br />
[5]. Bersusah-susah dalam kehausan dan menampakkan kesusahannya itu.<br />
[6]. Doa awal dan akhir tahun yang dibaca pada malam akhir tahun dan awal tahun (Sebagaimana termaktub dalam Majmu&#8217; Syarif)<br />
[7]. Menentukan berinfaq dan memberi makan orang-orang miskin<br />
[8]. Memberi uang belanja lebih kepada keluarga.<br />
[9]. As-Subki berkata (ad-Din al-Khalish 8/417):&#8221;Adapun pernyataan sebagian orang yang menganjurkan setelah mandi hari ini (10 Muharram) untuk ziarah kepada orang alim, menengok orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memotong kuku, membaca al-Fatihah seribu kali dan bersilaturahmi maka tidak ada dalil yg menunjukkan keutamaan amal-amal itu jika dikerjakan pada hari Asyura. Yang benar amalan-amalan ini diperintahkan oleh syariat di setiap saat, adapun mengkhususkan di hari ini (10 Muharram) maka hukumnya adalah bid&#8217;ah.&#8221;</p>
<p>Ibnu Rajab berkata (Latha’iful Ma’arif hal. 53) : “Hadits anjuran memberikan uang belanja lebih dari hari-hari biasa, diriwayatkan dari banyak jalan namun tidak ada satupun yang shahih. Di antara ulama yang mengatakan demikian adalah Muhammad bin Abdullah bin Al-Hakam Al-Uqaili berkata :”(Hadits itu tidak dikenal)”. Adapun mengadakan ma’tam (kumpulan orang dalam kesusahan, semacam haul) sebagaimana dilakukan oleh Rafidhah dalam rangka mengenang kematian Husain bin Ali Radhiyallahu ‘anhu maka itu adalah perbuatan orang-orang yang tersesat di dunia sedangkan ia menyangka telah berbuat kebaikan. Allah dan RasulNya tidak pernah memerintahkan mengadakan ma’tam pada hari lahir atau wafat para nabi maka bagaimanakah dengan manusia/orang selain mereka”</p>
<p>Pada saat menerangkan kaidah-kaidah untuk mengenal hadits palsu, Al-Hafidz Ibnu Qayyim (al-Manar al-Munif hal. 113 secara ringkas) berkata : “Hadits-hadits tentang bercelak pada hari Asyura, berhias, bersenang-senang, berpesta dan sholat di hari ini dan fadhilah-fadhilah lain tidak ada satupun yang shahih, tidak satupun keterangan yang kuat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits puasa. Adapun selainnya adalah bathil seperti.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa memberi kelonggaran pada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelonggaran kepadanya sepanjang tahun”.</p>
<p>Imam Ahmad berkata : “Hadits ini tidak sah/bathil”. Adapun hadits-hadits bercelak, memakai minyak rambut dan memakai wangi-wangian, itu dibuat-buat oleh tukang dusta. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Kemudian golongan lain membalas dengan menjadikan hari Asyura sebagai hari kesedihan dan kesusahan. Dua goloangan ini adalah ahli bid’ah yang menyimpang dari As-Sunnah. Sedangkan Ahlus Sunnah melaksanakan puasa pada hari itu yang diperintahkan oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi bid’ah-bid’ah yang diperintahkan oleh syaithan”.</p>
<p>Adapun shalat Asyura maka haditsnya bathil. As-Suyuthi dalam Al-Lali 2/29 berkata : “Maudhu’ (hadits palsu)”. Ucapan beliau ini diambil Asy-Syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmu’ah hal.47. Hal senada juga diucapkan oleh Al-Iraqi dalam Tanzihus Syari’ah 2/89 dan Ibnul Jauzi dalam Al-Maudlu’ah 2/122</p>
<p>Ibnu Rajab berkata (Latha’ful Ma’arif) : “Setiap riwayat yang menerangkan keutamaan bercelak, pacar, kutek dan mandi pada hari Asyura adalah maudlu (palsu) tidak sah. Contohnya hadits yang dikatakan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu secara marfu.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa mandi dan bersuci pada hari Asyura maka tidak akan sakit di tahun itu kecuali sakit yang menyebabkan kematian”.</p>
<p>Hadits ini adalah buatan para pembunuh Husain.</p>
<p>Adapun hadits,<br />
“Artinya : Barangsiapa bercelak dengan batu ismid di hari Asyura maka matanya tidak akan pernah sakit selamanya”</p>
<p>Maka ulama seperti Ibnu Rajab, Az-Zakarsyi dan As-Sakhawi menilainya sebagai hadits maudlu (palsu).</p>
<p>Hadits ini diriwayatkan Ibnul Jauzi dalam Maudlu’at 2/204. Baihaqi dalam Syu’abul Iman 7/379 dan Fadhail Auqat 246 dan Al-Hakim sebagaimana dinukil As-Suyuthi dalam Al-Lali 2/111. Al-Hakim berkata : “Bercelak di hari Asyura tidak ada satu pun atsar/hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan hal ini adalah bid’ah yang dibuat oleh para pembunuh Husain Radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>Demikianlah sedikit pembahasan tentang hari Asyura. Semoga kita bisa meninggalkan bid’ah-bid’ahnya. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Amin</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H-2001M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[8]. Abdurrazaq 4/287, Thahawi dalam Syarh Ma’anil Atsar 2/78, Baihaqi dalam Sunan Kubra 4/287 dan dalam Syu’abul Iman 3509 dari jalan Ibnu Juraij, Atha telah mengabariku …. Sanadnya shahih. Ada juga muttabi dalam riwayat Qasim Al-Bhagawi dalam Al-Hadits Ali Ibnil Ja’di 2/886 dengan sanad shahih<br />
[9]. Hadits Dhaif, riwayat Ahmad 1/241, Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 2095, Thahawi 2/78, Bazar 1052 dalam Kasyfil Atsar, Baihaqi 4/278, Thobary dalam Tahdzibul Atsar 1/215, Ibnu Adi dalam Al-Kamil 3/88</span></p>
<p class="MsoNormal">
<span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> <span> </span>Sumber : </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2034/slash/0"><span>http://www.almanhaj.or.id/content/2034/slash/0</span></a></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=72&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/hari-asyura-10-muharram-antara-sunnah-dan-bid%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kajian Manhaj</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/kajian-manhaj/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/kajian-manhaj/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 06:59:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/kajian-manhaj/</guid>
		<description><![CDATA[Hadirilah Kajian Islamiyyah Manhajiyah&#8230;&#8230;
 
GARIS PEMISAH
Antara Dakwah Salafiyah 
           Dengan Ikhwanul Muslimin
                                                    
                                                 
Oleh. Ust. Abdurrahman Thayyib Lc.
