<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FSMS Surabaya™</title>
	<atom:link href="http://assunnahsurabaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com</link>
	<description>Menebarkan dakwah ilmiah, Ahlus Sunnah Wal Jama&#039;ah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 02:36:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='assunnahsurabaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/aa6cca2cf4bcdaad04ef23919cc32008?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>FSMS Surabaya™</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://assunnahsurabaya.wordpress.com/osd.xml" title="FSMS Surabaya™" />
	<atom:link rel='hub' href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pentingnya Solidaritas Islami dan Menjaga Ukhuwah Islamiah</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/29/pentingnya-solidaritas-islami-dan-menjaga-ukhuwah-islamiah/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/29/pentingnya-solidaritas-islami-dan-menjaga-ukhuwah-islamiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 18:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab & Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1089</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya. Solidaritas Islami Dalam Hadist yang shahih disebutkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal kecintaan, rahmat dan perasaan di antara mereka adalah bagai satu jasad. Kalau salah satu bagian darinya merintih kesakitan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1089&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/12/images.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/12/images.jpg?w=150&#038;h=118" alt="" title="images" width="150" height="118" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1091" /></a>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.<br />
<strong><br />
Solidaritas Islami</strong><br />
Dalam Hadist yang shahih disebutkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal kecintaan, rahmat dan perasaan di antara mereka adalah bagai satu jasad. Kalau salah satu bagian darinya merintih kesakitan, maka seluruh bagian jasad akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam” [1]. Dalam hadist lainnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu dengan yang lainnya”. Beliau sambil menjalinkan jari-jemari beliau [2]. </p>
<p>Dalam hadist yang lainnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda, “Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya muslim, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya” [3]. Hadist-hadist diatas dan dalil-dalil lainnya dari al Qur’an dan as Sunnah menunjukkan pentingnya solidaritas sesama muslim. Hendaknya setiap muslim senantiasa berusaha memperhatikan dan peduli dengan keadaan muslim yang lainnya dimanapun ia berada. <span id="more-1089"></span><br />
<strong><br />
Hakekat dan Wujud dari Solidaritas Islami</strong><br />
Hakekat dan inti dari solidaritas islami adalah tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, saling menjamin, saling berlemah lembut, saling menasehati dalam al kebenaran dan bersabar atasnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial, yang mana ia memerlukan yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Setiap individu manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga diperlukan kerjasama untuk saling melengkapi.<br />
Allah ta’ala berfirman,<br />
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ<br />
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS Al Ma’idah: 2)<br />
Dalam ayat diatas Allah memerintahkan hambaNya untuk selalu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan dan memperingatkan dari kerjasama dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Ayat diatas bersifat umum, baik dalam perkara-perkara duniawi maupun akhirat. Tidak diragukan lagi hal ini termasuk kewajiban seorang muslim yang paling penting, baik secara individu maupun kelompok. Dengan hal itulah kebaikan akan tercapai bagi kaum muslimin, agama menjadi tegak, problematika-problematikan teratasi, dan barisan mereka menjadi kokoh untuk menghadapi musuh-musuh mereka. Dengan itulah tercapai kebaikan di dunia dan akhirat.<br />
Termasuk wujud dari solidaritas islami adalah beramar ma’ruf nahi munkar, berdakwah ilallah, dan memberi petunjuk manusia pada sebab-sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Termasuk di dalamnya juga, mengajari orang-orang yang jahil atas urusan agama mereka, menolong orang-orang yang didzolimi, dan mencegah orang-orang yang dzolim atas yang lainnya.<br />
Sebagaiamana kita ketahui di sebagian negara kaum muslimin disana ada kaum muslimin yang faqir, jahl (bodoh) dalam masalah agama, tertindas, dan mengalami berbagai poblematika yang lainnya. Hal tersebut menuntut kita untuk senantiasa bahu-membahu untuk menolong saudara-saudara kita sesuai dengan apa yang kita mampui. Sebagian membantu dengan hartanya, sebagian dengan tenaganya, sebagian dengan ilmu dan pikiran yang ia miliki. Sekecil apapun kontribusi kita bagi kaum muslimin Allah akan membalasnya, Allah berfirman,<br />
وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ<br />
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (QS Saba’: 39)<br />
Allah ta’ala juga berfirman,<br />
وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْراً وَأَعْظَمَ أَجْراً<br />
Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. (QS Al Muzammil: 20)<br />
<strong><br />
Menjaga Ukhuwah Islamiah</strong><br />
Termasuk hakekat solidaritas islami adalah menjaga persatuan diantara kaum muslimin dan melakukan ishlah diantara kaum muslimin yang berselisih. Allah berfirman,<br />
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ<br />
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS Al Hujurat: 10)</p>
<p>Dia ta’ala juga berfirman,<br />
فَاتَّقُواْ اللّهَ وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بِيْنِكُمْ وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ<br />
Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu. dan ta&#8217;atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang  yang beriman (QS al Anfal: 1)<br />
Jelas bahwa kaum muslimin seluruhnya saudara satu dengan yang lainnya, meskipun berbeda-beda warna kulit dan bahasa mereka. Meskipun kampung dan Negara-negara mereka terpencar, Islam telah menyatukan mereka diatas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman,<br />
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ<br />
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni&#8217;mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni&#8217;mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Al Imran: 103)</p>
<p>Untuk itu islam melarang hal-hal yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan diantara kaum muslimin seperti saling mencurigai, saling memata-matai, saling bersu’udzan, dan lainnya. Sungguh indah wasiat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam,  “Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy [4], jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya 3 kali-. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.” [5]</p>
<p>Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin seluruhnya sebagai orang-orang yang saling bersaudara, saling mencintai dan menyayangi, serta saling menasehati dalam kebaikan dan ketaqwaan. Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin semuanya menjadi orang-orang yang berpegang teguh dengan KitabNya dan Sunnah nabiNya, karena hanya dengan hal itulah persatuan kaum muslimin diatas kebenaran akan tercapai. Dan akhirnya hanya kepada Allahlah kita menyerahkan seluruh urusan kita, Dialah yang Maha Mampu atas segala sesuatu. Allah berfirman,<br />
لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ<br />
Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (QS Al Anfal: 63).</p>
<p>Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulallah serta keluarga dan sahabatnya.</p>
<p>Artikel ini banyak mengambil faedah dari Kutaib <strong>“Al Ukhuwah wa Al  Akhlaqu Al Islamiah wa Ta’awanu baina Al Mukminin” oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz</strong> rahimahullah.</p>
<p>Selesai ditulis di Riyadh,  4 Shafar 1433 H (29 Desember 2011).<br />
Abu Zakariya Sutrisno<br />
Artikel: www.thaybah.or.id /  www.ukhuwahislamiah.com<br />
Notes:<br />
[1].	HR Muslim (2586)<br />
[2].	HR Bukhari (6027), Muslim (2585)<br />
[3].	HR Bukhari (2442), Muslim (2580)<br />
[4].	Najasy adalah seorang menawar suatu barang dengan harga yang tinggi -padahal dia tidak mau membelinya- untuk memancing orang lain agar menawar dengan harga yang lebih tinggi. Biasanya telah ada kesepakatan antara si penjual dan si pelaku najasy ini. Tidak lain tujuannya untuk mengelabui pembeli sebenarnya.<br />
