Pentingnya Solidaritas Islami dan Menjaga Ukhuwah Islamiah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Solidaritas Islami
Dalam Hadist yang shahih disebutkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal kecintaan, rahmat dan perasaan di antara mereka adalah bagai satu jasad. Kalau salah satu bagian darinya merintih kesakitan, maka seluruh bagian jasad akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam” [1]. Dalam hadist lainnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu dengan yang lainnya”. Beliau sambil menjalinkan jari-jemari beliau [2].
Dalam hadist yang lainnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda, “Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya muslim, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya” [3]. Hadist-hadist diatas dan dalil-dalil lainnya dari al Qur’an dan as Sunnah menunjukkan pentingnya solidaritas sesama muslim. Hendaknya setiap muslim senantiasa berusaha memperhatikan dan peduli dengan keadaan muslim yang lainnya dimanapun ia berada. Read more…
Kajian Umum : “Nasehat Untuk Pemuda Muslim”
InsyaAllah akan di selenggarakan Kajian Umum, Berikut Informasinya :
Tema : “Nasehat Untuk Pemuda Muslim”
Pemateri : Ust. Ridwan Abdul Aziz
Waktu : Hari Sabtu 7 Januari 2012 , jam 08.00 WIB – selesai
Tempat : Masjid Ahmad Yani – Depan Poltek ITS
Kontak Informasi : 085731806538
Diselenggarakan oleh : Forum Silaturahmi Mahasiswa Ahlussunnah – FSMS
*) Mengundang seluruh ikhwan/akhwat ahlussunnah khususnya mahasiswa di Surabaya
Donasi Dakwah Forum Silaturahmi Mahasiswa Assunnah
DONASI DAKWAH
FORUM SILATURAHMI MAHASISWA ASSUNNAH SURABAYA
PENDAHULUAN
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du.
LATAR BELAKANG
Perkembangan dakwah Islam berdasarkan pemahaman para sahabat dan pengikut mereka yang shaleh sangat pesat, sangat menggembirakan hati dan menjadi angin segar bagi mereka yang memahami pentingnya berpegang teguh pada al-Qur‘an dan as-Sunnah yang berlandaskan pemahaman para sahabat. Di antara media yang ikut menyemarakkan dakwah ini adalah media internet yang dapat menembus batas wilayah. Alhamdulillah dalam waktu hampir 9 tahun ini (sejak tahun 2002), kami telah mencoba untuk aktif berpartisipasi dalam dakwah melalui wadah Forum Silaturahmi Mahasiswa Assunnah (FSMS). Kami berpartisipasi aktif mengadakan kegiatan kajian untuk mahasiswa dari berbagai institusi di Surabaya.
Kami pun mengusung tema “Menebarkan dakwah ilmiah, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”, karena banyaknya kerancuan-kerancuan yang tersebar di kalangan masyarakat, khususnya di negeri kita tercinta ini tentang Aqidah Islamiyyah. Ibadah yang seharusnya dipersembahkan hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala telah dipalingkan pada selain Allah. Hanya satu hal yang bisa mencegah itu semua yaitu dakwah dengan memurnikan aqidah secara ilmiah yaitu dakwah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf, sehingga menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan dan tidak memalingkan segala macam ibadah kepada selainnya, serta mengibadahi-Nya dengan haq sesuai petunjuk Nabi Muhamad shalallahu ‘alaihi wassalam.
URGENSI
Mengingat banyaknya kerancuan-kerancuan tentang ajaran Islam yang haq di kalangan masyarakat luas, maka perlu adanya edukasi melalui program-program dakwah baik melalui media kajian maupun website kepada masyarakat luas sehingga ajaran Islam yang murni yang ilmiah sebagaimana Islam yang dibawa oleh Rosulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bisa diketahui dan difahami oleh kaum muslimin. Oleh karena itu FSMS sebagai salah satu wadah yang menggiatkan dakwah Islam yang haq dan ilmiah di lingkungan mahasiswa juga masyarakat luas mengajak saudara-saudara kaum muslimin untuk ikut berpartisipasi melalui program-program dakwah kami di antaranya :
1. Pengelolaan website dakwah fsms.or.id
2. Kajian Rutin untuk Mahasiswa dan Masyarakat Luas
3. Penerbitan lembaran dakwah, pamflet dan lain-lain di wilayah kota surabaya
4. Kegiatan peduli sosial
Dan InsyaAllah masih banyak lagi program-program yang akan kami lebih giatkan lagi. Dan untuk merealisasikan program-program di atas, kami mengajak partisipasi dari seluruh kaum muslimin untuk memberikan dukungan berupa dana donasi.