 
InsyaAllah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal        : Sabtu 10 Muharram 1429 H (19 Januari 200  
Waktu                     : Ba’da Maghrib s/d 21.00
Tempat                  : Masjid Al-Amin
                                  Jl. Semampir Tengah III-A/25 Surabaya
 
Info: 081-330895060, 71156368
 
 
Presented by. Forum Kajian &#38; Studi Islam
          REMAS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Hadirilah Kajian Islamiyyah Manhajiyah&#8230;&#8230;</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:18pt;font-family:'Bite me';">GARIS PEMISAH</span></p>
<p class="MsoNormal"><u><span style="font-size:18pt;">Antara </span></u><u><span style="font-size:18pt;font-family:'A.C.M.E. Secret Agent';">Dakwah Salafiyah </span></u></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:18pt;"><span>           </span>Dengan </span><span style="font-size:18pt;font-family:'A.C.M.E. Secret Agent';">Ikhwanul Muslimin</span><span style="font-size:18pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                                                    </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:'Microsoft Sans Serif';"><span>                                                 </span></span></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size:9pt;font-family:'Microsoft Sans Serif';">Oleh. Ust. </span></b><b><span style="font-size:9pt;font-family:'Microsoft Sans Serif';">Abdurrahman Thayyib Lc.</span></b><span style="font-size:10pt;font-family:'Microsoft Sans Serif';"></span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">InsyaAllah akan dilaksanakan pada:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Hari/Tanggal<span>        </span>: Sabtu 10 Muharram 1429 H (19 Januari 200 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Waktu<span>                     </span>: Ba’da Maghrib s/d 21.00</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Tempat<span>  </span><span>                </span>: Masjid Al-Amin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span>                                </span><span>  </span>Jl. Semampir Tengah III-A/25 Surabaya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><i><span style="font-size:9pt;">Info: 081-330895060, 71156368</span></i></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Presented by. Forum Kajian &amp; Studi Islam</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;"><span>          </span>REMAS Al-Amin Surabaya</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=71&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/kajian-manhaj/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dauroh Keluarga Sakinah</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-keluarga-sakinah/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-keluarga-sakinah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 06:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-keluarga-sakinah/</guid>
		<description><![CDATA[ 
“Dauroh Menyongsong Keluarga Sakinah”
Persiapan Menikah dalam Tinjuan Medis
dr. Muhammad Nazir SpOG
08.00-09.30
Persiapan Menikah dalam Tinjauan Syariat
Ust. Abu Zahroh (Pengajar Ma’had Al-Furqon, Gresik)
10.00-14.30
Tempat : Ma’had Thayyibah,
   Keputih Plengsengan Perum Inti Bumi 1-3, Surabaya
Hari/Tanggal : Ahad, 20 Januari 2008
 
Fasilitas: Makan dan makalah, Infaq Rp.5000,-
 
Cp. Ikhwan. 031 72608541
      Akhwat. 031 71933782
Presented by. Ma’had Thayyibah,
Yayasan Nida’ul Fitrah -Surabaya
 
   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:20pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:20pt;font-family:'Boyz R Gross Shadow NF';">“Dauroh Menyongsong Keluarga Sakinah”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:20pt;font-family:'A Cut Above The Rest';">Persiapan Menikah dalam Tinjuan Medis</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;">dr. Muhammad Nazir SpOG</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;">08.00-09.30</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:20pt;font-family:'A Cut Above The Rest';">Persiapan Menikah dalam Tinjauan Syariat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;">Ust. Abu Zahroh (Pengajar Ma’had Al-Furqon, Gresik)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;">10.00-14.30</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Tempat : Ma’had Thayyibah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="font-family:Verdana;"><span>   </span>Keputih Plengsengan Perum Inti Bumi 1-3, Surabaya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Hari/Tanggal : Ahad, 20 Januari 2008</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Fasilitas: Makan dan makalah, Infaq Rp.5000,-</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">Cp. Ikhwan. 031 72608541</p>
<p class="MsoNormal"><span>     </span><span> </span>Akhwat. 031 71933782</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Presented by. Ma’had Thayyibah,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yayasan Nida’ul Fitrah -Surabaya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=70&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/01/15/dauroh-keluarga-sakinah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Saudariku, ada surga di rumahmu…</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/saudariku-ada-surga-di-rumahmu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/saudariku-ada-surga-di-rumahmu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 17:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/saudariku-ada-surga-di-rumahmu%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh merupakan musibah besar yang melanda umat Islam tatkala kaum muslimah keluar dari rumahnya dalam keadaan berpakaian tetapi telanjang. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa perempuan-perempuan semacam itu tidak akan mencium bau surga. Beliau bersabda, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya…(salah satunya) para wanita yang berpakaian tapi telanjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Sungguh merupakan musibah besar yang melanda umat Islam tatkala kaum muslimah keluar dari rumahnya dalam keadaan berpakaian tetapi telanjang. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa perempuan-perempuan semacam itu tidak akan mencium bau surga. Beliau bersabda, </font></font><em><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya…(salah satunya) para wanita yang berpakaian tapi telanjang dan berlenggak-lenggok. Rambut kepala mereka seperti punuk unta, mereka itu tidak akan mendapatkan baunya surga padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”(HR.Muslim)</font></font></em><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">. Saudariku, kalau engkau masih mau mendengar nasihat Nabimu maka kenakanlah jilbabmu dengan benar saat kau keluar rumah!</font></font><span id="more-69"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Mengekor barat</font></font></strong></p>