[5].	HR. Muslim no. 2564</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/adab-akhlak/'>Adab &amp; Akhlak</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/ilmu/'>Ilmu</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a> Tagged: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/persatuan/'>persatuan</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/solidaritas/'>solidaritas</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/ukhuwah/'>ukhuwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1089/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1089&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/29/pentingnya-solidaritas-islami-dan-menjaga-ukhuwah-islamiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/12/images.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Umum : “Nasehat Untuk Pemuda Muslim”</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/21/kajian-umum-nasehat-untuk-pemuda-muslim/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/21/kajian-umum-nasehat-untuk-pemuda-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 01:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan FSMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1083</guid>
		<description><![CDATA[InsyaAllah akan di selenggarakan Kajian Umum, Berikut Informasinya : Tema : “Nasehat Untuk Pemuda Muslim” Pemateri : Ust. Ridwan Abdul Aziz Waktu : Hari Sabtu 7 Januari 2012 , jam 08.00 WIB – selesai Tempat : Masjid Ahmad Yani – Depan Poltek ITS Kontak Informasi : 085731806538 Diselenggarakan oleh : Forum Silaturahmi Mahasiswa Ahlussunnah – [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1083&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1085" class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/12/pamflet-kajian-fsms-surabaya-7-januari-2011.jpg"><img class="size-medium wp-image-1085" title="Pamflet Kajian FSMS Surabaya - 7 Januari 2011" src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/12/pamflet-kajian-fsms-surabaya-7-januari-2011.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" width="212" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Kajian FSMS Pusat</p></div>
<p>InsyaAllah akan di selenggarakan Kajian Umum, Berikut Informasinya :</p>
<p>Tema : “Nasehat Untuk Pemuda Muslim”</p>
<p>Pemateri : Ust. Ridwan Abdul Aziz</p>
<p>Waktu : Hari Sabtu 7 Januari 2012 , jam 08.00 WIB – selesai</p>
<p>Tempat : Masjid Ahmad Yani – Depan Poltek ITS</p>
<p>Kontak Informasi : 085731806538</p>
<p>Diselenggarakan oleh : Forum Silaturahmi Mahasiswa Ahlussunnah – FSMS</p>
<p>*) Mengundang seluruh ikhwan/akhwat ahlussunnah khususnya mahasiswa di Surabaya</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/info-islami/'>Info Islami</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/info-islami/kajian-agenda/'>Kajian</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/info-islami/kegiatan-fsms/'>Kegiatan FSMS</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1083/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1083&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/21/kajian-umum-nasehat-untuk-pemuda-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">bashiroh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/12/pamflet-kajian-fsms-surabaya-7-januari-2011.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Pamflet Kajian FSMS Surabaya - 7 Januari 2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Donasi Dakwah Forum Silaturahmi Mahasiswa Assunnah</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/16/kesempatan-berinfaq/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/16/kesempatan-berinfaq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 07:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bashiroh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[DONASI DAKWAH FORUM SILATURAHMI MAHASISWA ASSUNNAH SURABAYA PENDAHULUAN إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1071&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>DONASI DAKWAH</strong><br />
<strong> FORUM SILATURAHMI MAHASISWA ASSUNNAH SURABAYA</strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align:center;">إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا<br />
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ<br />
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</p>
<p>Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du.</p>
<p><strong>LATAR BELAKANG</strong><br />
Perkembangan dakwah Islam berdasarkan pemahaman para sahabat dan pengikut mereka yang shaleh sangat pesat, sangat menggembirakan hati dan menjadi angin segar bagi mereka yang memahami pentingnya berpegang teguh pada al-Qur‘an dan as-Sunnah yang berlandaskan pemahaman para sahabat. Di antara media yang ikut menyemarakkan dakwah ini adalah media internet yang dapat menembus batas wilayah. Alhamdulillah dalam waktu hampir 9 tahun ini (sejak tahun 2002), kami telah mencoba untuk aktif berpartisipasi dalam dakwah melalui wadah Forum Silaturahmi Mahasiswa Assunnah (FSMS). Kami berpartisipasi aktif mengadakan kegiatan kajian untuk mahasiswa dari berbagai institusi di Surabaya.</p>
<p>Kami pun mengusung tema &#8220;Menebarkan dakwah ilmiah, Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah&#8221;, karena banyaknya kerancuan-kerancuan yang tersebar di kalangan masyarakat, khususnya di negeri kita tercinta ini tentang Aqidah Islamiyyah. Ibadah yang seharusnya dipersembahkan hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala telah dipalingkan pada selain Allah. Hanya satu hal yang bisa mencegah itu semua yaitu dakwah dengan memurnikan aqidah secara ilmiah yaitu dakwah yang berlandaskan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf, sehingga menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan dan tidak memalingkan segala macam ibadah kepada selainnya, serta mengibadahi-Nya dengan haq sesuai petunjuk Nabi Muhamad shalallahu &#8216;alaihi wassalam.</p>
<p><strong>URGENSI</strong><br />
Mengingat banyaknya kerancuan-kerancuan tentang ajaran Islam yang haq di kalangan masyarakat luas, maka perlu adanya edukasi melalui program-program dakwah baik melalui media kajian maupun website kepada masyarakat luas sehingga ajaran Islam yang murni yang ilmiah sebagaimana Islam yang dibawa oleh Rosulullah sholallahu &#8216;alaihi wassalam bisa diketahui dan difahami oleh kaum muslimin. Oleh karena itu FSMS sebagai salah satu wadah yang menggiatkan dakwah Islam yang haq dan ilmiah di lingkungan mahasiswa juga masyarakat luas mengajak saudara-saudara kaum muslimin untuk ikut berpartisipasi melalui program-program dakwah kami di antaranya :</p>
<p>1. Pengelolaan website dakwah fsms.or.id<br />
2. Kajian Rutin untuk Mahasiswa dan Masyarakat Luas<br />
3. Penerbitan lembaran dakwah, pamflet dan lain-lain di wilayah kota surabaya<br />
4. Kegiatan peduli sosial</p>
<p>Dan InsyaAllah masih banyak lagi program-program yang akan kami lebih giatkan lagi. Dan untuk merealisasikan program-program di atas, kami mengajak partisipasi dari seluruh kaum muslimin untuk memberikan dukungan berupa dana donasi.</p>
<p><strong>BENTUK PARTISIPASI</strong></p>
<p>Bentuk donasi yang diberikan dapat berupa donatur tetap dan donatur insidental.</p>
<p><strong>1. Donatur tetap</strong></p>
<p>Donatur memberikan donasinya setiap bulan, kami menerima berapapun jumlah donasi yang masuk. Bagi donatur yang ingin mendonasikan hartanya untuk kegiatan ini secara berkala dapat menghubungi kami melalui HP kontak 085731214784.</p>
<p><strong>2. Donatur insidental</strong></p>
<p>Donatur memberikan donasinya tidak tetap, setelah mentransfer donasi, kami harapkan dapat memberikan konfirmasi melalui nomor administrasi: 0857 3121 4784.</p>
<p><strong>PENYALURAN DONASI</strong></p>
<p>Partisipasi berupa donasi dakwah dapat disalurkan melalui rekening Donasi Dakwah pada rekening sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bank Muamalat No.Rek : <span style="color:#003366;"><strong>9122029999 </strong></span>  a/n <strong>Susilo Prasetyo</strong></li>
<li>Bank BNI No. Rek : <span style="color:#003366;"><strong>0131656622</strong></span>   a/n <strong>Rama Catur Andy Putra Permana</strong></li>
<li>Bank Mandiri No. Rek : <span style="color:#003366;"><strong>1410011471489</strong></span>   a/n <strong>Aldy Sefan Rezanaldy</strong></li>
</ul>
<p>Demikian surat ini kami buat, kami mengharapkan bantuan dan dukungannya dalam upaya merealisasikan firman Allah subhanahu wa ta’ala,</p>
<p style="text-align:center;">وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ</p>
<p><em>“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maaidah: 2)</em></p>
<p>Atas bantuan Bapak/Saudara, kami ucapkan terima kasih, Jazaakumullahu khairan.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>*) Catatan Penting :</strong></span><br />
