Beranda > Fiqih, Manhaj > Puasa-Puasa Sunnah

Puasa-Puasa Sunnah


{Bagian kedua dari 3 tulisan tentang puasa }

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang puasa, tulisan kali ini akan membahas seputar puasa-puasa sunnah. Kami hanya akan membahas secara ringkas setiap jenis puasa sunnah, yaitu dengan menyebutkan dalil yang mensyari’atkannya dan beberapa keterangan tambahan yang kami pandang perlu.

Pendahuluan

Di antara rahmat dan hikmah Allah adalah Dia menjadikan bagi amalan yang wajib apa-apa yang semisalnya dari amalah sunnah. Hal itu salah satunya untuk menutupi celah yang kurang yang mungkin saja terjadi saat mengamalkan amalan yang wajib tersebut [1]. Begitu pula dalam masalah puasa, selain disyari’atkannya puasa yang wajib (Puasa Ramadhan) disyariatkan pula puasa-puasa yang lainnya sebagai nafilah (hukumnya sunnah).

Puasa-Puasa yang Disunnahkan

1. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada hari apa saja. Sebagaimana sabda Nabi dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, puasa tiga hari disetiap bulan (seperti) puasa setahun penuh [2]. Rasulullah pernah memerintahkan untuk melaksanakannya pada 3 orang sabahat, yaitu Abu Hurairah [3], Abu Dzar [4], Abu Darda’ [5]. Paling utama dilakukan ditengah bulan (ayamul bidh, yaitu tanggal 13, 14, 15).

2. Puasa Senin dan Kamis

Rasulullah pernah memberikan alasan tentangnya, beliau bersabda, “…karena pada kedua hari itu diangkat amalan kepada Allah azza wa jalla, maka aku senang saat amalanku diangkat aku dalam kedaan puasa.” [6]

3. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” [7]

4. Puasa di Bulan Muharram

Berdasar sabda Rasulullah, Seutama-utama puasa setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram [8]. Yang paling ditekankan di tanggal ke-10 (Puasa Asyura), berdasar sabda Rasulullah,” Aku berharap pada Allah ia sebagai kafarah tahun sebelumnya.” [9] Kemudian tanggal ke-9, Rasulullah bersada, “Berpuasalah di hari ke Sembilan dan Sepuluh (Muharram) dan selisihilah orang Yahudi.” [10]

5. Puasa di Bulan Dzulhijjah

Yaitu puasa di awal bulan Dzulhijjah dari awal bulan sampai hari yang kesembilan. Yang paling ditekankan di tanggal 9 (Puasa Arafah) untuk selain orang yang berhaji. Rasulullah bersabda tentangnya,”Saya berharap kepada Allah hal itu menjadi kafarah tahun sebelum dan sesudahnya.” [11]

6. Puasa Sehari Buka Sehari

Ini adalah seutama-utama puasa sunnah. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma yang ringkasnya Rasulullah bersabda: “Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah selama dua hari”. Aku katakan lagi: “Sungguh aku mampu yang lebih dari itu”. Beliau berkata: “Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah sehari, yang demikian itu adalah puasa Nabi Allah Daud ‘alaihi salam yang merupakan puasa yang paling utama”. Aku katakan lagi: “Sungguh aku mampu yang lebih dari itu”. Maka beliau bersabda: “Tidak ada puasa yang lebih utama dari itu”. [12]

Dimakruhkan Puasa

1. Mengkhususkan Bulan Rajab

Karena hal itu merupakan syi’ar Jahiliyah. Ibnu Hajar memiliki risalah yang bagus tentang hal ini, yaitu Tabyiin al Ajb fii ma warada fii Fadhli Rajab

2. Mengkhususkan Hari Jum’at

Rasulullah bersabda,”Jjanganlah kalian puasa hari Jum’at kecuali kalian puasa sehari sebelum atau sesudahnya.” [13]

3. Mengkhususkan Hari Sabtu

Berdasarkan hadist, ” Janganlah puasa di hari sabtu kecuali yang diwajibkan atas kalian.” [14] Adapun jika disambung dengan Ahad atau didahului puasa di hari jum’at, maka tidak mengapa.

4. Puasa di Hari yang Diragukan

Yaitu hari ke 30 di bulan Sya’ban. Rasulullah bersabda,” Barangsiapa berpuasa di hari yang diragukan maka telah bermaksiat terhadap Abu Qasim.” [15] Dan juga berdasar sabda beliau, “Jangan mendahului ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali seseroang yang terbiasa puasa maka tidak mengapa ia puasa.” [16]

Dilarang Puasa

1. Saat ‘Iedain (Dua Hari Raya)

Berdasar hadist, rasulullah melarang puasa di dua hari raya, iedul Fithri dan Iedul Adha [17]

2. Saat Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)

Karena hari tasyrik adalah hari makan dan minum. Rasulullah bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan dan minum serta dzikir kepada Allah azza wa jalla.” [18]

Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan para sahabatnya.

Tulisan ini banyak mengambil faedah dari kitab Syarhul Mumti’, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

Selesai ditulis di Riyadh, 15 Jumadil Akhir 1432 H (18 Mei 2011)

Abu Zakariya Sutrisno

Artikel: http://www.thaybah.or.id / http://www.ukhuwahislamiah.com

Notes:

1. Kalimat ini kami nukil dari perkataan Syaikh Utsaimin (Syarhul Mumti’, 6/457)

2. Bukhari (1979), Muslim (1159)

3. Bukhari (1178), Muslim (721)

4. Imam Ahmad( 5/173), Nasa’i(4/217), Dishahihkan Ibnu Kuzaimah(2128)

5. Muslim(722)

6. Ahmad (5/200,204,208), Abu Dawud (2436), Tirmidzi (747), Nasa’i(4/201) dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu. Dishahihkan Tirmidzi, Mundziri dalam Mukhtashor Sunan(3/320), Albani dalam Irwa’ (103/4)

7. HR. Muslim (1164) dari Abu Ayyub Al Anshari radhiyallahu ‘anhu

8. Muslim(1163) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

9. Muslim (1162), dari Abu Qatadah

10. Riwayat Abdurrazaq(2839), Baihaqy (4/287). Dishahihkan syaikh Albani dalam Ta’liiq ‘ala ibni Khuzaimah

11. Muslim (1162), dari Abu Qatadah

12. HR. Bukhari (3418) dan Muslim (1159)

13. Bukhari (1985), Muslim(1144) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

14. Ahmad (6/368), Abu Dawud (2421), Tirmidzi (744), Nasa’I di al Kubra (2773), Ibnu Majah (1726)

15. Diriwayatkan Bukhari secara muallaq (2334), Tirmidzi (686), Nasa’i(4/153), Ibnu Majah (1645), Dishahihkan Ibnu Khuzaimah (1914) dan Ibnu Hibban (3585)

16. Bukhari (1914), Muslim(1082) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

17. Bukhari (1993), Muslim(1138) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

18. Muslim (1141) dari Nabisyah al Hadzliy radhiyallahu ‘anhu

About these ads
  1. Juli 20, 2011 pukul 12:24 am | #1

    puasa sunah banyak juga ya macamnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: