Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya
Renungan..
Masalah penikahan adalah masalah yang selalu aktual dan hangat untuk dibicarakan tak terkecuali oleh para thulabul ilmi. Seolah tidak mengenal istilah usang, kapan dan dimanapun topik ini selalu terasa update dibahas. Namun, disayangkan sebagian penuntut ilmu terlalu berlebihan dalam membicarakan masalah ini sehingga menghabiskan waktu dan bahkan tak jarang menimbulkan penyakit dalam hati1.
Cukup menarik apa yang disampaikan sebagian asatidz yang kurang lebih demikian: “Kalau memang sudah mampu dan memiliki azam yang kuat untuk menikah ahsan segera menikah. Namun, kalau belum mampu jangan banyak membicarakannya malah menimbulkan penyakit dalam hati!!”2
Bersegera Nikah
Tidak diragukan lagi, ini termasuk sunnah Nabi sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Read more…

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya
Sejarah telah mencatat dengan tinta emasnya para pemuda yang telah mengisi lembaran hidupnya dengan prestasi gemilang, sehingga mulia dihadapan Allah dan juga mulia dihadapan manusia. Mereka diantaranya sepreti Ibrahim, Yusuf, Musa ‘alaihimus salam serta ashaabul kahfi sebagaimana kisah mereka telah disebut dalam al Qur’an. Allah berfirman tentang ashaabul kahfi,
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). (QS. Al- Kahfi: 10)
Begitu juga di permulaan lembaran sejarah Islam, yang tak kosong dari catatan kehidupan pemuda-pemuda pilihan, sebut saja Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu(duta Rasulullah pertama di Madinah) , Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu (orang kepercayaan umat ini) dan yang lainnya.
Sebelum Engkau Menyesal Read more…
Komentar Terakhir