Untuk proposal lebih lengkap InsyaAllah akan segera kami unggah di website ini dan juga di website resmi FSMS di : http://fsms.or.id (sedang dalam proses develop/pembangunan)</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/assunnah/'>Assunnah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/info-islami/'>Info Islami</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1071/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1071&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/12/16/kesempatan-berinfaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">bashiroh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berjihad di Jalan Allah</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/11/18/berjihad-di-jalan-allah/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/11/18/berjihad-di-jalan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 19:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[fi sabililah]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya. Allah telah mensyariatkan kaum muslimin untuk berjihad di jalanNya, untuk meninggikan kalimatNya dan menolong agamaNya serta menghadang musuh-musuhNya. Jihad di jalan Allah memiliki kedudukan yang sangat penting dan agung. Dia adalah adalah puncak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1065&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/11/images.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/11/images.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" title="images" width="150" height="99" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1067" /></a>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.</p>
<p>Allah telah mensyariatkan kaum muslimin untuk  berjihad di jalanNya, untuk meninggikan kalimatNya dan menolong agamaNya serta menghadang musuh-musuhNya. Jihad di jalan Allah memiliki kedudukan yang sangat penting dan agung. Dia adalah adalah puncak bangunan islam dan seutama-utamanya ibadah [1]. Bahkan sebagian ulama’ memasukkannya sebagai rukun yang ke-enam dalam islam.</p>
<p><strong>Dalil Disyariatkannya Jihad</strong></p>
<p>Jihad di jalan Allah disyariatkan berdasar Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’. Allah berfirman,</p>
<p>كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ</p>
<p>Telah diwajibkan atas kamu berperang. (Al Baqarah: 216)</p>
<p>Rasulullah pun berjihad dan memerintahkan untuk berjihad [2], beliau juga bersabda, Barangsiapa mati dan belum pernah berperang dan belum meniatkan dirinya untuk berperang, maka ia mati diantara cabang-cabang kenifaqkan [3].</p>
<p><strong>Definisi  dan Macam-Macam Jihad</strong></p>
<p>Jihad secara bahasa berasal dari mashdar/kata dasar jaahidun artinya bersunggu-sungguh dalam memerangi musuh. Adapun secara syar’I artinya memerangi orang-orang kufar, dan dimutlakkan makna jihad lebih umum dari berperang. Berkata al alamah Ibnu Qoyim rahimahullah, Dan ditetapkan bahwa jihad adalah fardhu ‘ain baik dengan hati, atau dengan lisan, atau dengan harta, atau dengan harta. Maka hendaknya setiap muslim berjihad dengan salah satu jenis diantara jenis-jenis jihad ini [4].</p>
<p>Dimutlakkan juga makna jihad yaitu memerangi diri sendiri (jihadun nafs), jihadus syaithan, jihadul kufar dan jihadul fusaq/orang-orang fasiq. Adapun jihadun nafs yaitu dengan belajar agama, mengamalkannya serta mengajarkannya. Jihadus syaithan dengan menolak apa yang datang darinya berupa syubhat dan syahwat. Jihadul kufar dengan tangan, harta, lisan dan hati. Sedang jihadul fusaq yaitu dengan tangan, jika tidak bisa lalu dengan tangan, lalu dengan hati, yaitu sesuai dengan derajat kemampuan dalam mengingkari kemungkaran.</p>
<p> <span id="more-1065"></span></p>
<p><strong>Hukum Jihad</strong></p>
<p>Hukum jihad adalah fardhu kifayah, jika telah ada orang yang cukup untuk melakukannya maka telah gugur kewajiban yang lainnya. Dan hukum bagi yang lainnya adalah sunnah, dan itu adalah seutama-utamanya amalan sunnah dan keutamaannya sangat besar. Dalil-dalil yang memerintahkan, menganjurkan serta mendorong untuk berjihad sangat banyak. Diantaranya Firman Allah ta’ala,</p>
<p>إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ</p>
<p>Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu&#8217;min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. (At Taubah: 111)</p>
<p>Dan ada beberapa keadaan yang menyebabkan hukum jihad menjadi fardhu ‘ain, yaitu:</p>
<p>Pertama, Jika ia dimedan perang maka wajib baginya berperang dan tidak boleh lari dari medan perang.</p>
<p>Kedua, jika negaranya diserang musuh. Karena kedua jenis ini (pertama dan kedua) adalah jihad difa’ bukan jihad tholab, andaikata lari darinya maka kaum kufar akan menguasai kaum muslimin.</p>
<p>Ketiga, jika ia dibutuhkan kaum muslimin dalam peperangan dan perlawanan.</p>
<p>Keempat, jika imam memilihnya untuk berangkat berjihad. Berdasar sabda Rasulullah, Apabila kalian disuruh berangkat berperang maka berangkatlah[5]. Allah berfirman,</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu : &#8220;Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah&#8221; kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal keni&#8217;matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. (At Taubah: 38)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata, Jihad ada yang berupa dengan tangan, dengan hati, dakwah,  hujjah, penjelasan, pikiran, pengaturan, dan kemahiran. Maka wajib berperang bagi yang memungkinkan, dan bagi yang tidak berangkat berperang karena udzur maka mewakilkan dari keluarga atau hartanya [6].</p>
<p>Maka hendaknya bagi seorang Imam/pemimpin negara menyeleksi pasukan untuk berperang, tidak memasukkan yang tidak layak untuk berperang. Dan mengangkat seorang pemimpin  perang yang akan mengatur pasukan saat perang dengan teknik perperangan yang sesuai dengan syariat islam. Sedang bagi pasukan hendaknya menta’atinya dalam hal yang ma’ruf, dan menasehatinya dalam kebenaran, dan bersabar bersamanya berdasarkan Firman Allah ta’ala,</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, ta&#8217;atilah Allah dan ta&#8217;atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. (An Nisa’: 59)</p>
<p><strong>Tujuan Mulia Jihad</strong></p>
<p>Jihad dalam islam memiliki tujuan yang sangat mulia dan cita-cita yang luhur. Diantara tujuannya yang paling mulia adalah pemurnian segala bentuk ibadah kepada Allah semata, Allah berfirman,</p>
<p>وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه</p>
<p>Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. (Al Anfaal: 39)</p>
<p>Diantara tujuan lainnya jihad disyariatkan adalah untuk menghilangkan kedzoliman dan mengembalikan hak pada para pemiliknya. Serta disyariatkan jihad untuk membuat hina kaum kufar, dan membuat kaum muslimin kuat atas mereka, dan membuat lemah kedudukan mereka.</p>
<p><strong>Jihad Memiliki Aturan</strong></p>
<p>Namun perlu diperhatikan sesungguhnya jihad yang sedemikian mulia tersebut memiliki aturan. Tidak dibenarkan berjihad dengan serampangan karena hal tersebut selain menyelisihi syariat juga akan mendatangkan petaka bagi kaum muslimin. Hukum-hukum tentang jihad telah dibahas oleh para ulama secara panjang lebar dalam kitab-kitab mereka.</p>
<p>Sesungguhnya perang dilakukan setelah disampaikan dakwah, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah menyeru kaum untuk masuk islam sebelum memerangi mereka. Beliau juga mengirimi surat raja-raja untuk menyapaikan dakwah dahulu [7]. Rasulullah juga mewasiati pasukan islam untuk mendakwahi manusia kepada islam sebelum memerangi mereka, jika mereka enggan maka baru diperangi. Hal itu karena tujuan utama dari jihad adalah untuk menghilangkan kekufuran dan kesyirikan, dan masuk kedalam agama Allah, maka jika bisa sampai tujuan ini tanpa peperangan maka tidak diperlukan perang. Allahu A’lam.</p>
<p>Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Tulisan ini kami ringkas dari kitab Mulakhos Fiqiyyah karya Syaikh <strong>Dr. Shaleh bin Abdullah Al Fauzan</strong>, hafidzahullah ta’ala dalam kitabul jihad.</p>
<p>Selesai ditulis di Riyadh, 22 Dzulhijjah 1432 H (18 Nov 2011)</p>
<p>Abu Zakariya Sutrisno</p>
<p>Artikel: www.thaybah.or.id / www.ukhuwahislamiah.com</p>
<p>Notes:</p>
<p>[1].  Untuk itu para ulama banyak memasukkan bab jihad dalam pembahasan ibadah. Lihat penjelasan syaikh Muhammadn bin Shaleh al Utsaimin rahimahullah dalam Syarhul Mumti’ (8/91).</p>
<p>[2].  Hadist yang menceritakan perperangan beliau sangat banyak. Adapun hadist tentang perintah beliau untuk berjihad diantaranya yaitu hadist Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda, “Perangilah orang-orang musyrikin dengan harta, jiwa, dan tangan-tangan kalian”. Dikeluarkan Ahmad (12186), Abu dawud (2504), Nasa’i(3192), Hakim (2472) dan dishahihkan serta disetujui Ad Dzahabi.</p>
<p>[3].  Dikeluarkan Muslim dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (1910).</p>
<p>[4].  Lihat Zaadul Ma’ad (3/64).</p>
<p>[5].  Bukhari (1834), Muslim (1353) dari hadist Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[6].  Lihat Ikhtiyaraat (halaman 447).</p>