<p style="text-indent:0.25in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Memang sejak jauh hari Nabi telah memperingatkan bahwa akan ada diantara umat ini yang mengikuti budaya orang-orang terdahulu dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Imam al Bukhari telah mencatat sabda Beliau, </font></font><em><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti gaya hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sampai-sampai seandainya mereka masuk ke dalam lubang dhobb (sejenis biawak) niscaya ada di antara kalian yang ikut masuk pula ke dalamnya.”</font></font></em></p>
<p style="text-indent:0.25in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><br />
Lihatlah wanita-wanita muslimah di sekeliling kita, bukankah selama ini sebagian besar dari mereka menjadi korban budaya barat yang kafir itu?. Hampir segalanya mereka tiru; mulai dari cara berpakaian, cara berinteraksi dengan lawan jenis, bahkan sampai pola pikir yang hedonis (mencari kesenangan dunia semata) dan ujung akhirnya mereka turut bercampur baur dengan kaum lelaki di kantor-kantor, di parlemen dan restoran-restoran. Kini terbuktilah perkataan Nabi yang mulia, dan sungguh sangat ironi tatkala mereka melakukan ini semua dengan bertameng emansipasi yang digembor-gemborkan oleh barat. </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Ikutilah jejak ibunda kalian…</font></font></strong><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">			</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Duhai saudariku, andaikata apa yang kalian lakukan ini dengan bercampur baur bersama kaum pria di pemerintahan, di kantor-kantor adalah kemaslahatan untuk kaum muslimah tentulah para isteri Nabi dahulu adalah orang pertama yang melakukan perbuatan sebagaimana yang kalian lakukan sekarang ini? Lalu mengapa kalian melakukan apa yang tidak mereka lakukan? Apakah kalian merasa lebih cerdas dari ibunda ‘Aisyah yang menyadari kesalahannya tatkala berani memimpin pasukan ketika terjadi perang Jamal?. Beliau benar-benar menyesal karena melalaikan sebuah sabda Rasulullah, </font></font><em><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">“Tidak akan pernah beruntung kaum manapun yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan” (HR.al  Bukhari).</font></font></em></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Cobalah bandingkan dengan sebagian kaum muslimah dewasa ini yang dengan bangga memamerkan auratnya di layar kaca yang ditonton oleh ribuan pasang mata! Atau mereka yang dengan berapi-api berteriak-teriak berdemo di jalan-jalan dengan dalih untuk membela hak kaum muslimin, dan lebih lucunya lagi berdalil dengan perbuatan Aisyah yang telah disesali tersebut. Atau mereka yang berkoar-koar di atas mimbar demi mendapatkan kursi DPR serta rela bercampur baur dengan lelaki yang bukan mahromnya. Allahu akbar!!, hanya kepada-Nya lah kami mohon pertolongan.</font></font></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><strong><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Kembalilah ke istanamu wahai saudariku…		</font></font></strong></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Seorang muslimah yang shalihah yang senantiasa menjaga dirinya, memiliki rasa malu dan memelihara kehormatannya itulah yang dipuji oleh syari’at. Dengan aktivitasnya mengurus rumah dan membekali dirinya dengan ilmu syar’i atau mendidik anak-anak maka dengan demikian ia telah turut serta berusaha mewujudkan masyarakat islami. Melalui tangan-tangan dan didikan merekalah akan terlahir pemuda-pemudi yang berbakti kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun sayang sekali betapa sedikitnya wanita semacam ini. (Ari Wahyudi dan Tim al bashirah)</font></font></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=69&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/saudariku-ada-surga-di-rumahmu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Adab Membaca Al-Quran</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/adab-membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/adab-membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 17:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adab Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/adab-membaca-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Al Qur&#8217;anul Karim adalah firman Allah  yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur&#8217;an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Ta&#8217;ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Al Qur&#8217;anul Karim adalah firman Allah  yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur&#8217;an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah Ta&#8217;ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur&#8217;an. Sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, <em>&#8220;Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya.&#8221; </em>(HR. Al Bukhari).</font></font><span id="more-68"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">	Ketika membaca Al-Qur&#8217;an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur&#8217;an: </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang</strong>.</font></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Dalam membaca Al-Qur&#8217;an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Al Haramain berkata, <em>“Orang yang membaca Al-Qur&#8217;an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.”</em> ( Dari buku At-Tibyan, hal.58-59). </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca. </strong></font></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Rasulullah bersabda, <em>&#8220;Siapa saja yang membaca Al-Qur&#8217;an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami&#8221; </em>(HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan). </font></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur&#8217;an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rasulullah telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur&#8217;an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Al Bukhari, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas&#8217;ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an sekali dalam seminggu. </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Membaca Al-Qur&#8217;an dengan khusyu&#8217;, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.</strong></font></font></p>
<p style="text-indent:0.25in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif"><font size="2">	Allah Ta&#8217;ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, &#8220;<em>Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu&#8217; </em>(QS. Al-Isra&#8217;: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Membaguskan suara ketika membacanya </strong></font></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, <em>&#8220;Hiasilah Al-Qur&#8217;an dengan suaramu&#8221; </em>(HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, <em>&#8220;Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur&#8217;an&#8221; </em>(HR. Al Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur&#8217;an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhraj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Membaca Al-Qur&#8217;an dimulai dengan Isti&#8217;adzah.</strong></font></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman yang artinya, <em>&#8220;Dan bila kamu akan membaca Al-Qur&#8217;an, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk&#8221; </em>(QS. An-Nahl: 98).</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Membaca Al-Qur&#8217;an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu&#8217;. </strong></font></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">Rasulullah bersabda, <em>&#8220;Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur&#8217;an)&#8221; </em>(HR. Abu Dawud, Nasa&#8217;i, Baihaqi dan Hakim). <em>Wallahu a’lam</em>. (Abu Hudzaifah Yusuf)</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=68&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/adab-membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dimana Allah?</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/dimana-allah/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/dimana-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 17:50:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/dimana-allah/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