BENTUK PARTISIPASI
Bentuk donasi yang diberikan dapat berupa donatur tetap dan donatur insidental.
1. Donatur tetap
Donatur memberikan donasinya setiap bulan, kami menerima berapapun jumlah donasi yang masuk. Bagi donatur yang ingin mendonasikan hartanya untuk kegiatan ini secara berkala dapat menghubungi kami melalui HP kontak 085731214784.
2. Donatur insidental
Donatur memberikan donasinya tidak tetap, setelah mentransfer donasi, kami harapkan dapat memberikan konfirmasi melalui nomor administrasi: 0857 3121 4784.
PENYALURAN DONASI
Partisipasi berupa donasi dakwah dapat disalurkan melalui rekening Donasi Dakwah pada rekening sebagai berikut:
- Bank Muamalat No.Rek : 9122029999 a/n Susilo Prasetyo
- Bank BNI No. Rek : 0131656622 a/n Rama Catur Andy Putra Permana
- Bank Mandiri No. Rek : 1410011471489 a/n Aldy Sefan Rezanaldy
Demikian surat ini kami buat, kami mengharapkan bantuan dan dukungannya dalam upaya merealisasikan firman Allah subhanahu wa ta’ala,
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maaidah: 2)
Atas bantuan Bapak/Saudara, kami ucapkan terima kasih, Jazaakumullahu khairan.
*) Catatan Penting :
Untuk proposal lebih lengkap InsyaAllah akan segera kami unggah di website ini dan juga di website resmi FSMS di : http://fsms.or.id (sedang dalam proses develop/pembangunan)
Berjihad di Jalan Allah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Allah telah mensyariatkan kaum muslimin untuk berjihad di jalanNya, untuk meninggikan kalimatNya dan menolong agamaNya serta menghadang musuh-musuhNya. Jihad di jalan Allah memiliki kedudukan yang sangat penting dan agung. Dia adalah adalah puncak bangunan islam dan seutama-utamanya ibadah [1]. Bahkan sebagian ulama’ memasukkannya sebagai rukun yang ke-enam dalam islam.
Dalil Disyariatkannya Jihad
Jihad di jalan Allah disyariatkan berdasar Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’. Allah berfirman,
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ
Telah diwajibkan atas kamu berperang. (Al Baqarah: 216)
Rasulullah pun berjihad dan memerintahkan untuk berjihad [2], beliau juga bersabda, Barangsiapa mati dan belum pernah berperang dan belum meniatkan dirinya untuk berperang, maka ia mati diantara cabang-cabang kenifaqkan [3].
Definisi dan Macam-Macam Jihad
Jihad secara bahasa berasal dari mashdar/kata dasar jaahidun artinya bersunggu-sungguh dalam memerangi musuh. Adapun secara syar’I artinya memerangi orang-orang kufar, dan dimutlakkan makna jihad lebih umum dari berperang. Berkata al alamah Ibnu Qoyim rahimahullah, Dan ditetapkan bahwa jihad adalah fardhu ‘ain baik dengan hati, atau dengan lisan, atau dengan harta, atau dengan harta. Maka hendaknya setiap muslim berjihad dengan salah satu jenis diantara jenis-jenis jihad ini [4].
Dimutlakkan juga makna jihad yaitu memerangi diri sendiri (jihadun nafs), jihadus syaithan, jihadul kufar dan jihadul fusaq/orang-orang fasiq. Adapun jihadun nafs yaitu dengan belajar agama, mengamalkannya serta mengajarkannya. Jihadus syaithan dengan menolak apa yang datang darinya berupa syubhat dan syahwat. Jihadul kufar dengan tangan, harta, lisan dan hati. Sedang jihadul fusaq yaitu dengan tangan, jika tidak bisa lalu dengan tangan, lalu dengan hati, yaitu sesuai dengan derajat kemampuan dalam mengingkari kemungkaran.
Sekilas Tentang Jual Beli
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Hukum Jual Beli
Hukum dari jual beli adalah dibolehkan berdasar Al Qur’an, as Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Allah berfirman,
وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ
Dan Allah telah menghalalkan jual beli … (Al Baqarah: 275)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, Dua orang yang berjual beli memiliki hak khiyar/memilih selama belum berpisah [1]. Para ulama juga sepakat bahwa jual beli diperbolehkan. Adapun dalil secara Qiyas, dalam kehidupan manusia, dituntut adanya jual beli karena kebutuhan manusia kadang kala tergantung dengan sesuatu yang dimiliki orang lain baik berupa barang atau harga (uang). Dan dia tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan ganti (barang/uang) sebagai kompensasi, maka hikmah adanya jual beli adalah tercapai pada sesuatu yang diinginkan.
Keutamaan dan Amalan di 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Keutamaan 10 Awal Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu diantara 4 bulan yang dimuliakan dalam islam. Dari Abu Bakroh radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Tahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu (terdiri dari) dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan yang disucikan. Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram dan (satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban. [1]
Dengan hikmakNya Allah melebihkan zaman atau waktu tertentu untuk beramal shalih. Dimana amalan di dalamnya dilipatkan. Salah satunya adalah 10 awal di bulan Dzulhijjah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَيَالٍ عَشْر . وَالْفَجْرِ
Demi fajar dan demi malam yang sepuluh. [Al-Fajr: 1-2]
Allah telah bersumpah dalam ayat di atas dengan malam yang sepuluh yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh kebanyakan ulama tafsir.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عن ابن عباس قال: قال رسول الله : ((ما من أيامٍ العملُ الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام))، يعني: أيام العشر. قالوا: يا رسولَ الله، ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال: ((ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء)) رواه البخاري وأبو داود والترمذي وابن ماجه.
Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah). Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya: “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah? Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak juga jihad di jalan Allah kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun. [2]
Lalu, manakah yang lebih afdhal, sepuluh terakhir di bulan Ramadhan atau sepuluh awal bulan Dzulhijjah? Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata “Jika dilihat pada malamnya, maka sepuluh terakhir bulan Ramadhan lebih utama dan jika dilihat waktu siangnya, maka sepuluh awal bulan Dzulhijjah lebih utama” [3]
Amalan di 10 awal bulan Dzulhijah
1. 1. Haji dan Umrah Read more…
Tuntunan Ringkas Ibadah Haji
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Setelah sebelumnya membahas umrah, tulisan kali ini akan membahas tentang haji.
Hukum Haji
Hukum dari haji adalah wajib dengan kesepakatan kaum muslimin dan termasuk salah satu rukun islam, dan yang wajib adalah sekali sepanjang umur bagi orang yang mampu, serta fardhu kifayah bagi kaum muslimin tiap tahunnya. Diantara dalil nash dari Al Qur’an adalah firman Allah ta’ala,
وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . (Al Imran: 97)
Adapun dalil dari As Sunnah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, Islam dibangun atas lima perkara: Syahadat bawasanya tida ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa di bulan Ramadhan [1].
Syarat Wajib Haji
Diwajibkan haji bagi seseorang jika telah terpenuhi lima syarat: Islam, berakal, baligh, merdeka dan mampu. Yang disebut mampu adalah orang yang mampu melaksanakannya baik secara fisik maupun material. Seperti mampu untuk berkendaraan, memiliki bekal yang cukup menempuh perjalannya serta meninggalkan nafkah yang cukup untuk anak, istri serta siapa saja yang menjadi tanggungannya. Jika mampu secara harta sedang fisiknya tidak, seperti karena tua ataupun sakit menahun maka boleh diwakilkan yang lainnya [2]. Dan untuk wanita ditambah syarat wajibnya dengan adanya mahram yang menemaninya untuk berhaji. Berdasar sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, Tidaklah seorang wanita bersafar kecuali dengan disertai mahram, dan janganlah seorang laki-laki masuk (berkhalwat) dengannya kecuali disertai mahram [3]. Read more…
Kitab Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah ( Beberapa Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat)
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah memberi penjelasan ringkas hal-hal penting yang perlu diketahui kaum muslimin dalam kitabnya yang berjudul Ad Durrus al Muhimmah lil Aammatil Al Ummah. Kiranya kitab yang ringkas ini dapat menjadi tahapan awal untuk mendalami agama islam dan sebagai pegangan para da’I dalam membimbing umat. Ebook kitab dapat didownload di : Http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_Pelajaran_Penting_Untuk_Seluruh_Umat.pdf
Berikut daftar isi dari kutaib tersebut yang kami beri link beberapa tulisan kami yang berkaitan dengan point-point yang disebutkan syaikh. Semoga bermanfaat.
Pelajaran Ke:
1. Mempelajari Surat Al fatihah dan Surat2 pendek lainnya dari al-Zalzalah sampai An-Nas
2. Makna dan Syarat La ilaha illallah
3. Rukun Iman
4. Pembagian Tauhid dan Syirik
5. Rukun Islam (Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji) Read more…

Komentar Terakhir