<p>[7].  Sebagaimana dalam hadist Anas radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan Muslim (1774).</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a> Tagged: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/fi-sabililah/'>fi sabililah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/jihad/'>jihad</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/perang/'>perang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1065/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1065&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/11/18/berjihad-di-jalan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/11/images.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Jual Beli</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/29/sekilas-tentang-jual-beli/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/29/sekilas-tentang-jual-beli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 16:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli]]></category>
		<category><![CDATA[khiyar]]></category>
		<category><![CDATA[syarat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya. Hukum Jual Beli Hukum dari jual beli adalah dibolehkan berdasar Al Qur’an, as Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Allah berfirman, وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ Dan Allah telah menghalalkan jual beli … (Al Baqarah: 275) Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1054&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/ab1.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/ab1.jpg?w=150&#038;h=111" alt="" title="ab" width="150" height="111" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1058" /></a>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.</p>
<p><strong>Hukum Jual Beli</strong></p>
<p>Hukum dari jual beli adalah dibolehkan berdasar Al Qur’an, as Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Allah berfirman,</p>
<p>وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ</p>
<p>Dan Allah telah menghalalkan jual beli … (Al Baqarah: 275)</p>
<p>Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, Dua orang yang berjual beli memiliki hak khiyar/memilih selama belum berpisah [1].  Para ulama juga sepakat bahwa jual beli diperbolehkan. Adapun dalil secara Qiyas, dalam kehidupan manusia, dituntut adanya jual beli karena kebutuhan manusia kadang kala tergantung dengan sesuatu yang dimiliki orang lain baik berupa barang atau harga (uang). Dan dia tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan ganti (barang/uang) sebagai kompensasi, maka hikmah adanya jual beli adalah tercapai pada sesuatu yang diinginkan.</p>
<p> <span id="more-1054"></span></p>
<p><strong>Akad Jual Beli</strong></p>
<p>Akad jual beli dapat dilakukan secara lisan, dengan perbuatan ataupun gabungan keduanya. Secara lisan misalnya: Si penjual mengatakan “Saya jual” (Ijab), dan si Pembeli mengatakan “Saya beli” (Qobul). Kadang kala jual beli dilakukan dengan perbuatan saja, tanpa perkataan (istilah fiqihnya jual beli mu’athoh) misalnya dengan menyerahkan barang dan membayar harganya tanpa bicara apapun [2].<br />
<strong><br />
Syarat Jual Beli</strong></p>
<p>Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar jual beli yang dilakukan sah. Sebagian syarat berkaitan dengan pelaku jual beli (‘aqidain) dan sebagian berkaitan dengan barang yang diperjualbelikan.</p>
<p>Syarat Penjual dan Pembeli:</p>
<p>   1. Saling ridha diantara keduanya. Allah berfirman,</p>
<p>يَا أَيُّهَ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ</p>
<p>Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. (An Nisa’: 29)</p>
<p>   1. Keduanya diperbolehkan melakukan transaksi. Yaitu dengan keadaannya yang merdeka, mukalaf, dan rasyiid/cerdas (faham nilai uang/barang). Maka tidak sah jual beli dari anak kecil, orang dungu, gila, atau budak tanpa izin majikannya.<br />
   2. Keduanya harus pemilik dari barang yang akan diperjual belikan atau sebagai wakil pemiliknya. Rasulullah bersabda, “Jangan engkau menjual sesuatu yan bukan milikmu” [3].</p>
<p>Syarat barang yang diperjual belikan:</p>
<p>   1. Barang-barang yang memiliki manfaat yang diperbolehkan. Maka tidak sah menjual barang-barang yang diharamkan pemanfaatannya seperti khamr, babi, bangkai dan lainnya. Rasulullah bersabda, Sesungguhnya Allah dan RasulNya mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan patung [4].<br />
   2. Dapat diserah terimakan. Maka tidak sah menjual burung yang terbang di udara.<br />
   3. Diketahui kadarnya oleh penjual dan pembeli. Jika tidak diketahui kadarnya maka disebut gharar, dan gharar diharamkan.</p>
<p><strong>Jual Beli yang diharamkan</strong></p>
<p>Allah telah menghalalkan jual beli bagi hambanya dengan segala bentuknya selama tidak mendatangkan kemudharatan bagi dirinya (misal melalaikan dari kewajiban/ibadah) atau orang lain. Diantara jual beli yang diharamkan yaitu:</p>
<p>   1. Jual beli saat shalat Jum’at (setelah adzan kedua). Allah berfiman,</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ</p>
<p>Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum&#8217;at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli . (Al Jum’ah: 9)</p>
<p>Allah telah melarang jual beli saat adzan untuk ibadah Jum’at, dan larangan memiliki konsekuensi pengharaman dan tidak sahnya jual beli tersebut. Begitu juga waktu shalat yang lainnya tidak selayaknya sibuk dengan jual beli atau yang lainnya.</p>
<p>   1. Jual beli yang membantu dalam kemaksiatan kepada Allah. Seperti menjual anggur pada pembuat khamr. Allah berfirman,</p>
<p>وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ</p>
<p>Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. (Al Ma’idah: 2)</p>
<p>   1. Menjual budak muslim pada orang kafir. Karena hal ini akan membuat kaum muslimin hina, padahal Allah berfirman,</p>
<p>وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً</p>
<p>Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menghinakan/memusnahkan orang-orang yang beriman. (An Nisa’:141)</p>
<p>   1. Jual beli diatas jual beli orang lain. Rasulullah bersabda, Janganlah salah seorang diantara kalian membeli diatas pembelian orang lain[5].<br />
   2. Jual beli hadhir (orang kota/penduduk setempat) bagi badiy (orang yang tinggal di pedalaman/pendatang) sampai mereka tahu harga pasar/harga sebenarnya. Rasulullah bersabda, Tidak boleh menjual/membeli seorang hadhir (penduduk kota)bagi badiy [6].<br />
   3. Jual beli ‘Inah. Gambaranya, A membeli mobil dari B seharga 120 juta rupiah, dengan pembayaran tertunda. Lalu B membeli mobil itu kembali dengan harga 100 juta rupiah dengan pembayaran langsung (kontant). ‘Inah sebenarnya hanya tipu muslihat untuk melakukan riba, sehingga Rasulullah bersabda, Jika kalian telah jual beli secara ‘Inah, (sibuk) memegangi ekor2 sapi/ternak, dan ridho dengan bercocok tanam, serta meninggalkan jihad maka Allah akan menimpakan kehinaan bagi kalian. Allah tidak akan mencabut (kehinaan itu ) dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian [7].</p>
<p>Syarat (atau perjanjian) dalam Jual Beli</p>
<p>Para ahli fiqih mendefinisikan syarat dalam jual beli dengan “Salah sau pihak melazimkan pada pihak yang lain dengan sebab akad atas sesuatu hal yang bermanfaat”.  Macam dan bentuk syarat dalam jual beli sangat banyak sehingga butuh penelitian yang lebih dalam untuk menentukan sah atau tidaknya persyaratan tersebut. Namun secara ringkas dapat dibagi menjadi dua:</p>
<p>   1. Syarat yang shahih, yaitu syarat yang tidak bertentangan dengan  konsekuensi akad. Bentuk syarat ini harus dilaksanakan karena Rasulullah bersabda, “Seorang muslim tergantung atas syarat/perjanjian yang mereka buat” [8]. Seperti pensyaratan adanya barang jaminan atau penjamin.<br />
   2. Syarat yang fasad/rusak. Ada dua jenis,yang pertama syarat yang rusak pada syaratnya saja (sehingga jual belinya sah) dan yang kedua rusak syarat dan jual belinya (sehingga jual belinya tidak sah).</p>
<p><strong>Khiyar dalam Jual Beli</strong></p>
<p>Diantara bukti indah dan sempurnanya agama islam adalah adanya khiyar dalam jual beli. Arti khiyar: memilih dari dua keadaan, yaitu menerusakan atau membatalkan akad. Khiyar ada beberapa macam, diantaranya:</p>
<p>   1. Khiyar majlis. Rasulullah bersabda, “Jika dua orang berjual beli, maka masing masing memiliki hak khiyar selama belum berpisah dan keduanya bersama”[9].<br />
   2. Khiyar syarat, yaitu khiyar yang disyaratkan oleh kedua pikah/salah satunya untuk waktu tertentu misal sehari, seminggu atau yang semisalnya. Hal ini tidak mengapa.<br />
   3. 3.       Khiyar ghabn/penipuan harga. Jika salah satu pihak ditipu oleh yang lainnya misal harga barang yang dibeli terlalu mahal (yang keluar dari kebiasaan) maka ia memiliki hak khiyar. [10]<br />
   4. Khiyar tadlis. Tadlis adalah menampakkan barang yang cacat seolah-olah baik (tidak cacat). Tadlis ada dua jenis, yang pertama menutupi aib, yang kedua menghiasi/memanipulasi agar harganya naik. Contoh tadlis yang diriwayatakn adalah jual beli tashriyah (mengikat puting susu kambing/onta sebelum dijual agar nampak gemuk [11].<br />
   5. Khiyar ‘aib. Jika barang yang telah dibeli ada aibnya maka si pembeli memiliki hak khiyar. Dengan syarat aib tersebut jelas ada sebelum akad dan aib tersebut mengurangi nilai dari barang yang diperjual belikan.</p>
<p><strong>Menjual barang kembali sebelum diserahterimakan (Qabdh)</strong></p>
<p>Tidak sah menjual kembali barang yang dibeli sebelum diserahterimakan atau masih di tempat penjual pertama. Rasulullah bersabda, Barangsiapa membeli suatu makanan maka jangan menjualnya sampai menyempurnakannya [12], dalam riwayat yang lain, “ … sampai menerimanya” [13]. Ibnu Abbas Mengatakan “Aku berpendapat bahwa segala sesuatu hukumnya sama dengan bahan makanan” [14]. Untuk itu hendaknya seorang muslim jika membeli barang maka janganlah ia menjual (atau melakukan transaksi yang lainnya) sebelum ia menerima barang itu secara sempurna. Namun disayangkan banyak orang yang menggampangkan masalah ini sehingga muncullah banyak masalah.</p>
<p><strong>Membatalkan Transaksi (Iqalah)</strong></p>
<p>Yang dimaksud iqalah yaitu membatalkan akad, dan kedua belah pihak mengembalikan apa yang telah diterima tanpa penambahan maupun pengurangan. Hal ini tidak mengapa jika memang diperlukan (misal salah satu pihak menyesal) dan keduanya ridho. Hal itu menunjukkan muammalah dan persaudaraan yang baik.</p>
<p>Sekian yang dapat kami tulis pada kesempatan kali ini. Terakhir, hendaknya orang yang melakukan jual beli berusaha jujur dan apa adanya dalam jual beli dan ingatlah dengan sabda Rasulullah “Dua orang yang berjual beli memiliki hak khiyar/memilih selama belum berpisah Jika keduanya jujur dan menjelaskan (jika ada aib) maka diberkahi jual beli keduanya. Jika dusta dan menutupi (aib) maka dimusnahkan/dicabut keberkahan dari jual belinya”[15].</p>
<p>Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Tulisan ini kami ringkas dari kitab<strong> Mulakhos Fiqiyyah karya Syaikh Dr. Shaleh bin Abdullah Al Fauzan,</strong> hafidzahullah ta’ala dalam kitabul Buyu’.</p>
<p><strong>Selesai ditulis di Riyadh, 1 Dzulhijjah 1432 H (28 Oktober 2011)</p>
<p>Abu Zakariya Sutrisno</strong></p>
<p>Artikel: www.thaybah.or.id / www.ukhuwahislamiah.com</p>
<p>Notes:</p>
<p>[1].  HR Bukhari (2079), Muslim (1532) dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[2].  Syaikh Islam Ibnu Taymiyah memberi contoh beberapa bentuk jual beli mua’thoh ini, lihat Fatawa Syaikhul Islam (29/7-8).</p>
<p>[3].  HR Abu Dawud (3503), Tirmidzi (1232), Nasa’I (4613), Ibnu Majah (1581) dari hadist Hakim bin Hizam. Dishahihkan Tirmidzi.</p>
<p>[4].  HR Bukhari (2236), Muslim (1581) dari hadist Jabir radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[5].  HR Bukhari (2139), Muslim (1412/39) dari hadist Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[6].  HR Bukhari (2150), Muslim (1520) lafadh milik muslim, dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[7].  HR Abu Dawud (3462) dari hadist Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[8].  HR Abu Dawud (3594) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dikeluarkan juga oleh Tirmidzi (1352) dari hadist Amru bin Auf al Muzani dari bapaknya dari kakeknya.</p>
<p>[9].  HR Bukhari (2112), Muslim (1531) dari hadist Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[10].                      Ada 3 contoh dari ghabn/penipuan harga: gabn talaqqi bi ar rukban (mencegat kafilah dagang di jalan agar mendapatkan harga murah), gabn najasyi (menawar tetapi tidak ada niat membeli, hanya ingin menaikkan harga), dan gabn mustarsil  (orang yang tidak tahu harga, dan ia percaya pada si penjual lalu ia ditipu).</p>
<p>[11].                      Lihat HR Bukhari (2147), Muslim (1515) dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu anhu</p>
<p>[12].                      Bukhari (2126), Muslim (1526) dari Ibnu Umar rahiyallahu ‘anhu</p>
<p>[13].                      Bukhari (2136), Muslim (1526/36) dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu</p>
<p>[14].                      HR Bukhari (2135), Muslim (1525)</p>
<p>[15].                      HR Bukhari (2079), Muslim (1532) dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu.</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a> Tagged: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/jual-beli/'>jual beli</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/khiyar/'>khiyar</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/syarat/'>syarat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1054/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1054&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/29/sekilas-tentang-jual-beli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/ab1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan dan Amalan di 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/26/keutamaan-dan-amalan-di-10-hari-awal-bulan-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/26/keutamaan-dan-amalan-di-10-hari-awal-bulan-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 04:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1045</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya. Keutamaan 10 Awal Bulan Dzulhijjah Bulan Dzulhijjah adalah salah satu diantara 4 bulan yang dimuliakan dalam islam. Dari Abu Bakroh radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1045&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/a2.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/a2.jpg?w=150&#038;h=90" alt="" title="a" width="150" height="90" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1049" /></a>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.<br />
<strong><br />
Keutamaan 10 Awal Bulan Dzulhijjah</strong></p>
<p>Bulan Dzulhijjah adalah salah satu diantara 4 bulan yang dimuliakan dalam islam. Dari Abu Bakroh radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ</p>
<p>Tahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu (terdiri dari) dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan yang disucikan. Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram dan (satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban. [1]</p>
<p>Dengan hikmakNya Allah melebihkan zaman atau waktu tertentu untuk beramal shalih. Dimana amalan di dalamnya dilipatkan. Salah satunya adalah 10 awal di bulan Dzulhijjah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَلَيَالٍ عَشْر . وَالْفَجْرِ</p>
<p>Demi fajar dan demi malam yang sepuluh. [Al-Fajr: 1-2]</p>
<p>Allah telah bersumpah dalam ayat di atas dengan malam yang sepuluh yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh kebanyakan ulama tafsir.</p>
<p>Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>عن ابن عباس قال: قال رسول الله : ((ما من أيامٍ العملُ الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام))، يعني: أيام العشر. قالوا: يا رسولَ الله، ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال: ((ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء)) رواه البخاري وأبو داود والترمذي وابن ماجه.</p>
<p>Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah). Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya: “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah? Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak juga jihad di jalan Allah kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun. [2]</p>
<p>Lalu, manakah yang lebih afdhal,  sepuluh terakhir di bulan Ramadhan atau sepuluh awal bulan Dzulhijjah? Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata “Jika dilihat pada malamnya,   maka   sepuluh   terakhir bulan Ramadhan lebih utama dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal bulan Dzulhijjah lebih utama” [3]</p>
<p><strong>Amalan di 10 awal bulan Dzulhijah</strong></p>
<p>   1. 1.    <strong>  Haji dan Umrah</strong><span id="more-1045"></span></p>
<p>Kedua ibadah inilah yang paling utama dilaksanakan pada hari-hari tersebut. Haji adalah salah satu rukun islam. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً</p>
<p>Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . (Al Imran: 96)</p>
<p>Kedua amalan ini memiliki pahala yang besar, sebagaimana yang ditunjukkan dalam sebuah hadits, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Umrah yang satu ke umrah yang lainnya merupakan kaffarat (penghapus dosa-dosa) diantara keduanya, sedang haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali Syurga” [4].</p>
<p>   1. 2.      <strong>Takbir dan Dzikir</strong></p>
<p>Memperbanyak takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut. Sebagaimana firman Allah ta’ala,</p>
<p>وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ</p>
<p>Supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan (QS. Al Hajj: 28)</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma ketika keduanya keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mereka berdua bertakbir, maka orang-orang pun ikut berakbir sebagaimana takbir mereka berdua [5]. Disyariatkan pada hari-hari itu takbir muthlaq, yaitu pada setiap saat, pada saat siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyari`atkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat jama’ah fardhu. Bagi selain jama’ah haji dimulai sejak fajar hari arafah sedang bagi jama’ah haji dimulai dari sejak zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat ashar pada akhir hari tasyriq [6].</p>
