Beranda > Nasehat > Buletin “Shoutul Jihad” Titisan Khawarij Menghidupkan Bid’ah Mengusung Kesesatan

Buletin “Shoutul Jihad” Titisan Khawarij Menghidupkan Bid’ah Mengusung Kesesatan

Mei 28, 2008

Oleh : Abdurrahman bin Thoyib As-Salafi

Jihad merupakan ibadah yang disyariatkan dan bahkan puncak Islam yang tertinggi. Namun tidaklah setiap orang yang meneriakkan shoutul jihad (suara jihad), bisa kita benarkan, sebagaimana tidak setiap orang yang menebarkan shalawat bisa kita terima. Berapa banyak orang yang melantunkan shalawat, tapi bukan shalawat yang disyariatkan atau yang tidak ada dalilnya dari al-Qur’an maupun hadits yang shahih serta amalan para sahabat radhiayallahu’anhum, seperti shalawat Burdah, Nariyah, Badariyah dan lain-lain.

Demikian pula, berapa banyak di zaman ini orang-orang yang meneriakkan jihad bukan di atas ilmu dan landasan dari metode Rasulullah ` serta para sahabatnya. Bukan jihadnya yang kita ingkari, tapi caranya yang tidak sejalan dengan metode Rasulullah ` serta para sahabatnya. Bahkan tidaklah mereka mengikuti kecuali metode kelompok Khawarij yang gemar mengkafirkan kaum muslimin. Pengkafiran terhadap kaum muslimin tanpa dasar yang benar, merupakan ciri yang sangat jelas pada diri Khawarij di setiap zaman.

Al-Baghdadi berkata : “Tidak ada satu pun dari kelompok-kelompok ahli bid’ah melainkan sebagian mereka mengkafirkan sebagian yang lain serta memusuhinya, seperti Khawarij, Rafidhah, dan Qadariyah. Sampai-sampai jika ada tujuh orang dari mereka bertemu di suatu majelis, mereka berpisah dan sebagiannya mengkafirkan sebagian yang lain”.[1]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Kebanyakan ahli bid’ah seperti Khawarij, Rafidhah, Qadariyah, Jahmiyah dan Mumatstsilah (Kelompok yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), mereka meyakini suatu aqidah yang sesat, namun mereka menyangka itu benar dan mereka pun mengkafirkan orang yang menyelisihi mereka”.[2]

Imam Abu Abdillah Al-Qurthubi menukil perkataan Al-Qusyairi : “Madzhabnya Khawarij adalah barangsiapa yang mengambil uang suap dan berhukum dengan selain hukum Allah, maka dia kafir”.[3]

Al-Jashshash berkata : “Khawarij telah menakwilkan ayat ini (QS.Al-Maidah : 44) untuk mengkafirkan orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah, meski tanpa adanya pengingkaran”.[4]

Imam Al-‘Allamah Abu Muzhoffar As-Sam’ani berkata : “Ketahuilah, bahwa Khawarij berdalil dengan ayat ini (Surat Al-Maidah ayat 44) untuk mengatakan : Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka dia kafir. Tapi Ahlussunnah berkata : Dia tidak kafir dengan hanya meninggalkan hukum (Allah)”.[5]

Imam Al-Qodhi Abu Ya’la berkata : “Khawarij berhujjah dengan firman Allah :

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [QS.Al-Maidah : 44]. Dzohirnya dalil mereka ini mengharuskan pengkafiran para pemimpin yang dzolim, dan ini adalah perkataan Khawarij. Padahal yang dimaksud oleh ayat ini adalah orang-orang yahudi’[6].

Abu Hayyan berkata: “Khawarij berdalil dengan ayat ini untuk menyatakan bahwa orang yang berbuat maksiat kepada Allah itu kafir. Mereka mengatakan : Ayat ini adalah nash pada setiap orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah, bahwa dia itu kafir”.[7]

Inilah bukti-bukti bahwa Shoutul Jihad merupakan corong Khawarij yang gemar mengkafirkan kaum muslimin tanpa dasar :

1- Pada edisi 92 Rajab 1428 H, Shoutul Jihad berkata : “Sesungguhnya para pengikut jaamiyah[8] dan madkholiyah[9] serta orang-orang yang berjalan diatas manhaj mereka sebenarnya mereka tidak lain hanyalah kelompok sesat dan murtad…”.