	Pada masa sekarang ini, di mana banyak diantara kaum muslimin yang sudah sangat menyepelekan masalah aqidah shahihah yang merupakan masalah paling pokok dalam agama ini, maka akan kita dapati dua jawaban yang batil dan kufur dari pertanyaan &#8220;Di mana Alloh?&#8221;. Yang pertama mereka yang mengatakan bahwasanya Alloh ada dalam diri setiap kita? Dan kedua yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="center">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">	Pada masa sekarang ini, di mana banyak diantara kaum muslimin yang sudah sangat menyepelekan masalah aqidah shahihah yang merupakan masalah paling pokok dalam agama ini, maka akan kita dapati dua jawaban yang batil dan kufur dari pertanyaan <em>&#8220;Di mana Alloh?&#8221;</em>. Yang pertama mereka yang mengatakan bahwasanya Alloh ada dalam diri setiap kita? <span>Dan kedua yaitu yang mengatakan Alloh ada di mana-mana atau di segala tempat?</span></font></font><span id="more-67"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Seorang Budak pun tahu dimana Alloh </strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><span>	</span><span>Ketahuilah wahai Saudaraku, pertanyaan </span><span><em>&#8220;Di mana Alloh?&#8221;</em></span><span> adalah pertanyaan Rosululloh </span><span><em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam</em></span><span> kepada seorang budak perempuan kepunyaan Mu&#8217;awiyah bin Hakam As Sulamiy sebagai ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya.</span><span><em>&#8220;Beliau bertanya kepada budak perempuan itu,&#8221;Di manakah Alloh?&#8221; Jawab budak perempuan,&#8221;Di atas langit&#8221; Beliau bertanya lagi,&#8221;Siapakah aku?&#8221; Jawab budak perempuan,&#8221;Engkau adalah Rosululloh&#8221; Beliau bersabda,&#8221;Merdekakan dia! Karena sesungguhnya dia seorang mu&#8217;minah (perempuan yang beriman)&#8221;</em></span><span> (HR Muslim dan lainnya).</span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><span>	</span><span>Maka perhatikanlah dengan seksama masyarakat tersebut, yang mana Rosululloh </span><span><em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam </em></span><span>berjihad bersama mereka, aqidah mereka sempurna (merata) hingga pada para penggembala kambing sekalipun, yang mana perjumpaan (pergaulan) mereka dengan Rosululloh </span><span><em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam </em></span><span>sangat sedikit, seperti penggembala kambing ini. Kemudian bandingkanlah dengan realita kaum muslimin sekarang ini, niscaya akan kita dapatkan perbedaan yang sangat jauh.  </span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><span>	</span><span>Keyakinan di mana Alloh termasuk masalah besar yang berkaitan dengan sifat-sifat-Nya yaitu penetapan sifat </span><span><em>Al-&#8217;Uluw </em></span><span>(sifat ketinggian Allah </span><span><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em></span><span> dan bahwa Dia di atas seluruh mahluk), ketinggian yang mutlak dari segala sisi dan penetapan </span><span><em>Istiwa&#8217;</em></span><span> (bersemayam)</span><span><em>-</em></span><span>Nya di atas </span><span><em>Al-&#8217;Arsy, </em></span><span>berpisah dan tidak menyatu dengan makhluk-Nya sebagaimana yang diyakini oleh kaum </span><span><em>wihdatul wujud</em></span><span>, yang telah dikafirkan oleh para ulama kita yang dahulu dan sekarang. Dan dalil-dalil yang menunjukkan penetapan sifat ini sangatlah banyak, sangat lengkap dan jelas, baik dalam Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, ijma&#8217;, akal dan fitrah sehingga para ulama menganggapnya sebagai perkara yang bisa diketahui secara mudah oleh setiap orang dalam agama yang agung ini.</span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Dalil-dalil Al Qur&#8217;an</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><span>	</span><span>Alloh </span><span><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em></span><span>berfirman, </span><span><em>&#8220;(Robb) Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas &#8216;Arsy&#8221; </em></span><span>(Thoha : 5). Dan pada enam tempat dalam Al-Qur&#8217;an, Allah </span><span><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em></span><span>juga berfirman, </span><span><em>&#8220;Kemudian Dia Istiwa&#8217; (bersemayam) di atas &#8216;Arsy&#8221; </em></span><span>(Al-A&#8217;raf : 54). </span><span><em>&#8216;Arsy</em></span><span> adalah makhluk Alloh yang paling tinggi berada di atas tujuh langit dan sangat besar sekali  sebagaimana diterangkan Ibnu Abbas, </span><span><em>&#8220;Dan &#8216;Arsy tidak seorang pun dapat mengukur berapa besarnya&#8221; </em></span><span>(Dikeluarkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah, sanadnya Shahih). Ayat ini jelas sekali menunjukkan ketinggian dan keberadaan Alloh </span><span><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em></span><span>di atas langit serta menutup jalan untuk meniadakan atau menghilangkan sifat ketinggian-Nya atau mentakwilkannya. Para ulama </span><span><em>Ahlus Sunnah </em></span><span>pun sepakat bahwa Alloh </span><span><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em></span><span>ber-</span><span><em>istiwa&#8217; </em></span><span>di atas </span><span><em>&#8216;Arsy-</em></span><span>Nya sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya tanpa mempertanyakan bagaimana cara/kaifiyat </span><span><em>istiwa&#8217;-</em></span><span>Nya. Dan perlu diketahui bahwa penetapan sifat ini sama dengan penetapan seluruh sifat Alloh yang lainnya, yaitu harus berjalan di atas dasar penetapan sifat Alloh sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya tanpa ada penyerupaan sedikitpun dengan makhluk-Nya.