<p>   1. 3.   <strong>   Puasa<br />
</strong><br />
Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sebagiannya, terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Sebagaiamana terdapat dalam hadits,“Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ‘Asyuro’ dan (juga berpuasa) sembilan hari di bulan Dzulhijjah serta tiga hari di setiap bulannya”[7]. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,“(Puasa Arafah) menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” [8]</p>
<p>   1. 4.      Qurban</p>
<p>Memotong hewan qurban (Udhiyah) bagi yang mampu pada hari raya Qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Sebagaiaman firman Allah Shubhaanahu wa ta&#8217;ala ,</p>
<p>فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ</p>
<p>Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah (QS. Al Kautsar : 2)</p>
<p>Berkata sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan berqurban dalam ayat ini adalah menyembelih udhiyah (hewan kurban) yang dilakukan sesudah shalat ‘Ied [9]. Untuk itu bagi yang mampu berkurban maka hendaknya berkurban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>من كان له سعةُ و لم يُضَحِّ فلا يَقربنَّ مُصلا نا</p>
<p>Barangsiapa memiliki keleluasaan (rezeki) lalu dia tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat sholat kita.”[10]</p>
<p>Bagi orang yang berniat untuk berqurban hendaknya tidak memotong rambut dan kukunya sampai  dia  berqurban,  diriwayatkan dari Umu Salamah, Rasulullah  bersabda,“Jika kalian telah melihat awal bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantara kalian berniat untuk menyembelih hewan qurban maka hendaknya dia menahan rambut dan kukunya”. [11]</p>
<p>   1. 5.   <strong>   Sholat Ied</strong></p>
<p>Melaksanakan shalat `Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Setiap muslim hendaknya tahu akan hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. 10 Dzulhijjah  merupakan hari yang paling agung di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah :</p>
<p>أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ اْلقِرِّ.</p>
<p>Seutama-utama hari di sisi Allah ialah hari Iedul `adh-ha kemudian hari berikutnya [12].</p>
<p>Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan penuh semangat untuk melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah. Melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan dan memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini dan berusaha mendapat ridha-Nya.</p>
<p>Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya.</p>
<p>Selesai ditulis di Riyadh, di ambang pintu Dzulhijjah,  29 Dzulqa’dah 1431 H (6 Nov 2010). Direvisi 28 Dzulqa’dah 1432 (26 Oktober 2011).</p>
<p><strong>Abu Zakariya Sutrisno</p>
<p>Artikel: www.ukhuwahislamiah.com / www.thaybah.or.id</strong></p>
<p>Notes:</p>
<p>[1]. HR. Bukhari (3197) dan Muslim (1679)</p>
<p>[2]. HR Bukhari (926)</p>
<p>[3]. Lihat Zaadul Ma’ad (1/57)</p>
<p>[4]. HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah. Lihat Shahiihut Targhiib (1096)</p>
<p>[5]. HR. Bukhari</p>
<p>[6]. Lihat “Keutamaan Sepuluh Hari Dzulhijjah dan Amalan-Amalan yang Disyari&#8217;atkan” oleh Syaikh Abdullah Jibrin rahimahullah.</p>
<p>[7]. HR. Abu Dawud (2437), lihat Shahih Sunan Abi Dawud (2/78)</p>
<p>[8]. HR. Muslim (1162)</p>
<p>[9]. Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4:505) dan Al Mughni (13:360)</p>
<p>[10].                     HR. Ahmad (1/321), Ibnu Majah (3213), sanadnya hasan</p>
<p>[11].                     HR. Muslim</p>
<p>[12].                     HR. Abu Daud (II/369)(1756) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ (1064)</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a> Tagged: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/dzulhijjah/'>dzulhijjah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/qurban/'>qurban</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1045/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1045&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/26/keutamaan-dan-amalan-di-10-hari-awal-bulan-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/a2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Ringkas Ibadah Haji</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/21/tuntunan-ringkas-ibadah-haji/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/21/tuntunan-ringkas-ibadah-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 20:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[jumrah]]></category>
		<category><![CDATA[kabah]]></category>
		<category><![CDATA[mekah]]></category>
		<category><![CDATA[mina]]></category>
		<category><![CDATA[umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya. Setelah sebelumnya membahas umrah, tulisan kali ini akan membahas tentang haji. Hukum Haji Hukum dari haji adalah wajib dengan kesepakatan kaum muslimin dan termasuk salah satu rukun islam, dan yang wajib adalah sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1038&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/a1.jpg"><img src="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/a1.jpg?w=150&#038;h=97" alt="" title="a" width="150" height="97" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1042" /></a>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.</p>
<p>Setelah sebelumnya membahas umrah, tulisan kali ini akan membahas tentang haji.<br />
<strong><br />
Hukum Haji</strong></p>
<p>Hukum dari haji adalah wajib dengan kesepakatan kaum muslimin dan termasuk salah satu rukun islam, dan yang wajib adalah sekali sepanjang umur bagi orang yang mampu, serta fardhu kifayah bagi kaum muslimin tiap tahunnya. Diantara dalil nash dari Al Qur’an adalah firman Allah ta’ala,</p>
<p>وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً</p>
<p>Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . (Al Imran: 97)</p>
<p>Adapun dalil dari As Sunnah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, Islam dibangun atas lima perkara: Syahadat bawasanya tida ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa di bulan Ramadhan [1].</p>
<p><strong>Syarat Wajib Haji</strong></p>
<p>Diwajibkan haji bagi seseorang jika telah terpenuhi lima syarat: Islam, berakal, baligh, merdeka dan mampu. Yang disebut mampu adalah orang yang mampu melaksanakannya baik secara fisik maupun material. Seperti mampu untuk berkendaraan, memiliki bekal yang cukup menempuh perjalannya serta meninggalkan nafkah yang cukup untuk anak, istri serta siapa saja yang menjadi tanggungannya. Jika mampu secara harta sedang fisiknya tidak, seperti karena tua ataupun sakit menahun maka boleh diwakilkan yang lainnya [2]. Dan untuk wanita ditambah syarat wajibnya dengan adanya mahram yang menemaninya untuk berhaji. Berdasar sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, Tidaklah seorang wanita bersafar kecuali dengan disertai mahram, dan janganlah seorang laki-laki masuk (berkhalwat) dengannya kecuali disertai mahram [3].<span id="more-1038"></span></p>
<p><strong>Keutamaan Haji</strong></p>
<p>Haji memiliki keutamaan yang besar dan pahala yang besar pula. Diantaranya sebagaimana dalam hadist, Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali jannah [4]. Aisyah radhiyallahu anha pernah berkata, Kita melihat jihad adalah amalan yang paling utama, apakah kita (kaum wanita) tidak berjihad? Rasulullah bersabda, Bagi kalian ada jihad yang lebih baik dan paling bagus yaitu haji mabrur [5].</p>
<p><strong>Miqat Haji</strong></p>
<p>Secara bahasa miqat adalah batasan. Adapun secara istilah adalah tempat ibadah atau waktunya. Untuk haji ada dua miqat yaitu miqat zaman (waktu) dan miqat makan (tempat). Miqat zaman untuk haji yaitu bulan Syawal, Dzulqa’dah dan 10 hari awal Dzulhijjah, Allah berfirman,</p>
<p>الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ</p>
<p>(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi , barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats , berbuat fasik dan berbantah bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (Al Baqarah: 197)</p>
<p>Adapun miqat makani yaitu batasan yang tidak boleh dilewati bagi orang yang mau berhaji kecuali sudah dalam keadaan berihram. Rasulullah telah menjelaskan miqat-miqat tersebut, sebagaimana hadist Ibnu Abbas dia berkata, Rasulullah telah menetapkan bagi penduduk Madinah (miqatnya adalah) Dzul Hulaifah, Juhfah untuk penduduk Syam, Qorn Manazil untuk penduduk Nejed, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman dan Rasulullah bersabda, Tempat-tempat tersebut adalah miqat bagi penduduknya dan bagi yang datang dari arah bagi mereka yang ingin menunaikan haji. Adapun bagi yang kurang dari itu maka silahkan berihram dari tempat yang ia inginkan, sampai penduduk Mekah berihram dari Mekah [6]. Dalam hadist yang lain disebutkan, Dan miqat penduduk ‘Iraq adalah Dzatul ‘Irq [7].</p>
<p><strong>Tatacara Berihram</strong></p>
<p>Rangkaian pertama dari ibadah haji adalah berihram, yaitu niat masuk pada manasik haji. Sebelum berihram disunnahkan melakukan beberapa hal berikut:</p>
<p>   1. Mandi [8].<br />
   2. Memotong hal-hal yang disunnahkan untuk dipotong seperti kuku, kumis, bulu ketiak dan lainnya.<br />
   3. Memakai minyak wangi (dibadan)[9].<br />
   4. Bagi laki-laki hendaknya memakai pakaian yang tidak berjahit sebagai persiapan ihram, karena setelah ihram diharamkan pakaian yang berjahit untuk laki-laki.<br />
   5. Tidak ada shalat sunnah khusus sebelum ihram. Hanya saja jika bertepatan dengan waktu shalat fardhu hendaknya berihram setelahnya. [10]<br />
   6. Jika telah persiapan telah selesai maka hendaknya berihram. Lalu perbanyak membaca talbiyah, bagi laki-laki disunahkan mengangkat suaranya. Bacaan talbiyah:</p>
<p>, لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك</p>
<p>Aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah. Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu</p>
<p><strong>Macam-macam Haji</strong></p>
<p>Diperbolehkan memilih satu diantara tiga bentuk haji yaitu: tamattuk, qiran dan ifraad.</p>
<p>Tamattuk: Berihram untuk umrah di bulan Haji, lalu menelesaikan manasik umrahnya (dengan bertahalul). Kemudian berihram untuk haji pada tahun itu pula.</p>
<p>Ifraad: Berihram untuk haji saja sejak dari miqat dan tetap dalam keadaan ihram sampai selesai manasik hajinya.</p>
<p>Qiran: Berihram untuk haji dan umrah secara bersamaan.</p>
<p><strong>Larangan Ihram</strong></p>
<p>Ada beberapa hal yang dilarang bagi orang yang berihram, yaitu:</p>
<p>   1. Menghilangkan rambut dari tubuh, baik dengan memotong, mencukur atau mencabutnya tanpa udzur syar’i. Allah berfirman,</p>
<p>وَلاَ تَحْلِقُواْ رُؤُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ</p>
<p>dan jangan kamu mencukur kepalamu , sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. (Al Baqarah: 196)</p>
<p>   1. Memotong kuku atau memendekannya.<br />
   2. Menutup kepala bagi laki-laki.<br />
   3. Memakai pakaian berjahit bagi laki-laki. Berdasar sabda Rasulullah saat ditanya tentang pakaian apa yang dipakai orang yang berihram, beliau bersabda, Tidak boleh mengenakan jubah, imamah, kemeja, celana,… dst [11]. Adapun untuk perempuan boleh memakai pakaian apa saja yang menutupi aurat mereka, kecuali wajah dan kedua telapak tangan[12].<br />
   4. Memakai wewangian<br />
   5. Membunuh binatang buruan. Allah berfirman,</p>
<p>وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُماً</p>
<p>Dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. (Al Ma’idah: 96)</p>
<p>  6. Melakukan akad nikah. Rasulullah bersabda, Tidak boleh seorang yang berihram menikah atau dinikahi[13].<br />
   7. Berhubungan suami istri. Allah berfirman,</p>
<p>فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ</p>
<p>Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (Al Baqarah: 196). Ibnu Abbas mengatakan, Rafats adalah jima’ [14]. Hendaknya pula seorang yang muhrim mengindari hal-hal yang mengarah ke hal tersebut seperti bercumbu dengan istri, memegang dengan syahwat dan lainnya.</p>
<p>Yang Hendaknya Dilakukan Seorang yang Berihram</p>
<p>Hendaknya seorang yang muhrim sedikit berbicara kecuali dalam hal-hal yang bermanfaat. Rasulullah bersabda, Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya berkata yang baik atau diam [15]. Hendaknya menyibukkan diri dengan talbiyah, dzikrullah, qiraatul qur’an, amar ma’ruf dan nahi munkar dan hal-hal lainnya yang bermanfaat. Karena sesungguhnya ia sedang dalam keadaan ihram, dan dalam ibadah yang agung, dan akan mendatangi tempat-tempat yang disucikan dan waktu-waktu yang berbarakah.</p>
<p><strong>Saat Sampai di Mekah</strong></p>
<p>Jika telah sampai Mekah maka bagi yang berhaji Tamattuk melaksanakan manasik umrah (thawaf dan sa’i) lalu bertahalul jika telah selesai [16]. Jika telah bertahalul maka sudah dihalalkan apa-apa yang diharamkan saat ihram seperti memotong rambut, kuku dan lainnya. Dan ia tetap seperti itu (tidak dalam keadaan ihram) sampai hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) lalu berihram untuk haji. Sedang yang berhaji Qiran dan Ifraad maka sesampainya di Mekah hendaknya melakukan thawaf qudum. Jika ia menginginkan tidak mengapa melakukan Sa’I haji setelah thawaf qudum. Dan mereka tetap dalam keadaan ihram sampai hari iedul Adha (saat selesai haji, yaitu setelah tahahul ).</p>
<p><strong>Hari Tarwiyah dan Arafah (8&amp;9 Dzulhijjah)</strong></p>
<p>Jika telah datang hari Tarwiyah maka bagi yang Tamattuk berihram untuk haji, sedangkan yang Qiran dan Ifraad mereka sudah dalam keadaan ihram sejak sebelumnya. Hendaknya mereka berihram dari tempat mereka tinggal/singgah. Lalu keluar menuju Mina, afdholnya sebelum tergelincir matahari lalu shalat dhuhur dan yang lainnya dan bermabit disana sampai subuh.</p>
<p>Setelah matahari terbit (di hari ke 9 Dzulhijjah) maka berangkat dari Mina menuju Arafah. Seluruh padang Arafah adalah tempat wukuf. Jika telah tergelincir matahari maka shalat Dhuhur dan Ashar dengan cara qashar dan jama’ taqdim dengan sekali adzan dan dua iqamat. Setelah selesai shalat maka hendaknya menyibukkan diri dengan berdo’a dengan merendahkan diri kepada Allah. Hendaknya bagi seorang yang berhaji bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merendahkan diri dan bertaubat kepada Allah di waktu dan tempat yang agung ini. Rasulullah bersabda, Sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah dan sebaik-baik yang saya ucapkan dan para nabi sebelumku disaat itu adalah laa ilaha illallah wahdah, laa syariikalah lahu hamdu walahul mulku wahuwa ‘ala kulli syai’in qadiir [17]. Wukuf di Arafah adalah rukun haji, bahkan dia rukun yang paling utama, Rasulullah bersabda, Haji adalah Arafah [18].</p>
<p><strong>Mabit di Muzdalifah dan Amalan di Hari Iedul Adha (10 Dzulhijjah)</strong></p>
<p>Jika telah terbenam matahari di hari Arafah maka hendaknya bertolak ke Muzdalifah dengan tenang. Allah berfirman,</p>
<p>ثُمَّ أَفِيضُواْ مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ</p>
<p>Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (&#8216;Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al Baqarah: 199)</p>
<p>Jika telah sampai Muzdalifah maka shalat Magrib dan Isya’ dengan mengqashar rekaat isya’ dengan satu adzan dan dua iqamat. Lalu mabit di Muzdalifah sampai waktu subuh. Mabit di Muzdalifah adalah salah satu dianara kewajiban haji.  Jika telah terbit fajar maka shalat subuh di awal waktu lalu bertolak ke Mina sebelum matahari terbit. Bagi wanita dan orang-orang yang memiliki udzur boleh meninggalkan mabit di Muzdalifah. </p>
<p>Diperbolehkan mengambil kerikil untuk melempar jumrah saat perjalanan menuju mina, boleh juga mengambil saat di Mudzalifah atau di Mina. Jika sampai Mina maka langsung menuju Jumrah Aqabah (jumrah terakhir, yang dekat dengan Makah) dan melempar 7 kerikil. Setelah melempar jumrah Aqabah maka yang paling afdhol adalah menyembelih hadyu, hal tersebut jika wajib baginya hadyu Tamattuk atau Qiran (bagi yang Ifraad tidak wajib menyembelih hadyu). Setelah itu mencukur atau memendekkan rambut, dan mencukur afdhol [19]. Adapun bagi wanita cukup memendekkan saja.</p>
<p>Lalu menuju Mekah dan mengerjakan thawaf Ifadhah. Lalu sa’I jika ia Tamattuk atau jika ia belum sa’I bagi yang Qiran maupun Ifraad. Menertipkan hal yang empat ini (Melempar jumrah Aqabah-menyembelih hadyu-bercukur/memendekkan rambut-thawaf dan sa’i) adalah sunnah, karena hal itu yang dikerjakan Rasulullah [20]. Namun jika tidak urut tidak mengapa karena Rasulullah bersabda, Kerjakan dan tidak ada masalah [21].</p>
<p>Tahalul awal: Telah melakukan dua diantara amalan yang tiga (melempar jumrah, bercukur/memendekkan rambut, dan thawaf ifadhah). Tahalul Tsani (tahalul sempurna): jika telah melakukan tiga amalan tersebut. Jika telah bertahalul awal maka sudah halal apa yang menjadi larangan ihram kecuali hubungan suami istri. Jika telah tahalul tsani maka sempurna tahalul, dan telah halal semua larangan ihram.</p>
<p><strong>Amalan di Hari Tasyrik (11,12, 13 Dzulhijjah)</strong></p>
<p>Lalu kembali ke Mina dan bermabit disana, hal ini adalah wajib [22]. Bermabit selama tiga hari (tanggal 11,12, dan 13), boleh juga hanya dua hari (tanggal 11 dan 12) berdasar QS al Baqarah: 203. Selama di Mina shalat dengan qashar tanpa jama’ untuk tiap-tiap shalat. Melempar tiga jumrah tiap hari setelah tergelincir matahari [23]. Harus urut dalam melempar jumrah, yaitu Jumratul Ula (yang pertama, yang terdekat masjid Khaif) lalu Jumrah Wusta, lalu Kubra (Jumrah Aqabah). Jika tidak mampu melempar maka boleh diwakilkan.</p>