2- Dalam Temanya “Pemilu (Berloyalitas Terhadap Kaum Musyrikin)”, Shoutul Jihad berkata : “Bila saja orang yang mengikuti apa yang membuat murka Allah telah divonis murtad oleh-Nya[10], maka apa gerangan dengan banyak orang sekarang dimana sang atasan membuat undang-undang yang kafir terus si bawahan melaksanakannya dan mengatakan kepada masyarakat “Kami hanya menjalankan tugas”. Bila orang yang taat dalam sebagian kekafiran Allah menvonisnya murtad, maka apa gerangan dengan RT/RW, Lurah, Camat, dan pejabat pemerintah lainnya, yang menyatakan kepada Thaghut atasannya “Kami akan laksanakan semua aturan”……Seperti orang yang ingin membuat lembaga yang diakui thaghut, sedangkan thaghut mensyaratkan adanya mata pelajaran falsafah syirik (mis.PPKN) lalu mereka menerima syarat itu, maka hukumnya sama saja”.

3- Shoutul Jihad juga mengatakan dalam edisi di atas : “Orang yang di hadapan thaghut menampakkan sikap setuju terhadap kekafiran dengan alasan basa-basi atau takut atau ingin dunia, maka dia kafir (kecuali bila diancam bunuh) meskipun meyakini bathilnya hal itu, membencinya, dan membenci para pelakunya serta cinta dengan tauhid dan para muwahhidin…”

4- Pada edisi Muharram 1429, Shoutul Jihad berkata ketika mentafsirkan surat Al-Maidah ayat 44 : “Ayat suci ini merupakan nash tentang kafirnya barangsiapa berpaling dari hukum Allah dan Rasul-Nya kepada selainnya…”.

Bantahan atas kesesatan :

1-Para pembaca yang budiman, sungguh jelas apa yang dikatakan oleh para ulama tentang ciri Khawarij yang ada pada diri Shoutul Jihad, mereka gemar mengkafirkan dan menvonis kaum muslimin murtad dengan hawa nafsu dan akal picik mereka, tanpa berdasarkan bimbingan ulama Ahlussunnah. Marilah kita simak bersama sikap dan ucapan ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam masalah ini, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa. (QS.Al-An’aam : 55) :

a- Imam Al-Qurthubi berkata : “Masalah takfir (pengkafiran) adalah masalah yang berbahaya. Kebanyakan orang terjerumus ke dalamnya, hingga mereka pun berjatuhan. Adapun para ulama mereka berhati-hati, maka mereka pun selamat, dan tidak ada yang menandingi keselamatan”.[11]

b- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Tidak boleh bagi seseorang untuk mengkafirkan seorang muslim, meski dia berbuat kesalahan dan kekeliruan hingga ditegakkan hujjah atasnya, serta dijelaskan baginya keterangan. Barangsiapa yang telah tetap keislamannya secara yakin, maka hal itu tidak bisa hilang darinya dengan keraguan, bahkan tidak akan sirna melainkan setelah ditegakkannya hujjah dan dihilangkan syubhat darinya…”.[12]

c- Beliau juga berkata : “Oleh karena itu, aku pernah berkata kepada kelompok Jahmiyah yang menyakini wihdatul wujud (bersatunya Allah dengan makhluk-Nya) dan menolak bahwa Allah bersemayam di atas ‘arsy ketika terjadinya fitnah mereka : “Seandainya aku menyetujui kalian, maka aku kafir, karena aku tahu bahwa ucapan kalian adalah kufur, dan kalian menurutku tidak kafir karena kalian adalah orang-orang bodoh”.[13]

d- Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : “Jika kita tidak mengkafirkan orang yang menyembah berhala yang ada di atas kuburan Ahmad Badawi, dikarenakan kebodohan mereka dan tidak adanya orang yang mengingatkan mereka, maka bagaimana mungkin kita mengkafirkan orang yang tidak berbuat syirik, hanya karena dia tidak bergabung dengan kita”.[14]

e- Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi berkata dalam “Syarhu Al-Aqidah Ath-Thohawiyah” hal. 323-324 : “Disini wajib untuk kita berpikir (secara cemerlang), bahwa berhukum dengan selain hukum Allah terkadang bisa menjadi kufur yang mengeluarkan dari Islam, dan terkadang bisa menjadi maksiat besar atau kecil atau bisa jadi kufur majazi (kiasan) atau kufur kecil, yang demikian itu sesuai dengan keadaan hakim.

- Bila dia meyakini, bahwa berhukum dengan selain hukum Allah itu tidak wajib dan bahwa dia diberi kebebasan (untuk berhukum dengannya atau tidak –pent) atau dia menghina hukum Allah, bersamaan dengan keyakinannya bahwa itu adalah hukum Allah maka ini adalah kufur besar.

- Bila dia meyakini wajibnya berhukum dengan hukum Allah, tapi dia berpaling darinya, bersamaan dengan pengakuannya bahwa dia berhak untuk mendapat sanksi, maka orang ini telah berbuat maksiat dan ini dinamakan dengan kufur majazi (kiasan) atau kufur kecil.

- Dan jika dia tidak mengetahui hukum Allah dalam permasalahan tersebut, padahal dia sudah mengerahkan daya upayanya untuk mengetahui hukum Allah dan dia pun salah. Orang ini dianggap (mujtahid) yang salah, baginya satu pahala dan kesalahannya itu diampuni.”[15]

2- Yang lebih aneh dari semua yang di atas adalah ketidaksadaran Shoutul Jihad bahwa dia telah mengkafirkan dan memurtadkan dirinya sendiri, dikarenakan dia telah berhukum dengan selain hukum Allah atau hukum thaghut, buktinya dia mencantumkan Akte pendirian yayasannya YAYASAN TAFAQQUH FIDDIN No.01/07/Nov/2006 Agus Rahmat S.H. Notaris SK.Menkum & Ham R.I. No.C-583HT.03.01-Th 2002. Bukankah Menkum &Ham kalian vonis sebagai hukum thaghut dan ajaran syirik ?? Dan Shoutul Jihad sendiri mengatakan : “Kebencian terhadap sistem syirik dan para pelakunya serta kecintaannya terhadap tauhid dan kaum muwahhidin tidaklah berarti, bila dia mengikuti ajaran syirik tersebut”. Sadarlah dan kembalilah kepada manhaj salaf serta para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah !!

3- Jika kalian telah menganggap negeri ini kafir dan syirik mulai dari presiden sampai RT/RW nya, maka mengapa kalian tidak berhijrah dari Indonesia ?! Bukankah Nabi ` bersabda :Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal diantara orang-orang musyrikin”. (HSR.Abu Daud dan Tirmidzi)

Silahkan kalian berhijrah dari negeri ini ?! Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban.

4- Selayaknya Shoutul Jihad selalu ingat akan sabda Nabi ` yang telah mencela dan mengingkari Khawarij dengan keras, beliau bersabda :

الْخَوَارِجُ كِلابُ النَّارِ

Khawarij adalah anjing-anjing neraka.[16] (HSR.Ibnu Majah)

Semoga Allah menghidupkan dan mewafatkan kita di atas sunnah Rasulullah ` dan metode para sahabat radhiayallahu’anhum serta yang mengikuti mereka dengan baik. Amin


[1] Al-Farqu Baina Al-Firaq hal.361oleh Al-Khathib Al-Baghdaadi.

[2] Majmu’ Al-Fatawa 12/366-367 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

[3] Al-Jami’ Li Ahkam Al- Qur’an 6/191 oleh Imam Al-Qurthubi.

