Arsip

Archive for the ‘Aqidah’ Category

Kitab Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah ( Beberapa Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat)

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah memberi penjelasan ringkas hal-hal penting yang perlu diketahui kaum muslimin dalam kitabnya yang berjudul Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah. Kiranya kitab yang ringkas ini dapat menjadi tahapan awal untuk mendalami agama islam dan sebagai pegangan para da’I dalam membimbing umat. Ebook kitab dapat didownload di : Http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_Pelajaran_Penting_Untuk_Seluruh_Umat.pdf

Berikut daftar isi dari kutaib tersebut yang kami beri link beberapa tulisan kami yang berkaitan dengan point-point yang disebutkan syaikh. Semoga bermanfaat.

Pelajaran Ke:

1. Mempelajari Surat Al fatihah dan Surat2 pendek lainnya dari al-Zalzalah sampai An-Nas
2. Makna dan Syarat La ilaha illallah
3. Rukun Iman
4. Pembagian Tauhid dan Syirik
5. Rukun Islam (Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji) Read more…

10 Pembatal Keislaman

Juni 18, 2011 3 komentar

Syaikh Muhammad at Tamimi rahimahullah (wafat 1206 H)

Ketahuilah bahwa pembatal-pembatal keislaman itu ada 10:

Pertama: Syirik dalam beribadah kepada Allah. Allah berfirman,

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (an-Nisa` : 48)

Dan Allah berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (al Maidah: 72)

Diatara bentuk kesyirikan adalah menyebelih untuk selain Allah, seperti menyembelih untuk jin atau kuburan.

Read more…

Ulasan Ringkas Tentang Dua Kalimat Syahadat

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

أشهد ان لا اله إلا الله و اشهد ان محمّد عبده رسوله

Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.

Pendahuluan

Dua kalimat syahadat adalah kalimat yang sangat agung. Syahadat adalah salah satu pilar islam [1], ia juga merupakan kunci surga [2]. Persaksian yang membedakan antara muslim dan kafir, yang barangsiapa mengucapkannya maka haram jiwa, harta, dan kehormatannya [3]. Lalu sebenarnya apa makna yang terkandung di dalam dua kalimat tersebut? Dan apa saja hal-hal penting yang berkaitan dengannya?

Bagian Pertama: Syahadat “an laa ilaha illallah” {شهادة ان لا اله إلا الله}

Makna لا اله إلا الله :

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala.”

Allah berfirman,

شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada sesembahan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada sesembahan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (al Imran: 18)

Rukun لا اله إلا الله :

1. Nafyu (لا اله): Penafian seluruh yang disembah kecuali Allah Ta’ala

2. Itsbat (إلا الله) : Menetapkan ibadah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya.

Syarat-Syaratnya :

Syahadat ini memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sah saat mengucapkannya. Syarat-syaratnya yaitu: Harus disertai dengan ilmu, keyakinan, penerimaan, ketundukan, kejujuran, keikhlasan, keciantaan, dan pengingkaran terhadap seluruh sesembahan selain Allah. Terhimpun dalam dua bait syair berikut :

عِلْمٌ يَقِيْنٌ وَإِخْلاَصٌ وَصِدْقُكَ مَعَ مَحَبَّةٍ وَانْقِيَادٍ وَالْقَبُوْلِ لَهَا

و زيد ثامنها الكفران منك بما سوى الاله من الاشياء قد الها

Ilmu, yakin dan ikhlas berikut kejujuranmu bersama kecintaan, ketundukan dan kepasrahan menerimanya. Ditambah (syarat) yang kedelapan (adalah pengingkaran) terhadap seluruh yang disembah selain Allah.[4]

Konsekuensi: Tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah semata.

Bagian Kedua: Syahadat “wa anna Muhammad abduhu wa rasuluhu” { ان محمّد عبده رسوله}

Makna:

“Sesunggunhya Muhammad adalah hamba dan utusanNya”

Jadi dalam satu sisi beliau adalah Abdullah (hamba Allah) sebagaimana makhluq lainnya yang beribadah kepada Allah. Di sisi lain beliau adalah Rasulullah (utusan Allah) yang diutus kepada manusia untuk menyampaikan wahyu dari Allah. Allah berfirman,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya (Tuhan) sesembahan kalian itu adalah (Tuhan) sesembahan yang Maha Esa”. (al Kahfi: 110)

Rukun dari syahadat ini [5]:

1. Mentaati apa yang ia perintahkan [6]

2. Membenarkan apa yang ia kabarkan [7]

3. Menjauhi apa yang ia larang dan peringatkan [8]

4. Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang ia tuntunkan [9]

Syaikh Abdul Aziz alu Syaikh mengatakan, “ Adapun kebenaran bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah , maka mengandung beberapa perkara, kepala dan dasarnya adalah beriman dengannya. Dan hal itu dengan iman dan keyakinan yang sempurna bahwa beliau adalah utusan Allah yang sebenarnya. Allah berfirman, Muhammad itu adalah utusan Allah (QS. al-Fath:29)” [10].

Lalu beliau memberi rincian penjelasan, yang ringkasnya sebagai berikut: Sesungguhnya risalahnya mencakup semua manusia, bangsa arab dan ajam (non arab)[11]. Bahkan risalahnya mencakup bangsa jin juga [12]. Beriman bahwa beliau adalah seorang hamba yang tidak disembah dan utusan yang tidak didustakan. Beriman bahwa beliau adalah penutup para nabi dan rasul [13], dan sesungguhnya kitabnya al-Qur`an adalah kitab terakhir yang diturunkan yang membenarkan atasnya, dan syari’atnya menasakh syari’at-syari’at sebelumnya [14]. Di antara kebenaran bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah: mencintai [15], membela, loyal , dan mengagungkannya [15] , dan setelah wafatnya adalah membela sunnahnya .

Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulallah serta keluarga dan sahabatnya.

Selesai ditulis di Riyadh, 14 Rajab 1432 H (16 Juni 2011).

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: www.thaybah.or.id / www.ukhuwahislamiah.com

Notes:

[1]. Sebagaimana hadist Ibnu Umar, Bukhari (8), Muslim (16)

[2]. Lihat HR. Muslim (149) dari Ubadah bin Shamit , tetang orang yang bersyahadat… dst dipersilahkan masuk lewat ke 8 pintu surga dari mana ia suka.

[3]. Sebagaimana hadist Ibnu Umar, Bukhari (25) dan Muslim (22)

[4]. Sebagaimana yang disebutkan syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz dalam kutaibnya ad Durrusu al Muhimmah li ‘Aammati al Ummah (Pelajaran yang Penting Untuk Segenap Ummat) tentang syarat-syarat La ilaha illallah.

[5]. Sebagaimana disebutkan Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah dalam Tsalatsatul Ushul

[6]. lihat QS an Nisa: 59

[7]. lihat QS an Najm: 3-4

[8]. Lihat QS al Hasyr: 7

[9]. Lihat QS al Ahzab 21

[10]. Lihat kutaib Haqiqatu Syahaadah anna Muhammadar Rasulullah, karangan syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad alu Syaikh hafidzahullah (hal 70)

[11]. lihat QS. al-A’raaf:158 dan HR. al-Bukhari (1/86) dan Muslim (521) dari Jabir bin Abdillah

[12]. lihat QS. al-Ahqaaf :29-32

[13]. Lihat QS. al-Ahzaab:40

[14]. Lihat QS. Ali Imran :85

[15]. Sesuai hadist Anas bin Malik, HR. Muslim (44 dan 70)

[16]. Lihat QS. al-A’raf:157

Categories: Aqidah, Manhaj Tag:

Sudahkah Kita Memahami Rukun Iman?

Juni 12, 2011 2 komentar

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Pendahuluan

Segala sesuatu memiliki rukun-rukun (pokok-pokok) yang mendasari hal tersebut. Begitu juga dengan keimanan, maka ia juga memiliki pokok-pokok yang menjadi asas atas bagian-bagiannya. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Allah dan rasulNya telah menjelaskan kepada kita bahwa rukun dari keimanan itu adalah: iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitabNya, para rasul, hari akhir dan iman pada takdir. Allah berfirman,

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi …” (Al Baqarah: 177).

Tentang takdir, Allah berfirman,

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Read more…

Categories: Aqidah, Manhaj Tag:, , , , ,

Empat Kaidah Memahami Kesyirikan

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Syirik adalah dosa yang paling besar dan paling berbahaya bagi manusia. Agar tidak jatuh didalamnya seorang muslim hendaknya berusaha mengetahuinya dan memahaminya dengan baik. Barangsiapa yang tidak tahu akan sesuatu akan terjatuh padanya. Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan memahami kaidah-kaidah dasarnya. Dengan mengetahui kaidah-kaidahnya maka mudah untuk membedakan suatu perbuatan termasuk kesyirikan atau bukan. Berikut kami ringkas tulisan seorang ulama besar, syaik Muhammad At Tamimi, yang berjudul al Qowaaidul Arba’ yang memaparkan kaidah memahami kesyirikan secara ringkas, jelas dan mengena.

Antara Tauhid dan Syirik

Manusia tidak diciptakan kecuali untuk beribadah kepadaNya dan memurnikan ibadah tersebut hanya semata untukNya. Allah berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-Dzariyaat: 56)

Pokok dari ibadah adalah tauhid [1]. Untuk itu hendaknya setiap muslim berusaha untuk menjaga ibadahnya jangan sampai bercampur kesyirikan. Ibadah yang bercampur dengan kesyirikan akan merusak ibadah tersebut bahkan akan menggugurkan amal pelakunya dan diancam kekal di neraka. Selain itu dosa syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni oleh Allah , sebagaimana firmanNya,

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An- Nisaa’: 48)

Read more…

Categories: Aqidah, Manhaj Tag:, , ,

Tiga Landasan Dasar bagi Seorang Muslim

Maret 15, 2011 1 komentar

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Berikut ini, kami meringkas pembahasan tentang tiga landasan pokok seorang muslim dari kitab Al Ushuulu ats Tsalaatsah oleh Syaikh Muhammad at Tamimi rahimahullah. Kami memberi beberapa tambahan penjelasan supaya lebih mudah difahami.

Empat Kewajiban Pokok seorang Muslim

Untuk menggapai keberhasilan dan kebahagiaan serta terhindar dari kerugian di dunia dan akhirat, wajib bagi seorang muslim untuk memperhatikan dan membekali dirinya dengan empat hal, yaitu :

1. Ilmu, ialah mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang benar.

2. Amal, ialah menerapkan ilmu.

3. Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu.

4. Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan berda’wah kepadanya. Read more…

Categories: Aqidah, Ilmu, Manhaj

Tauhid, Hak Allah atas HambaNya

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Berikut ini, kami meringkas pembahasan tentang masalah tauhid dari Kitabut Tauhid oleh Syaikh Muhammad at Tamimi rahimahullah. Kami memberi tambahan beberapa ayat dan penjelasan, supaya lebih mudah difahami.

Tauhid: Hak Allah atas HambaNya

Manusia tidak diciptakan kecuali semata-mata untuk beribadah kepadaNya, sebagaimana firmanNya dalam ayat yang masyhur,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz Dzaariyat: 56)

Oleh karena itu, hendaknya kita benar-benar memperhatikan perkara ini dan kita jadikan setiap langkah kehidupan kita semata-mata untukNya. Tidak akan sedih dan gelisah orang yang menjalani kehidupan di atas tauhid, bahkah ia akan menjadi orang yang paling tenang dan bahagia karena yakin terhadap Rabbnya. Di hari kiamat kelak, Allah menjanjikan baginya surga dan keselamatan dari neraka. Pada suatu hari Sahabat Muadz bin Jabal radhiyallah ‘ahu pernah berada di atas kendaraan bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, lalu beliau bersabda kepadanya,

يا معاذ، أتدري ما حق الله على العباد؟ وما حق العباد على الله؟، قلتُ: الله ورسوله أعلم، قال: فإنَّ حقَّ الله على العباد أن يعبدوه ولا يُشركوا به شيئًا، وحق العباد على الله ألا يعذب مَن لا يشرك به شيئًا

Wahai muadz, apakah kamu tahu apa hak Allah atas hambaNya dan hak hamba atas Allah? Muadz menjawab, Allah dan RasulNya lebih mengetahui. Lalu beliau bersabda, sesungguhnya hak Allah atas hambaNya adalah hendaknya mereka beribadah kepadaNya dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan hak hamba atas Allah adalah bahwa Allah tidak akan mengadzab siapa-siapa yang tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. [1]
Read more…

Categories: Aqidah, Manhaj Tag:, ,

Hukum Sihir dan Perdukunan

Februari 19, 2011 Tinggalkan Komentar

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya

Akhir-akhir ini marak bermunculan para dukun dan tukang ramal yang menjajakan kesesatannya di berbagai media massa baik koran, radio, website maupun televisi. Dengan dipoles sedemikian rupa mereka berhasil mengecoh orang-orang awam sehingga percaya dengan mereka. Bahkan kadang untuk menutupi kesesatan mereka memakai atribut-atribut islami. Tentu hal ini sangat berbahaya bagi aqidah kaum muslimin, yang mana kebayakan masih minim ilmu akan aqidah yang benar.

Tulisan kali ini akan menjelasakan sekilas beberapa masalah pokok tentang sihir dan perdukunan. Tulisan ini kami sarikan dari kutaib Risaalah fii Hukmis Sihri wal Kahaanah “Risalah tentang hukum sihir dan Perdukunan” oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah.

1. Hukum Sihir

Sihir adalah perbuatan kufur yang diharamkan oleh Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam surat al Baqarah,

Read more…

Categories: Aqidah Tag:, ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.