<p>Jika seorang yang berhaji ingin bersafar dari Mekah dan kembali ke tempat asalnya atau yang lainnya maka hendaknya melakukan thawaf Wada’. Hendaknya menjadikan thawaf Wada’ di akhir urusannya di Mekah. Berdasarkan perkataan Ibnu Abbas, Manusia diperintahkan menjadikan akhir urusannya (thawaf) di baitullah, kecuali bagi wanita haidh, maka diberi keringanan (untuk tidak thawaf) [24].</p>
<p>Demikianlah uraian singkat tentang manasik haji. Hendaknya seorang muslim bersungguh-sungguh untuk meniru tatacara manasik yang telah diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, karena beliau pernah bersabda, Dan hendaknya kalian mengambil dariku manasik kalian [25].</p>
<p>Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>Tulisan ini kami ringkas dari kitab Mulakhos Fiqiyyah karya <strong>Syaikh Dr. Shaleh bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan</strong>, hafidzahullah ta’ala dalam kitabul Hajj.</p>
<p><strong>Selesai ditulis di Riyadh, 23 Dzulqa’dah 1432 H (21 Oktober 2011)</p>
<p>Abu Zakariya Sutrisno</p>
<p>Artikel: www.thaybah.or.id / www.ukhuwahislamiah.com</strong></p>
<p>Notes:</p>
<p>[1].  HR Bukhari (8), Muslim (16) dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.</p>
<p>[2].  Sebagaimana hadist Ibnu Abbas tentang wanita dari Khats’am tentang bapaknya yang sudah renta yang tidak mampu melaksanakan haji, maka Rasulullah bersabda padanya, Hajikan untuknya. HR Bukhari (1513) dan Muslim (1334).</p>
<p>[3].  HR Bukhari (1862), Muslim (1341). Lafadz hadist milik Bukhari.</p>
<p>[4].  HR Tirmidzi (809) bab Haji, Nasa’I (263) bab Haji.</p>
<p>[5].  HR Bukhari (1861).</p>
<p>[6].  HR Bukhari (1524), Muslim (2796).</p>
<p>[7].  HR Muslim (2806).</p>
<p>[8].  Rasulullah juga mandi untuk Ihram, sebagaimana dalam HR Tirmidzi (830) dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>[9].  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Aku memberi minyak wangi pada rasulullah sebelum beliau berihram&#8230; HR Bukhari (1539), Muslim (33/1189).</p>
<p>[10].                      Ibnu Qoyiim rahimahullah berkata, belum pernah dinukil dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa beliau shalat dua rakaat sebelum ihram, kecuali shalat fardhu dhuhur. Zaadul Ma’ad (2/107).</p>
<p>[11].                      HR Bukhari (1542), Muslim (1177). Lafadz milik Bukhari.</p>
<p>[12].                      Berdasar riwayat Bukhari (1838) dari Ibnu Umar.</p>
<p>[13].                      HR Muslim (1409) dari Utsman radhiyallahu ‘anhu secara marfu’.</p>
<p>[14].                      Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah (13224)(3/173) al Hajj. Dan diriwayatkan juga dari ibnu Umar oleh Ibnu Abi Syaibah (13236) al Hajj, dan al Hakim (3153).</p>
<p>[15].                      HR Bukhari (6018), Muslim (47). Lafadz hadist milik Muslim.</p>
<p>[16].                      lihat tulisan kami sebelumnya tentang umrah.</p>
<p>[17].                      Diriwayatkan Tirmidzi dari hadist Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya.</p>
<p>[18].                      Dikeluarkan oleh Lima.</p>
<p>[19].                      Berdasar firman Allah dalam QS al Fath: 27, dan Hadist Ibnu Umar bahwa Rasulullah mencukur kepalanya saat haji, HR Bukhari(4410) dan Muslim(1304). Rasulullah juga mendo’akan orang yang mencukur tiga kali, lalu yang memendekkan sekali sebagaiman dalam hadist Ibnu Umar juga, Bukhari (1727), Muslim (317).</p>
<p>[20].                      Sebagaiman hadist Anas riwayat Muslim (1305).</p>
<p>[21].                      hadist Abdullah bin Amru, Bukhari (83), Muslim (1306).</p>
<p>[22].                      Berdasar hadist Ibnu Abbas, HR Ibnu Majah (3069).</p>
<p>[23].                      Berdasarkan hadist Jabir yang diriwayatkan Jama’ah. Muslim (1299/314)(5/52), Abu Dawud (1971), Tirmidzi (894), Nasa’I (3063), dan Ibnu Majah (3053).</p>
<p>[24].                      Bukhari (1755), Muslim (1327).</p>
<p>[25].                      Diriwayatkan Muslim dari hadist Jabir (1297).</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a> Tagged: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/arafah/'>arafah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/jumrah/'>jumrah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/kabah/'>kabah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/mekah/'>mekah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/mina/'>mina</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/umrah/'>umrah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1038/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1038&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/21/tuntunan-ringkas-ibadah-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnahsurabaya.files.wordpress.com/2011/10/a1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kitab Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah ( Beberapa Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat)</title>
		<link>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/09/kitab-ad-durrus-al-muhimmah-lil-aammatil-al-ummah-beberapa-pelajaran-penting-untuk-segenap-ummat/</link>
		<comments>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/09/kitab-ad-durrus-al-muhimmah-lil-aammatil-al-ummah-beberapa-pelajaran-penting-untuk-segenap-ummat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 05:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Adab & Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Adab Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[penting]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahsurabaya.wordpress.com/?p=1032</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya. Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah memberi penjelasan ringkas hal-hal penting yang perlu diketahui kaum muslimin dalam kitabnya yang berjudul Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah. Kiranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1032&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.</p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah memberi penjelasan ringkas hal-hal penting yang perlu diketahui kaum muslimin dalam kitabnya yang berjudul Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah. Kiranya kitab yang ringkas ini dapat menjadi tahapan awal untuk mendalami agama islam dan sebagai pegangan para da’I dalam membimbing umat. Ebook kitab dapat didownload di : Http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_Pelajaran_Penting_Untuk_Seluruh_Umat.pdf</p>
<p>Berikut daftar isi dari kutaib tersebut yang kami beri link beberapa tulisan kami yang berkaitan dengan point-point yang disebutkan syaikh. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Pelajaran Ke:</p>
<p>   1. Mempelajari Surat Al fatihah dan Surat2 pendek lainnya dari al-Zalzalah sampai An-Nas<br />
   2.  Makna dan Syarat La ilaha illallah<br />
   3. Rukun Iman<br />
   4. Pembagian Tauhid dan Syirik<br />
   5. Rukun Islam (Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji)<span id="more-1032"></span><br />
   6. Syarat-Syarat Shalat<br />
   7. Rukun-Rukun Shalat<br />
   8. Kewajiban-Kewajiban Shalat<br />
   9. Bacaan Tasyahud<br />
  10. Sunnah-Sunnah Shalat<br />
  11. Hal-Hal yang Membatalkan shalat<br />
  12. Syarat-Syarat Wudhu<br />
  13. Hal-Hal yang Wajib dan Sunnah dalam Wudhu<br />
  14. Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu<br />
  15. Akhlak Mulia<br />
  16. Adab-Adab Islamiyah<br />
  17. Waspada Terhadap Syirik dan Maksiat<br />
  18. Penyelenggaraan Jenazah dan Tata Cara Shalat Jenazah</p>
<p>Abu Zakariya Sutrisno [Riyadh, 11 Dzulqa’dah 1432 H/ 9 Okt 2011]</p>
<p>Note: Karena ada masalah dengan hyperlink maka untuk melihat tulisan yang disertai link bisa di akses di http://ukhuwahislamiah.com/2011/10/09/kitab-ad-durrus-al-muhimmah-lil-aammatil-al-ummah-beberapa-pelajaran-penting-untuk-segenap-ummat/</p>
<br />Filed under: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/adab/'>Adab</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/adab-akhlak/'>Adab &amp; Akhlak</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/adab-islami/'>Adab Islami</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/aqidah/'>Aqidah</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/fiqih/'>Fiqih</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/ilmu/'>Ilmu</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a> Tagged: <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/penting/'>penting</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/shalat/'>shalat</a>, <a href='http://assunnahsurabaya.wordpress.com/tag/tauhid/'>tauhid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahsurabaya.wordpress.com/1032/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahsurabaya.wordpress.com&amp;blog=2024429&amp;post=1032&amp;subd=assunnahsurabaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2011/10/09/kitab-ad-durrus-al-muhimmah-lil-aammatil-al-ummah-beberapa-pelajaran-penting-untuk-segenap-ummat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