</span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Dalil-dalil As Sunnah</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><span>	</span><span>Adapun dalil-dalil dari As-Sunnah juga sangat banyak, di antaranya adalah sabda Rosululloh </span><span><em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam,&#8221;Tidakkah kalian percaya padaku sedangkan aku adalah kepercayaan Yang berada d iatas langit. Datang kepadaku wahyu dari langit di waktu pagi dan petang&#8221; </em></span><span>(HR. Bukhori-Muslim). Rosululloh </span><span><em>shollallohu &#8216;alaihi wa sallam </em></span><span>juga bersabda,</span><span><em>&#8220;Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Rahman, sayangilah siapa saja yang ada di bumi niscaya kalian akan disayangi oleh Yang berada di atas langit&#8221;</em></span><span> (HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Imam Al-Albani). Begitu pula dengan hadits pertanyaan Rosululloh kepada budak perempuan yang telah disebutkan di atas. Imam Adz-Dzahabi berkata setelah membawakan hadits budak perempuan di atas, </span><span><em>&#8220;Demikianlah pendapat kami bahwa setiap orang yang ditanyakan di manakah Alloh, dia segera menjawab dengan fitrahnya,&#8221;Alloh di atas langit!&#8221; Dan di dalam hadits ini ada dua perkara yang penting; Pertama disyariatkannya pertanyaan,&#8221;Di mana Alloh?&#8221; </em></span><em>Kedua, disyariatkannya jawaban yang ditanya,&#8221;Di atas langit&#8221;. Maka siapa yang mengingkari kedua perkara ini maka sesungguhnya dia mengingkari Al-Musthofa shollallohu &#8216;alaihi wa sallam&#8221;. </em>(<em>Mukhtashor Al-&#8217;Uluw</em>)</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2">	Akan tetapi realita kaum muslimin sekarang amat sangat memprihatinkan. Pertanyaan ini justeru telah menjadi sesuatu yang ditertawakan dan jarang dipertanyakan oleh sebagian jama&#8217;ah-jama&#8217;ah dakwah di zaman ini? <span>Ataukah justru pertanyaan ini telah menjadi bahan olok-olokan semata? Ataukah kaum muslimin sekarang ini telah memahami pentingnya berhukum dengan hukum yang diturunkan Alloh, meskipun mereka menyia-nyiakan hak Alloh? Maka kapankah Alloh akan mengizinkan untuk melepaskan, membebaskan dan memerdekakan kita dari orang-orang kafir yang menghinakan dan merendahkan kita sebagaimana telah dibebaskannya seorang wanita dari hinanya perbudakan setelah ia mengenal di mana Alloh?</span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Konsekuensi jawaban yang keliru</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><span>	</span><span>Alangkah batilnya orang yang yang mengatakan bahwasanya Alloh berada di setiap tempat atau Alloh berada di mana-mana karena konsekuensinya menetapkan keberadaan Alloh di jalan-jalan, di pasar bahkan di tempat-tempat kotor dan berada di bawah makhluk-Nya. Kita katakan kepada mereka, </span><span><em>&#8220;Maha Suci Alloh dari apa-apa yang mereka sifatkan&#8221; </em></span><span>(Al-Mu&#8217;minun : 91). Dan sama halnya juga dengan orang yang mengatakan bahwasanya Alloh ada dalam setiap diri kita (??) karena konsekuensinya Alloh itu banyak, sebanyak bilangan makhluk? Maka aqidah seperti ini lebih kufur daripada aqidahnya kaum Nashrani yang mengakui adanya tiga tuhan (trinitas). Lebih-lebih lagi mereka yang mengatakan bahwa Alloh tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kanan, tidak di kiri, tidak di depan, tidak di belakang karena hal ini berarti Alloh itu tidak ada (??) maka selama ini siapa Tuhan yang mereka sembah? Adapun orang yang &#8220;diam&#8221; dengan mengatakan, &#8220;Kami tidak tahu Dzat Alloh di atas </span><span><em>&#8216;Arsy </em></span><span>atau di bumi&#8221; mereka ini adalah orang-orang yang memelihara kebodohan. Karena Alloh </span><span><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em></span><span>telah mensifatkan diri-Nya dengan sifat-sifat yang salah satunya adalah bahwa ia </span><span><em>istiwa&#8217; </em></span><span>(bersemayam) di atas </span><span><em>&#8216;Arsy</em></span><span>-Nya</span><span><em> </em></span><span>supaya kita mengetahui dan menetapkannya. Oleh karena itu</span><span><em> </em></span><span>&#8220;diam&#8221; darinya dengan ucapan &#8220;kami tidak tahu&#8221; nyata-nyata telah berpaling dari maksud Alloh. Pantaslah jika Imam Abu Hanifah mengkafirkan orang yang berfaham demikian, tentunya setelah ditegakkan hujjah atas mereka.</span></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><strong>Dalil fitrah</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><font size="2"><span>	</span><span>Sebenarnya tanpa adanya dalil naqli tentang keberadaan Alloh di atas, fitrah kita sudah menunjukkan hal tersebut. Lihatlah jika manusia berdo&#8217;a khususnya apabila sedang tertimpa musibah, mereka menengadahkan wajah dan tangan ke langit sementara gerakan mata mereka ke atas mengikuti isyarat hatinya yang juga mengarah ke atas. Maka siapakah yang mengingkari fitrah ini kecuali mereka yang telah rusak fitrahnya?. Bahkan seorang artis pun ketika ditanya tentang kapan dia mau menikah maka dia menjawab,</span><span><em> &#8220;Kita serahkan pada Yang di atas!&#8221;.</em></span><span> Maka mengapa kita tidak menjawab pertanyaan &#8220;di mana Alloh?&#8221; dengan fitrah kita?. Dengan memperhatikan kenyataan ini, lalu mengapa kita lebih sibuk menyatukan suara kaum muslimin di kotak-kotak pemilihan umum sementara hati-hati mereka tidak disatukan di atas aqidah yang shahih? Bukankah persatuan jasmani tidak akan terwujud bilamana ikatan hati bercerai-berai? Alloh </span><span><em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em></span><span>berfirman,</span><span><em> &#8220;Kamu mengira mereka itu bersatu, padahal hati-hati mereka berpecah-belah&#8221; </em></span><span>(Al-Hasyr : 14). Hanya kepada Alloh-lah kita memohon perlindungan (Abu Ibrohim Hakim).</span></font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=67&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/dimana-allah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tebarkan Salam</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/tebarkan-salam/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/tebarkan-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 02:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Info Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/tebarkan-salam/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Syariat Islam yang sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap saudara semuslim, merekatkan persaudaraan dan kasih sayang. Dan untuk mewujudkan hubungan persaudaraan dan kasih sayang ini, maka syariat Islam salah satunya memerintahkan untuk menyebarkan salam. Syiar Islam yang satu ini adalah termasuk syiar Islam yang sangat besar dan penting. Namun begitu, sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/azizi-tembok.jpg" title="azizi-tembok.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/azizi-tembok.thumbnail.jpg" alt="azizi-tembok.jpg" align="right" /></a><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Syariat Islam yang sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap saudara semuslim, merekatkan persaudaraan dan kasih sayang. Dan untuk mewujudkan hubungan persaudaraan dan kasih sayang ini, maka syariat Islam salah satunya memerintahkan untuk menyebarkan salam. Syiar Islam yang satu ini adalah termasuk syiar Islam yang sangat besar dan penting. Namun begitu, sekarang ini salam sering sekali ditinggalkan dan diganti dengan salam salam yang lain, entah itu dengan <em>good morning</em>, selamat pagi, selamat siang, salam sejahtera atau sejenisnya. Tentunya seorang muslim tidak akan rela apabila syariat yang penuh berkah lagi manfaat ini kemudian diganti dengan ucapan-ucapan lain. Alloh berfirman, </span><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">&#8220;<em>Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?