• KOMENTAR

  • ARSIP TULISAN

  • Meta

  • KOMENTAR SPAM

  • PAPAN INFO

    Kajian Rutin Ma'had Assunnah

    Sabtu:

    09.30-11.30 Hadist Arbain Fii Manhaj Salaf, untaian hadist pokok Islam

    Oleh Ust. Chusnul Yaqin

    12.15- 14.00 At Tauhid, Kaidah hidup bertauhid,

    Oleh Ust.Ridwan Abdul Aziz

    Minggu:

    08.30- 10.00 Taysirrul Allam, Panduan Fiqih dalam Islam

    Oleh Ust. M. Nur Yasin

    10.00-11.30 Hadist Arbain An-Nawawi, Khasanah ilmu-ilmu Islam

    Oleh Ust. Abdurrahman Thayyib,Lc

    Tempat: Masjid A. Yani, Depan PENS ITS CP: Ikhwan: 085 645 301501

    By. Divisi Ma'had FSMS
  • RSS MUSLIM.OR.ID

  • RSS MUSLIMAH.OR.ID

  • MUSLIM’S

    Sobat Mudah

    SMART TELECOM ACCES

    Klik! untuk mampir ke blog kami

  • Saudariku, ada surga di rumahmu…

    Sungguh merupakan musibah besar yang melanda umat Islam tatkala kaum muslimah keluar dari rumahnya dalam keadaan berpakaian tetapi telanjang. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa perempuan-perempuan semacam itu tidak akan mencium bau surga. Beliau bersabda, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya…(salah satunya) para wanita yang berpakaian tapi telanjang dan berlenggak-lenggok. Rambut kepala mereka seperti punuk unta, mereka itu tidak akan mendapatkan baunya surga padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”(HR.Muslim). Saudariku, kalau engkau masih mau mendengar nasihat Nabimu maka kenakanlah jilbabmu dengan benar saat kau keluar rumah!

    Mengekor barat

    Memang sejak jauh hari Nabi telah memperingatkan bahwa akan ada diantara umat ini yang mengikuti budaya orang-orang terdahulu dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Imam al Bukhari telah mencatat sabda Beliau, “Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti gaya hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sampai-sampai seandainya mereka masuk ke dalam lubang dhobb (sejenis biawak) niscaya ada di antara kalian yang ikut masuk pula ke dalamnya.”


    Lihatlah wanita-wanita muslimah di sekeliling kita, bukankah selama ini sebagian besar dari mereka menjadi korban budaya barat yang kafir itu?. Hampir segalanya mereka tiru; mulai dari cara berpakaian, cara berinteraksi dengan lawan jenis, bahkan sampai pola pikir yang hedonis (mencari kesenangan dunia semata) dan ujung akhirnya mereka turut bercampur baur dengan kaum lelaki di kantor-kantor, di parlemen dan restoran-restoran. Kini terbuktilah perkataan Nabi yang mulia, dan sungguh sangat ironi tatkala mereka melakukan ini semua dengan bertameng emansipasi yang digembor-gemborkan oleh barat.

    Ikutilah jejak ibunda kalian…

    Duhai saudariku, andaikata apa yang kalian lakukan ini dengan bercampur baur bersama kaum pria di pemerintahan, di kantor-kantor adalah kemaslahatan untuk kaum muslimah tentulah para isteri Nabi dahulu adalah orang pertama yang melakukan perbuatan sebagaimana yang kalian lakukan sekarang ini? Lalu mengapa kalian melakukan apa yang tidak mereka lakukan? Apakah kalian merasa lebih cerdas dari ibunda ‘Aisyah yang menyadari kesalahannya tatkala berani memimpin pasukan ketika terjadi perang Jamal?. Beliau benar-benar menyesal karena melalaikan sebuah sabda Rasulullah, “Tidak akan pernah beruntung kaum manapun yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan” (HR.al Bukhari).

    Cobalah bandingkan dengan sebagian kaum muslimah dewasa ini yang dengan bangga memamerkan auratnya di layar kaca yang ditonton oleh ribuan pasang mata! Atau mereka yang dengan berapi-api berteriak-teriak berdemo di jalan-jalan dengan dalih untuk membela hak kaum muslimin, dan lebih lucunya lagi berdalil dengan perbuatan Aisyah yang telah disesali tersebut. Atau mereka yang berkoar-koar di atas mimbar demi mendapatkan kursi DPR serta rela bercampur baur dengan lelaki yang bukan mahromnya. Allahu akbar!!, hanya kepada-Nya lah kami mohon pertolongan.

    Kembalilah ke istanamu wahai saudariku…

    Seorang muslimah yang shalihah yang senantiasa menjaga dirinya, memiliki rasa malu dan memelihara kehormatannya itulah yang dipuji oleh syari’at. Dengan aktivitasnya mengurus rumah dan membekali dirinya dengan ilmu syar’i atau mendidik anak-anak maka dengan demikian ia telah turut serta berusaha mewujudkan masyarakat islami. Melalui tangan-tangan dan didikan merekalah akan terlahir pemuda-pemudi yang berbakti kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun sayang sekali betapa sedikitnya wanita semacam ini. (Ari Wahyudi dan Tim al bashirah)

    2 Responses

    1. MOHON JIKA ADA KAJIAN TTG WANITA N TTG ANTARA DAKWAH SALAFI DAN IKHWANUL MUSLIMIN DIKONFIRMASI KE EMAIL INI….SYUKRON

    2. mohon untuk lebih diperbanyak lgi artikel tentang wanita…. karena saat ini banyak kita lihat, wanita yang perbuatannya masih jauh dari syariat islam… jazakumulloh khoir

      Abu Ja’far
      Amin Waiyyaki,Semoga kami dapat menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

    Leave a Reply