[4] Ahkam Al-Qur’an 2/534 oleh Ibnu Al-‘Arabi.

[5] Tafsir Abi Muzhoffar As-Sam’ani 2/42.

[6] Masaaailil Iman 340-341.

[7] Al-Bahrul Muhith 3/493 oleh Abu Hayyan.

[8] Yang mereka maksud adalah Syaikh DR.Muhammad Aman bin ‘Ali Al-Jaami ,,. Beliau dahulu termasuk salah seorang dosen di universitas Islam di Madinah-Arab Saudi dan beliau merupakan salah satu ulama Dakwah Salafiyah yang sangat antusias dalam menegakkan tauhid dan memberantas syirik, serta menghidupkan sunnah dan membasmi bid’ah. Beliau memiliki karangan-karangan ilmiah yang merupakan saksi hidup akan keselamatan dan kebenaran aqidah beliau, diantaranya : Majmu’ Rasaail Al-Jaami Fii Al-‘Aqidah Wa As-Sunnah (kumpulan risalah Syaikh Al-Jaami tentang aqidah dan sunnah), Haqiqatu Asy-Syuura Fii Al-Islam (Hakekat musyawarah dalam Islam) dan Haqiqatu Ad-Diimaqraathiyah Wa Annaha Laisat Minal Islam (Hakekat Demokrasi, dan dia bukan dari Islam).

[9] Yang mereka maksud adalah Syaikh DR.Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali –hafidzahullahu-. Beliau juga dahulunya salah seorang dosen di universitas Islam di Madinah-Arab Saudi. Beliau merupakan salah satu ulama Dakwah Salafiyah yang sangat berjasa dalam menyingkap kesesatan Sayyid Quthub, yang telah banyak menyimpang aqidahnya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, diantaranya : celaannya terhadap Nabi Musa p, serta caci makinya kepada sebagian para sahabat Nabi ` terutama Utsman bin ‘Affana, keyakinannya bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, keyakinan wihdatul wujud (bersatunya Allah dengan makhluk-Nya) dan lain-lain. (Lihat Majalah Adz-Dzakhirah edisi 24 rubrik “Hakekat yang tersembunyi”). Inilah diantara kesesatan “Shoutul Jihad”, mereka mencela Syaikh Rabi’ yang berjuang dalam membela para sahabat radhiayallahu’anhum,, tapi justru mereka membela Sayyid Quthub yang mencaci maki para sahabat radhiayallahu’anhum. Inna Lillahi wa Inna ‘Ilaihi Raaji’un, kemanakah hilangnya akal mereka ?!

[10] Ini hanya prasangka atau pemahaman mereka saja yang menyelisihi pemahaman para ulama Ahlussunnah.

[11] Al-Mufhim 3/111 oleh Al-Qurthubi.

[12] Majmu’ Al-Fatawa 12/468 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

[13] Ar-Raddu ‘Ala Al-Bakri hal.46 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

[14] Minhaju Ahlu Al-Haq Wa Al-Ittiba’ hal.56 oleh Syaikh Ibnu Sahman.

[15] Inilah yang diyakini oleh ulama salaf Ahlussunnah wal Jama’ah dari dahulu hingga sekarang, yaitu memperinci hukum bagi orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah. Bukan seperti Khawarij yang langsung memvonis kafir dan murtad, tanpa perincian dan ilmu.

[16] Hadits ini kita bawakan bukan bermakna kita menvonis mereka secara individu sebagai penghuni neraka, namun tujuannya agar mereka berhati-hati dari metode Khawarij. Wallahu A’lam.

About these ads
Kategori:Nasehat
  1. galih bin muhammad yusuf
    Mei 28, 2008 pukul 3:06 pm

    Sudah tidak samar lagi dimata kami bahwa Shoutul Jihad merupakan penyambung lidah kaum Khawarij.
    Tidak ada yang membenci dakwah asy-Syaikh Aman al-Jaami dan asy-Syaikh Rabi bin Hadi al-Madkhali melainkan Syiah Rafidhah dan Khwawarij beserta “anak cucunya”.