</em>” (Al Baqoroh : 61). Dan sungguh apa yang ditetapkan Alloh untuk manusia, itulah yang terbaik.</span></span><span id="more-66"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Perintah dari Alloh</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Alloh berfirman, “<em>Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.</em>” (An Nur : 61)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Syaikh Nashir As Sa’di berkata, “Firman-Nya : <em>Salam dari sisi Alloh</em>, maksudnya Alloh telah mensyari’atkan salam bagi kalian dan menjadikannya sebagai penghormatan dan keberkahan yang terus berkembang dan bertambah. Adapun firman-Nya : <em>yang diberi berkat lagi baik,</em> maka hal tersebut karena salam termasuk kalimat yang baik dan dicintai Alloh. Dengan salam maka jiwa akan menjadi baik serta dapat mendatangkan rasa cinta.” (Lihat Taisir Karimir Rohman)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Perintah dari Nabi </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Baro’ bin Azib berkata, “<em>Rosululloh melarang dan memerintahkan kami dalam tujuh perkara : kami diperintah untuk mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan menolong orang yang dizholimi, memperbagus pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin&#8230;</em>” (HR. Bukhori dan Muslim) Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Perintah menjawab salam maksudnya yaitu menyebarkan salam di antara manusia agar mereka menghidupkan syariatnya.” (Lihat Fathul Bari 11/23).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dari Abu Huroiroh, Rosululloh <em>sholallohu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.</em>” (HR. Muslim). Dari Abdulloh bin Salam, Rosululloh bersabda, “<em>Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan sambunglah tali silaturahmi dan sholatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.</em>” (Shohih. HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Etika Salam</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Imron bin Husain berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi seraya mengucapkan <em>Assalamu ‘alaikum</em>. Maka nabi menjawabnya dan orang itu kemudian duduk. Nabi berkata, <em>“Dia mendapat sepuluh pahala.</em>” Kemudian datang orang yang lain mengucapkan <em>Assalamu ‘alaikum warohmatulloh.</em> Maka Nabi menjawabnya dan berkata, “<em>Dua puluh pahala baginya.</em>” Kemudian ada yang datang lagi seraya mengucapkan <em>Assalamu ’alaikum warohmatullohi wa barokatuh</em>. Nabipun menjawabnya dan berkata, “<em>Dia mendapat tiga puluh pahala</em>.” (Shohih. HR. Abu dawud, Tirmidzi dan Ahmad).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:28.05pt;text-align:justify;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dari hadits tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">-<span>     </span>Memulai salam hukumnya sunnah bagi setiap individu, berdasar pendapat terkuat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">-<span>     </span>Menjawab salam hukumnya wajib, berdasarkan kesepakatan para ulama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">-<span>     </span>Salam yang paling utama yaitu dengan mengucapkan <em>Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh</em>, kemudian <em>Assalamu’alaikum warohmatulloh</em> dan yang terakhir <em>Assalamu’alaikum</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">-<span>     </span>Menjawab salam hendaknya dengan jawaban yang lebih baik, atau minimal serupa dengan yang mengucapkan. Alloh berfirman “<em>Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu</em>.” (An Nisa : 86)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dalam hadits lain Rosululloh bersabda, “<em>Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan. Yang berjalan kepada yang dduk yang sedikit kepada yang banyak</em>.” (HR. Bukhori dan Muslim). Dalam lafazh Bukhori, “<em>Hendaklah yang muda kepada yag lebih tua.</em>” Demikianlah pengajaran Rosul tentang salam. Namun orang yang meninggalkan tatacara salam seperti pada hadits ini tidaklah mendapat dosa, hanya saja dia telah meninggalkan sesuatu yang utama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:28.05pt;text-align:justify;text-indent:-28.05pt;"><span class="gen"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Salam kepada orang yaang dikenal dan tidak dikenal. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Termasuk mulianya syariat ini ialah diperintahkannya kaum muslimin untuk member salam baik pada orang yang dikenal maupun orang yang belum dikenal. Rosululloh bersabda, “<em>Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat apabila salam hanya ditujukan kepada orang yang telah dikenal.</em>” (Shohih. Riwayat Ahmad dan Thobroni).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">[Disadur dari majalah Al Furqon edisi 9 th III oleh Abu Yusuf Johan Lil Muttaqin]</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:28.05pt;text-align:justify;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:28.05pt;text-align:justify;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span class="gen"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=66&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/tebarkan-salam/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/azizi-tembok.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">azizi-tembok.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rapat dan Luruskan Shof-Shof Kalian!!!</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/rapat-dan-luruskan-shof-shof-kalian/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/rapat-dan-luruskan-shof-shof-kalian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 02:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Info Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/rapat-dan-luruskan-shof-shof-kalian/</guid>
		<description><![CDATA[Judul ini merupakan sebuah penggalan perintah sang Umar Al-Faruq rodhiyallohu’anhu kepada makmum sesaat sebelum mengimami sholat berjamaah. Hal itu merupakan wujud perhatian besar beliau terhadap tuntunan Rosulululloh shollallohu ’alaihi wassalam yang mulia ini. Sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas rodhiyallohu’anhu bahwasanya Rosululloh bersabda yang artinya, ”Rapikan (rapat dan lurus) shof kalian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/makam-basilam.jpg" title="makam-basilam.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/makam-basilam.thumbnail.jpg" alt="makam-basilam.jpg" align="left" /></a><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Judul ini merupakan sebuah penggalan perintah sang Umar Al-Faruq <em>rodhiyallohu’anhu</em> kepada makmum sesaat sebelum mengimami sholat berjamaah. Hal itu merupakan wujud perhatian besar beliau terhadap tuntunan Rosulululloh <em>shollallohu ’alaihi wassalam</em> yang mulia ini. Sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas <em>rodhiyallohu’anhu </em>bahwasanya Rosululloh bersabda yang artinya, <em>”Rapikan (rapat dan lurus) shof kalian, sesungguhnya shof termasuk bagian menegakkan sholat.” </em>(HR. Bukhori 732). Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar <em>rodhiyallohu’anhuma,</em> Rosululloh <em>shollallohu ’alaihi wassalam</em> bersabda, <em>”Rapikanlah shof, sejajarkan antara bahu, penuhi yang masih kosong(masih longgar), bersikap lunaklah terhadap saudara kalian dan janganlah kalian biarkan kelonggaran untuk setan</em>. <em>Barangsiapa yang menyambung shof, Alloh akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutus shof Alloh akan memutusnya</em>.” (HR. Abu Dawud no. 666). Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang menekankan pentingnya <strong>merapatkan &amp; meluruskan shof</strong>.</span><span id="more-63"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Wajibnya meluruskan dan merapatkan shof</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Ternyata Rosululloh tidak hanya memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shof, namun beliau juga mengancam keras orang-orang yang tidak merapikan shof mereka seperti dalam suatu redaksi hadits, ”<em>Sungguh kalian mau merapikan shof kalian atau kalau tidak maka Alloh akan menjadikan perselisihan diantara kalian</em>.”(HR Bukhori-Muslim). Sebuah kaidah dalam Islam menyatakan bahwa asal perintah adalah wajib. Begitu pula mustahil suatu perkara yang mendapatkan ancaman maka hukumnya hanya sampai sunnah saja. Maka pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah wajibnya merapikan shof dan apabila suatu jama’ah sholat tidak merapikan shof mereka maka mereka berdosa. Dan inilah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rohimahullohu</em> yang dapat kita lihat dalam kitab Majmu’ Fatawa karangan beliau. Namun bagi yang tidak merapikan sholat maka sholatnya tetap sah berdasarkan perbuatan Anas <em>rodhiyallohu’anhu</em> yang mengingkari mereka yang tidak merapikan sholat tetapi tidak memerintahkan agar mereka mengulanginya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Bagaimana cara meluruskan shof?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Adapun sifat dan tata cara merapikan shof telah tercantum dalam banyak hadits diantaranya sebuah hadits dari Nu’man bin Basyir <em>rodhiyallohu’anhu,</em> beliau berkata,”<em>Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam pernah menghadap manusia dengan wajahnya seraya mengatakan, Rapikanlah shof-shof kalian (3x). Demi Alloh, kalian merapikan shof kalian, atau kalau tidak maka Alloh akan menjadikan perselisihan diantara hati kalian.’ Nu’man berkata, ’Lalu saya melihat seorang merapatkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan mata kakinya dengan mata kaki temannya.” </em>(HR. Abu Dawud no. 662). <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Hadits-hadits ini menunjukan secara jelas pentingnya merapikan shof dan hal itu termasuk kesempurnaan sholat hendaknya saling lurus dan tidak maju mundur antara satu dengan yang lain, dan saling rapat satu dengan yang lain, dan saling rapat antara bahu dengan bahu, kaki dengan kaki, dan lutut dengan lutut. Namun pada zaman sekarang, sunnah ini dilupakan, seandainya engkau mempraktekkannya, niscaya masyarakat lari seperti keledai. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Adapun kita sesudah mengetahui tentang perintah ini sudah sepantasnya berusaha sekuat kemampuan melaksanakannya. Tidakkah kita ingin merasakan kelezatan menegakkan amalan ini di dalam hati kita. Serta menjadi pemegang tombak syariat di muka bumi ini. Semoga Alloh subhana wata’ala memberikan hidayah kepada kita semua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Keimpulannya</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">, merapikan shof meliputi hal-hal berikut:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Meluruskan barisan sholat dan merapikannya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Memenuhi shof yang masih renggang </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Menyempurnakan shof yang pertama terlebih      dahulu dan begitu seterusnya</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Saling berdekatan </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sholat di antara dua<span>  </span>tiang ?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.4pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Maka konsekuensi dari perintah merapikan dan merapikan shof sholat adalah tidak membuat shof diantara tiang- kecuali dharuri (terpaksa)-sehingga shof sholat terputus. Sebagaimana para sahabat menghindari hal tersebut di zaman Rosululloh <em>shollallohu’alaihi wassalam. </em>Konsekuensi yang lain adalah seyogyanya mengisi kekosongan dalam shof sekalipun di tengah sholat mengamalkan hadits yang diriwayatkan Thabrani dengan<span>  </span>redaksi terjemahannya <em>”Tidak ada langkah yang lebih banyak pahalanya daripada pahala seseorang menuju kelonggaran dalam shof untuk menutupinya.</em>” (disarikan dari Majalah Al-Furqon edisi 10 tahun IV oleh Ahmad Al-Bikasy)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=63&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/11/rapat-dan-luruskan-shof-shof-kalian/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/makam-basilam.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">makam-basilam.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Syirik</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/10/dahsyatnya-syirik/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/10/dahsyatnya-syirik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 05:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buletin Bashiroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/10/dahsyatnya-syirik/</guid>
		<description><![CDATA[
            Setiap muslim pasti mengetahui bahwa syirik hukumnya adalah haram. Namun apakah kita telah mengetahui hakikat syirik serta seberapa besar tingkat keharaman dan bahayanya?. Boleh jadi ada yang berkata, &#8220;Syirik itu haram, harus ditinggalkan!&#8221;, namun dalam kesehariannya justru bergelimang dalam amalan kesyirikan sedangkan ia tidak menyadarinya. Oleh karena itu ada baiknya kita kupas permasalahan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/santet.jpg" title="santet.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/santet.thumbnail.jpg" alt="santet.jpg" align="right" /></a></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><span>            </span>Setiap muslim pasti mengetahui bahwa syirik hukumnya adalah haram. Namun apakah kita telah mengetahui hakikat syirik serta seberapa besar tingkat keharaman dan bahayanya?. Boleh jadi ada yang berkata, &#8220;Syirik itu haram, harus ditinggalkan!&#8221;, namun dalam kesehariannya justru bergelimang dalam amalan kesyirikan sedangkan ia tidak menyadarinya. Oleh karena itu ada baiknya kita kupas permasalahan ini agar tidak terjadi kerancuan di dalamnya.</span><span id="more-61"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Makna syirik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Alloh memberitakan bahwa tujuan penciptaan kita tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman Alloh, &#8220;<span class="gen"><em>Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.</em></span><em>&#8220;</em> (Adz Dzariyat: 56). Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Alloh baik berupa perkataan atau perbuatan, yang lahir maupun yang batin. Ibadah disini meliputi do&#8217;a, sholat, nadzar, kurban, rasa takut, <em>istighatsah</em> (minta pertolongan) dan sebagainya. Ibadah ini harus ditujukan hanya kepada Alloh tidak kepada selain-Nya, sebagaimana firman Alloh <em>Ta&#8217;ala</em>, &#8220;<em>Hanya kepadaMu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan</em>.&#8221; (Al Fatihah: 5).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Barangsiapa yang menujukan salah satu ibadah tersebut kepada selain Alloh maka inilah kesyirikan dan pelakunya disebut musyrik<em>.</em> Misalnya seorang berdo&#8217;a kepada orang yang sudah mati, berkurban (menyembelih hewan) untuk jin, takut memakai baju berwarna hijau tatkala pergi ke pantai selatan dengan keyakinan ia pasti akan ditelan ombak akibat kemarahan Nyi Roro Kidul dan sebagainya. Ini semua termasuk kesyirikan dan ia telah menjadikan orang yang sudah mati dan jin itu sebagai sekutu bagi Alloh <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Kedudukan Syirik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Syirik merupakan dosa besar yang paling besar. Abdullah bin Mas&#8217;ud <em>rodhiyallohu ta’ala ‘anhu</em> berkata: Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, &#8220;<em>Dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh?</em>&#8221; Beliau <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, &#8220;<em>Engkau menjadikan sekutu bagi Alloh, padahal Dialah yang telah menciptakanmu</em>.&#8221; (HR. Bukhori, Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Maka sudah selayaknya bagi kita untuk berhati-hati jangan sampai ibadah kita tercampuri dengan kesyirikan sedikit pun, dengan jalan mempelajari ilmu agama yang benar agar kita mengetahui mana yang termasuk syirik dan mana yang bukan syirik. Hendaklah kita merasa takut terjerumus ke dalam kesyirikan, karena samarnya permasalahan ini sebagaimana sabda Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, &#8220;<em>Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari (jejak) langkah semut</em>.&#8221; (HR. Ahmad)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Syirik menggugurkan seluruh amal.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Orang yang dalam hidupnya banyak melakukan amal sholeh seperti sholat, puasa, shodaqoh dan lainnya, namun apabila dalam hidupnya ia berbuat syirik akbar dan belum bertaubat sebelum matinya, maka seluruh amalnya akan terhapus. Alloh<em> Ta&#8217;ala </em>berfirman yang artinya, &#8220;<em>Dan jika seandainya mereka menyekutukan Alloh, maka sungguh akan hapuslah amal yang telah mereka kerjakan</em>.&#8221; (Al- An&#8217;am: 8 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Begitu besarnya urusan ini, hingga Alloh <em>Ta&#8217;ala</em> berfirman kepada Nabi-Nya <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, &#8220;<span class="gen"><em>Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu Jika kamu mempersekutukan Alloh, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi</em></span>.&#8221; (Az Zumar: 65). Para Nabi saja yang begitu banyak amalan mereka diperingatkan oleh Alloh terhadap bahaya syirik, yang apabila menimpa pada diri mereka maka akan menghapuskan seluruh amalnya, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita merasa aman dari bahaya kesyirikan?</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Oleh karena itu beruntunglah orang-orang yang menyibukkan diri dalam mempelajari masalah tauhid (lawan dari syirik) dan syirik agar bisa terhindar sejauh-jauhnya, serta merugilah orang-orang yang menyibukkan dirinya dalam masalah-masalah yang lain atau bahkan menghalang-halangi dakwah tauhid!!</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Pelaku syirik akbar kekal di neraka dan dosanya tidak akan diampuni oleh Alloh <em>Ta&#8217;ala</em>.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Alloh <em>Ta’ala</em> berfirman yang artinya, &#8220;<em>Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.</em>&#8221; (An-Nisa&#8217;: 48). Juga firman-Nya yang artinya, &#8220;<em>Barangsiapa yang mensekutukan Alloh, pasti Alloh haramkan atasnya untuk masuk surga. Dan tempatnya adalah di neraka. Dan tidak ada bagi orang yang dhalim ini seorang penolongpun</em>.&#8221; (Al-Ma&#8217;idah: 72).</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Orang musyrik haram dinikahi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Hal ini berdasarkan firman Alloh yang artinya, &#8220;<span class="gen"><em>Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. </em></span></span><span class="gen"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Mereka mengajak ke neraka, sedang Alloh mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran</span></em></span><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">.&#8221;</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">(Al-Baqarah: 221)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sembelihan orang-orang musyrik haram dimakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Alloh <em>Ta’ala</em> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">berfirman</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">, &#8220;<span class="gen"><em>Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Alloh ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.</em></span>(Al-An&#8217;am: 121)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Begitu besarnya bahaya syirik, maka sudah selayaknya bagi setiap orang untuk takut terjerumus dalam dosa ini yang akan menyebabkan ia merugi di dunia dan di akhirat. Bagaimana mungkin kita tidak takut padahal Nabi<em> shollallohu ‘alaihi wa sallam </em>saja takut terhadap masalah ini? Sampai-sampai beliau <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam </em>berdoa supaya dijauhkan dari perbuatan syirik. Beliau mengajarkan sebuah do&#8217;a yang artinya, <em>&#8220;Ya Alloh, aku berlindung kepadaMu dari mempersekutukan-Mu padahal aku mengetahui bahwa itu syirik. Dan ampunilah aku terhadap dosa yang tidak aku ketahui&#8221;</em> (HR. Ahmad)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Semoga Alloh <em>Ta’ala </em>menjaga kita semua dari kesyirikan. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita<em> shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat..<strong> </strong></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">[Ibnu Ali]</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><span>                   </span><span>                                                                                                                      </span><span>                                                                                            </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&blog=2024429&post=61&subd=assunnahsurabaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/10/dahsyatnya-syirik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2007/12/santet.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">santet.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>