  2. ITS Surabaya
    Juni 29, 2008 pukul 2:01 pm

    Sudah tidak ragu lagi dan lagi di mata ana bahwa selama ini sekelompok orang yang mengaku pengikut “salafi” merupakan penyambung bahkan penjilat Thoqut. (Naudzubillah). “Al Quran yang memberi petunjuk dan pedang yang memberi pertolongan”
    Gerakan Jihadiyah FTSP ITS Surabaya

    Abu ja’far:

    luh kuk gitu tanggapannya, mas kita harus berlaku ilmiah dalam agama jadi semuanya jangan asal pedang2. Semoga Allah menunjuki jalan yang lurus Amin. ” Al Qur’an dan Sunnah ‘ala fahmi Salaf menjadi petunjuk dan Allah menjadi penolong” semoga bermanfaat.

  3. Juli 1, 2008 pukul 3:13 am

    assalamualikum wr wb
    permisi saya hendak ikut nimbrung.
    menanggapi mas “ITS SURABAYA”
    saya kok kurang berkenan dan tidak sependapat dengan pernyataan mas, memang shohih apa yang telah dikatakan akhuna abu ja’far diatas, didalam beragama seharusnya kita mempunyai ilmu dahulu sebelum berbicara dan beramal jadi jangan asal berkomentar tanpa ilmu…itulah selama ini faktanya yang akan menghancurkan islam dari dalam.

    maaf jika tidak berkenan!!!

  4. Juli 3, 2008 pukul 1:26 pm

    FTSP…???

    Fakultas saya tuh… Wah ada yang jihad ya di FTSP???

    Didit Fitriawan

    http://fitrahfitri.wordpress.com

  5. September 3, 2008 pukul 10:03 am

    ingin klarifikasi !
    1. apakah “shoutul jihad” sudah menjelaskan/iqomatul hujjah bahkan sd kasyful syubhah kapada yang dikafirkan ? kalu belum sebaiknya dilaksanakan.
    2. apakah penghujjah ” shoutul jihad ” ini sudah klarifikasi langsung keorangnya/penulisnya serta dialog apa maksudnya,
    3. kenapa penghujjat hanya menampilkan kalimat-kalimat tertentu dan tak menyertakan alasan & hujjah shoutul jihad ?
    4. Bukankah dalam takfir juga terjadi ikhtilaf ? namun berhati-hati juga lebih baik, supaya lebih kondusif suasana dialogis dan dakwah.
    5. Tidak mengkafirkan kafir musykilah ( kafir juga ) namun berbeda cara ta’amulnya, perlu ketegasan dalam aqidah namun perlu memelihara hubungan sesama muslimin dan bahu membahu adalah wajib, saling menjatuhkan dan menvonis hanya memperuncing masalah ummat.

    Admin’s answer:
    Barakallahu Fiyka…

    1. Antum tanya pada sang empunya buletin Shutul Jihad saja mas. Kok tanya’nya ke kita…???
    2. Tulisan Shoutul Jihad telah mencerminkan makna yang gamblang, tabayyun-pun telah lama dilakukan. lantas apa mas yang ingin diklarifikasi lagi…???
    3. Lho hujjah Shoutul Jihad itu terlalu lemah untuk dibantah, sehingga cukup kalimat itu yang disampaikan.
    4. Antum benar akhi…lantas apa antum tidak melihat betapa membabi buta-nya shoutul Jihad dalam mengkafirkan muslim…??? Terus interupsi antum no. 4 ini ditujukan pada kami atau mereka (Shoutul Jihad)…???
    5. Kalo antum berbicara masalah ini, maka hadapkan pada Shoutul Jihad mas…jangan pada kami…!

    Terima kasih ya atas klarifikasinya…

  6. Abu Usamah
    Maret 5, 2009 pukul 7:09 pm

    Kami menerima segala masukan dari ikwan2,yang telah mengkaji buletin kami.Kami juga menghargai jerih payah mereka yang telah mengorbankan fikiran dan waktu untuk mempelajari tiap edisi dari buletin SJ.
    Untuk lebih menghidupkan suasana da’wah Islam, bagi ikwan2 yang punya unek2,pertanyaan,curhat,kritikan,atau yang lainnya
    bisa berhubungan dengan kami melalui sms atau nelpon langsung di no —+++edoted by admin+++—
    InsyaAllah kami akan menjawab semampu ilmu kami,yaa tentunya ada ustad yang membimbing kami dan juga dengan dalil yang bisa di pertanggung jawabkan.Kita sama2 belajar.
    Mudah2an dengan ini kita mendapat Ridho dari Allah SWT,karena dengan hanya mengharap Ridho-Nya dan keikhlasan
    niat kita,kita bisa selamat dunia akhirat.Amiiin
    Dan juga kita selalu memohon petunjuk kepada Allah azza wa jalla,untuk bisa membedakan mana yang Haq dan mana yang Bathil.Karena kalau dengan hanya menggandalkan keilmuan dan sifat keegoisan kita tanpa hidayah,tentu Allah SWT tidak akan memberikan petunjuk pada kita.Wallahua’lam bi showab

  7. abu syakir
    Maret 19, 2009 pukul 7:38 am

    bagi pengelola blog ini, kalo antum memang benar-benar ilmiah atau ikhwah lainnya yg tidak setuju dengan buletin shoutul jihad, apakah antum semua bersedia dialog dg Ust Aman Abdurrahman.
    Hujjah dengan hujjah, dalil dengan dalil, dengan ilmiah.
    Jangan bisanya mengatakan khawarij tapi diajak dialog tidak mau hanya dengan alasan-alasan yang sangat tidak ilmiah.
    Ayo kita amalkan QS. An-Nisa: 59 kalo antum semua memang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.


    Admin’s say:

    Barakallahu Fiyka…
    Insya Allah telah terang sebuah hujjah dan insya Allah penulis tulisan tersebut al ustadz ‘Abdurrahman Thayyib. Lc. telah memberikan kejelasan kepada kita perihal itu. Tidaklah perlu untuk tabayyun, dikarenakan hujjah dari shoutul jihad telah terang dan nyata…

  8. jenggot
    Maret 29, 2009 pukul 3:51 am

    saya ini orang awam saya melihat dari komentar2 antum semua kok kurang jelas. sesama islam itu kan saudara itu ada ajakan dari saudara abu usamah untuk pertemuan alangkah baik nya di tanggapi dong di pertemukan biar MUI.

  9. jenggot
    Maret 29, 2009 pukul 4:07 am

    ooh iya kan islam itu tegak dengan hujjah dan tabayyun itu sifat salafusholeh.

  10. XXXX
    April 2, 2009 pukul 10:46 pm

    hehe..utk mas admin, baca tafsir thobari al maidah 44.

  11. abu zahidah
    April 5, 2009 pukul 11:04 pm

    bisanya lempar batu sembunyi tangan, wahai akhi semuanya gak usah ribut ngajak dialog para pengaku salaf, toh kita semua tahu mereka tidak bakalan mau dengan berbagai alasan yang mengada-ada, sudah berkali2 ini terjadi,apalagi yang namanya ustad Ba’abduh tuh….orang awam pun tahu mereka ulama sulthon

    Admin’s Answer:
    tidak akhi, dialog tetap akan bisa kalian temui selagi itu di atas ilmu. Tetapi jika yang dibicarakan adalah kebenaran yang telah jelas, maka agama ini bukan untuk diperdebatkan…
    barakallahu fiyka…

  12. abu zahidah
    April 5, 2009 pukul 11:05 pm

    sebelum di hapus coment nya saya ucapkan terima kasih admin

  13. April 20, 2009 pukul 9:53 am

    Demi Allah Ta’la…saya berharap dan berdoa kepada Allah Ta’ala semoga pemikiran takfir ala Khawarij dan semisalnya seperti keberadaan Buletin Shoutul Jihad, musnah dari bumi Allah Ta’ala ini!
    Ya Allah…Lindungilah saya dan kaum muslimin dari kejahatan, kejahilan dan kesesatan pemikiran khwarij.

  14. Mei 19, 2009 pukul 2:11 pm

    Assalamualaikum. Sekedar menulis reflek diri yang muncul setelah membaca artikel dan komentar di blog ini: tersenyum dan geleng-geleng kepala. Maaf, menurut hemat saya, jika kita mau lebih bijaksana dalam ber-Islam, alangkah baiknya jika stigma yang dilontarkan Shautul Jihad lebih diklarifikasi dengan mengungkapkan dimanakah letak kebenaran dari dari sesuatu yang di anggap salah oleh shautul Jihad. Lalu, pengungkapan, bahwa buruk men-stigma tanpa objektifitas. So, bukan dengan emosi. Karena, jujur, semua kelompok muslim adalah baik. Saya pernah ikut kajian Abu Bakar Ba’asyir, semangat keislaman beliau patut diacungi jempol. Saya juga dari kevil hidup dilingkungan nahdiyin. Kuliah-pun, dekat juga dengan teman-teman HTI, JIL, dsb. Semuanya baik dan relatif benar. Sehingga, justifikasi Shautul Jihad Khawarid bukankah juga berarti …..????

    Admin’ answer:
    Wa’alaikumussalam warahmatullah.
    belajar islam yang benar dulu mas…baru komentar di sini ya… :)
    semoga kita sama – sama dimudahkan Allah dalam menggapai jalan mulia ini.

  15. Abu Ubaidah
    Mei 27, 2009 pukul 7:19 am

    begitulah karakter dakwah “salafi”/ngaku aja loe tapi ahlak dan kelakuannya tidak mencerminkan ahlak ulama salaf, apa setiap firqah pengunsung jihad dan mengkafirkan pemerintah murtad dikatakan khawarij, sekarang zaman jihad dan pemerintah yang tidak berhukum dengan syariat islam ya memang kafir dan kita harus mengkafirkannya, thogut RI bukan saja tidak berhukum dengan syariat Allah tapi mereka merubah hukum Allah, apa masih dikatakan muslim, katanya pengikut salaf, Ibnu Taimiyah mengkafirkan Ahmad holako, apa beliau dikatakan khawarij?!!!Jawab antek thogut!!! justru pada manhaj kalian teradapat manhaj khawarijnya, berlebihan pada kaum muslimin, diluar kalian sesat padahal kalianlah yang sesat, kaki tangan thogut, jadi SALAFI : ADALAH AJARAN SESAT YANG DIBUNGKUS DENGAN GAYA ILMIAH.!!! Allahu AKbar

    Admin’s menjawab:
    Barakallahu fiykum, akhi…
    antum belajar dulu apa itu yang disebut dengan negara muslim / negara islam. Baca bagaimana para ulama salaf menjelaskan mengenai negara islam. Baca apa yang dijelaskan oleh Imam Ahmad dalam menjelaskan tentang negara islam di dalam kitab – kitab beliau. Nah baru…antum boleh berkomentar di sini…
    Nash’alullaha al ‘afiyat atas tuduhan antum… semoga tidak demikian.

  16. gatot
    Mei 30, 2009 pukul 4:06 am

    Begini saja,
    Pertemukan Abdurrahman Thoyyib+Mubarok Bamuallim+Aunur Rofiq dengan Fahim + Aman Abdurrahman + Khalid Besymeleh.
    Ada panelis
    Konsekwensi logisnya
    Kita cari mana yang benar, kalau yang benar kelompok Mubarok Cs, kelompok Aman Abdurrahman Cs harus ikut kelompok Mubarok Cs yang dianggap benar.
    Bila Kelompok Aman Abdurrahman Cs benar, maka kelompok Mubarok Cs harus ikut kelompok Aman Abdurrahman yang dianggap benar.
    Fair kan?
    Tentukan tempatnya,
    Di Masjid Al Ihsan Sidotopo ? Silahkan . . .
    Di Markas Salafy ? Silahkan . . .
    Atau di tempat netral ? Silahkan
    Dan harus direcord/direkam baik CD/VCD.
    Sehingga dikemudian hari tidak ada pemutar balikkan fakta. Dan jangan lupa jangan sampai ketinggalan Moderator/Panelis . . . Biar Fair.

    Admin’s:
    Agama tidak untuk diperdebatkan akhi. Sungguh kebenaran telah jelas bagaikan matahari di siang hari.

  17. Abu Ubaidah
    Mei 30, 2009 pukul 7:42 am

    Negara Islam cirinya antara lain : pemimpinnya orang islam, hukum yang berlaku adalah hukum islam, apa di Indonesia berlaku hukum islam??/hukum yang berlaku adlh hukum KAFIIIIIRRRRR WARISAN BELANDA RATU YULIANA , APA MAU HIDUP HINA DIBAWAH KETIAK ORANG KAFIR????
    kepada salafi agar belajar dan kembali kemanhaj yang benar, ad-dakwah wal jihad….

  18. gatot
    Juni 1, 2009 pukul 3:06 am

    Antum menyalahkan orang – orang yang yang tidak sefaham dengan antum.
    kalau kedua kubu tidak dapat bertemu pendapatnya, lantas apa yang harus antum lakukan ?
    Meminta orang yang berseberangan dengan antum untuk mengikuti antum ?
    sedangkan orang yang berseberangan dengan antum menganggap pendapatnya benar, kemudian antum diminta untuk mengikuti orang yang berseberangan dengan antum, antum mau…?
    Islam memang sudah benar dan jelas !
    tapi cara memahami Al Islam itulah yang membuat perbedaan. Dan itu perlu disatukan agar potensi ummat Islam bisa menjadi satu kekuatan yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam

  19. orang salafiy
    Juni 20, 2009 pukul 5:06 am

    alah gombal saja tulisan ini,.,. terhadap orang islam sendiri sangat keras,.,. tpi pada hukum thogut negara kafir ini sangat membela,.,. ganti saja nama kalian menjadi anshor thogut,.,.,.,.,. tulisan apa ini,.,. semua dalilx perkataan ulama,., tidak ada perkataan nabi atopun al qur’an,.,. pa nabi kalian sudah diganti sama ulama’ apa tuhan kalian sudah di ganti oleh amir thogut,.,.,. klo mau ngajarin taklid jangan terang2an,.,.,.,. di ajak debat juga gak mau,.,. apakah itu akhlaq salafiy,.,. iya,., tpi salafiy irji’,.,., sampaikan kepada ulama’ kalian,.,.,. klo mau jadi penjilat negara kafir ini,., jangan pengaruhi ummat islam,.,., syriat islam itu menyuruh kita berdebat untuk mempertemukan 2 pendapat yang berbeda,.,.,. wahai penjilat panta thogut,,,,, siapalah nama kalian terserah,.,. kalian lah yang khowarij,.,

    Admin’s answer :
    akhi, barakallahu fiykum…
    tidak demikian kita diajarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama pewaris ilmu nabi dalam memberikan sanggahan ilmiyyah terhadap suatu hujjah. Tidak demikian pula akhlak seorang penuntut ilmu dalam memberikan ajakan debat kepada saudaranya.
    Dan debat-pun memiliki kaedah yang itu tidak sedemikian mudah sebagaimana apa yang antum mau. Para ulama’ telah banyak menjelaskan di dalam kitab2 mereka.
    tuduhan antum kepada kami, semoga hanya Allah saja yang tahu tentang ini ya akhi…hati2lah dengan tuduhan tak berdasar, karena bisa jadi itu akan kembali kepada diri yang menuduh…
    barakallahu fiykum akhi…

  20. ba'bduh
    Juni 21, 2009 pukul 12:41 am

    oy kenapa,.,. memang ini tulisan beasas banci di ketiak thogut ya,.,.,.,. uda puas jilat pantat thogut,.,.,.,.,., hanya orang kafir yang membela thogut

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: